Bursa Pagi: Global-Regional Mixed Menguat, IHSG Berkonsolidasi

Bursa Pagi: Global-Regional Mixed Menguat, IHSG Berkonsolidasi

Posted by Written on 27 June 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (27/6) dibuka mixed, berusaha melanjutkan kenaikan tipis indeks bursa saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, diwarnai kenaikan harga minyak dunia karena ancaman AS bagi negara pengimpor minyak Iran.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%, didukung kenaikan indeks saham sektor energi sebesar 1,68%. Pergerakan indeks berlanjut menguat 0,15% (9,20 poin) menjadi 6.206,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,28% (-62,25 poin) ke level 22.279,75, setelah dibuka melemah 0,3% terseret kejatuhan harga saham keuangan dan utilitas, diimbangi kenaikan harga saham terkait minyak. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,15%, ditopang kenaikan harga saham blue-chips, dan berlanjut naik 0,28% menjadi 2.357,52.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,26% (76,24 poin) menjadi 28.957,64 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,07% di posisi 2.842,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada bervariasinya pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, ditutup melorot 0,57% ke level 5.825. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan bergerak di rentang konsolidasi dengan potensi terkoreksi. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi wajar di area negatif menuju oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar, d isisi lain masih adanya kekhawatiran akan perang dagang dan di selenggarakannya pilkada serentak hari ini akan menjadi perhatian investor. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasai cenderung melemah dengan rentang support di level 5.800 dan resistance di 5.860.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR (Buy on Weakness, Support: Rp32.150, Resist: Rp32.925), RALS (Spec Buy, Support: Rp1.385, Resist: Rp1.450), CPIN (Spec Buy, Support: Rp3.660, Resist: Rp3.780), HMSP (Buy, Support: Rp3.560, Resist: Rp3.690).

ETF Ideas: 

XPES (Spec Buy, Support: Rp438, Resist: Rp446) 

R-LQ45X (Buy on Weakness, Support: Rp941, Resist: Rp962) 

XIJI (Spec Buy, Support: Rp662, Resist: Rp672)


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menghijau, didukung reli harga minyak bumi meski masih dibayangi kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan AS. Harga minyak melonjak setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan negara-negara di seluruh dunia akan terkena sanksi jika mereka tidak menghentikan pembelian minyak Iran mulai 4 November. Harga saham Exxon Mobil dan Chevronmelesat lebih dari 1%, sementara Apache melonjak 2,4%. Beberapa raksasa teknologi juga melaju, Apple dan Amazon, menguat lebih 1% dan Netflix, melambung 3,9%. General Electric meroket 7,8% setelah mengumumkan rencana divestasi bisnis perawatan kesehatan dan memisahkan diri dari perusahaan jasa perminyakan Baker Hughes.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,12% (30,31 poin) menjadi 24.283,11.

Standard&Poor's 500 bertambah 0,22 persen (5,99 poin) ke posisi 2.723,06.

Nasdaq Composite naik 0,39% (29,62 poin) ke level 7.561,63.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,99% menjadi USD23,09
Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup bervariasi, investor berusaha mengantisipasi kelanjutan konflik perdagangan AS dengan sejumlah negara. Secara keseluruhan, pasar mulai pulih kembali dari kekhawatiran konflik perdagangan. Indeks European-Stoxx 600 naik tipis 0,02% menjadi 377,25, dipimpin kenaikan harga saham Eurofins Scientific yang melesat lebih dari 8%, dan Ingenico sebesar 5,85%. Namun harga saham Inmarsat longsor 12,5% setelah Eutelstat Communication membantah akan mengajukan tawaran untuk perusahaan tersebut. Sainsburys turun lebih dari 2% setelah data industri dari Kantar Worldpanel mengungkapkan kemerosotan penjualan dalam tiga bulan terakhir.

FTSE 100 London naik 0,37% (28,08 poin) menjadi 7.537,92.

CAC 40 Paris melemah 0,05% (-2,57 poin) di posisi 5.281,29.

DAX 30 Frankfurt turun 0,29% (-35,99 poin) ke level 12.234,34.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, ketegangan perdagangan global yang berkepanjangan mendorong trader untuk menjual sebagian besar mata uang berimbal hasil tinggi dan investor fokus pada ekspektasi Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga. Nilai tukar mata uang yang sensitif terhadap konflik perdagangan, seperti dolar Kanada dan dolar Australia melemah terhadap dolar AS. Yuan, China melemah ke level terendah enam bulan karena meningkatnya ekspektasi Beijing dan akan membiarkan yuan melemah dalam beberapa hari mendatang untuk melunakkan dampak tarif AS. Euro melorot 0,47% dan poundsterling turun 0,35%. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,41% menjadi 94,676.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.16520.0004+0.03%7:15 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.32250.000.00%7:15 PM
Yen (USD-JPY)110.070.01+0.01%7:15 PM
Yuan (USD-CNY)6.57930.0383+0.59%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,179.0020.50+0.14%4:43 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi melaju lebih dari 2%. Harga WTI melampaui USD70 untuk pertama kalinya dalam dua bulan setelah AS mendorong sekutunya untuk menghentikan impor minyak mentah Iran. India dan China mengimpor minyak dalam jumlah besar dari Iran. Ekspor minyak mentah Iran periode Juni turun menjadi sekitar 1,93 juta bph dari 2,38 juta bph pada Mei, dan 2,58 juta bph di April, berdasarkan data Thomson Reuters. Pasar menguat lebih lanjut dalam perdagangan pasca-settlement, setelah American Petroleum Institute mengatakan persediaan minyak mentah AS menyusut 9,2 juta barel, jauh melebihi perkiraan penurunan 2,6 juta barel. Dalam perdagangan pasca-settlement Brent memperpanjang kenaikan menjadi USD76,61 per barel, sedangkan WTI bertambah jadi USD70,76 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,60 (2,1%) menjadi USD76,33 per barel.

Harga minyakmentah berjangka WTI naik USD2,45 (0,36%) menjadi USD70,53 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi turun mencapai titik terendah dalam lebih dari enam bulan, di posisi USD1.254,16 per ounce, karena aksi jual aset berisiko global mereda dan logam mulia tetap di bawah tekanan prospek meningkatnya suku bunga AS. Penguatan tipis dari bursa utama Eropa dan Wall Street mengurangi kegelisahan investor terhadap kebijakan perdagangan AS. Apresiasi dolar semakin menekan harga emas.

Harga emas di pasar spot turun 0,51% menjadi USD1.258,55 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD9 (-0,7%) menjadi USD1.259,90 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author