Bursa Sore: Pemodal Hindari Risiko, Gerak IHSG Variaitif Berujung Melemah

Bursa Sore: Pemodal Hindari Risiko, Gerak IHSG Variaitif Berujung Melemah

Posted by Written on 26 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akhirnya terkoreksi turun pada finis perdagangan hari Selasa (26/6) setelah fluktuatif di sepanjang sesi. IHSG melorot -0,57 persen (-34 poin) ke level 5.825.

Indeks LQ45 -0,89% ke level 910 poin. IDX30 -0,98% ke level 491 poin. Indeks JII -0,09% ke level 658. Indeks Kompas100 -0,79% ke level 1.177. Indeks Sri Kehati -1,36% ke posisi 334. Indeks Sinfra 18 -0,75% ke level 302.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SWATAISABBRIKRENADROTLKM, dan BKSL.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain LPPFAKRATPIAMNCNLPKRSRIL dan INDY.

Saham Top Loser LQ45 antara lain INTPWSBPSMGRWIKAPTBASSMS, dan UNTR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,37 triliun dengan volume trading sebanyak 134,29 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp453,06 miliar.

Tim Riset OCBC Bank seperti dikutip cnbc menilai pasar saham regional Asia masih akan melemah dalam jangka pendek. Hal tersebut terjadi karena pemodal tidak ingin mengambil risiko menyusul eskalasi perang dagang antara USA dan China.

Sektor keuangan kembali menjadi lokomotif pelemahan IHSG setelah naik turun paling signifikan sebesar -2,03 persen. Saham keuangan yang melorot PNBNBMRIBBTNBTPNBBNIBBKPBBRIBDMN dan BBCA.

Nilai tukar rupiah -0,19 persen di posisi Rp14.182 per USD. (16.00 pm).



Bursa Asia

Mayoritas pasar saham Asia tumbang pada sesi sore perdagangan hari Selasa (26/6). Para pemodal mencermati eskalasi perang dagang China dan USA.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang hanya naik tipis 3,85 persen setelah sempat melemah di sesi pagi. Pembalikan arah terjadi seiring pulihnya sebagian besar sektor saham. Saham-saham tekno ke arah area negatif. Namun saham blue chip seperti SoftBank Group turun 2,45 persen.

Bursa saham China variatif setelah Indeks Shanghai tertekan tetapi Indeks Shenzhen menguat 0,56 persen. Indeks Shanghai memasuki area bearish mengacu kepada penurunan 20 persen atua lebih dari level terkuat 52 pekan.

Adapun Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong bergerak flat. Sektor telko dan utiliti bergerak melemah. Sementara sektor properti dan konstruksi menjadi lokomotif pelemahan.

Market saham Korsel juga melemah setelah Indeks Kospi turun 0,3 persen serta Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia yang terkoreksi -0,21 persen.

Pelemahan di bursa Asia menapaki koreksi yang terjadi di pasar saham USA menyusul kabar pada akhir pekan lalu bahwa Presiden Donald Trump bermasuk melaran beberapa perusahaan China berinvestasi di sektor teknologi USA. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan larangan investasi seperti diberitakan koran Wall Street Journal adalah tidak benar, tetapi dia mengatakan kebijakan tersebut akan diterapkan terhadap semua negara, bukan hanya China.

"Bursa saham Asia mungkin masih terhadang dalam trading jangka pendek karena para pemodal cenderung memilih untuk tidak berisiko seiring ketidakpastian perang dagang global yang meningkat," kata tim analis OCBC Bank dalam riset kepada para kliennya.

Indeks dolar AS naik ke posisi 94,331 setelah terkoreksi pada sesi sebelumnya. Sedangkan nilai tukar USD terhadap yen ke level 109,63 (pukul 3:16 pm).

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,02% ke posisi 22.342,00.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,28% ke level 28.881,40.

Indeks Shanghai (China) -0,52% ke posisi 2.844,51.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,68% ke level 3.283,09.


Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak menguat di menit-menit awal perdagangan hari Selasa (26/6) pagi waktu setempat, rebound setelah kekhawatiran terhadap perang dagang menyebabkan aksi jual pasar global pada kesempatan sesi sebelumnya.

Indeks FTSE (Inggris) +0.36% ke posisi 7.536,55.

Indeks DAX (Jerman) +0.42% di level 12.321,30.

Indeks CAC (Perancis) +0.32% pada posisi 5.300,62.


Oil

Harga minyak melaju positif pada perdagangan hari Selasa (26/6). Laju harga tersebut disokong oleh penurunan produksi minyak Kanada dan Ketidakpastian ekspor minyak Libya meskipun di bawah tekanan kenaikan suplai OPEC serta intensitas konflik dagang antara USA dan negara mitra lainnya.

Harga minyak Brent naik 35 sen ke posisi USD75,08 per barel (pukul 07.20 GMT). Sementara minyak WTI naik 35 sen ke level USD68,43 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author