Bursa Sore: Investor Tahan Diri Masuk Market, IHSG Gagal Menguat

Bursa Sore: Investor Tahan Diri Masuk Market, IHSG Gagal Menguat

Posted by Written on 22 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis flat di sesi akhir perdagangan hari Jumat (22/6). IHSG melemah tipis -1 poin ke level 5.821.

Indeks LQ45 +0,21% ke level 909 poin. IDX30 +0,27% ke level 493 poin. Indeks JII -0,43% ke level 652. Indeks Kompas100 -0,03% ke level 1.176. Indeks Sri Kehati +0,77% ke posisi 337. Indeks Sinfra 18 -1,33% ke level 304.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SWATERAABBRIKRENBMTRINKP, dan BBCA.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain KLBFBBCABBRIANTMBSDEICBP dan LPKR.

Saham Top Loser LQ45 antara lain SRILTLKMHMSPAKRATRAMASII, dan UNTR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp7,88 triliun dengan volume trading sebanyak 82,73 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp969,62 miliar.

Sektor industri dasar dan trade paling berkontribusi menekan IHSG . Kedua sektor tersebut turun masing-masing -1,28 persen dan -1,15 persen. Saham industri dasar yang melemah SMGRJPFACPININTPINKPKRAS. Sedangkan saham trade yang tertekan di antaranya AKRARALSASGRUNTRMAPIMNCN dan BMTR.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas berpendapat pelemahan indeks bursa global dan regional yang terkena dampak dari tensi perang dagang antara Amerika dengan China masih menjadi kekhawatiran investor untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

Nilai tukar rupiah +0,08 persen di posisi Rp14.080 per USD. (16.00 pm).


Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham di Asia bergerak mixed pada akhir trading hari Jumat (22/6) sore. Market saham Asia merespon pelemahan yang terjadi pada pasar saham Wall Street di tengah kekhawatiran para investor terhadap perang dagang China vs USA.

Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang melemah 176 poin seiring pelemahan semua sektor saham. Sektor otomotif turun 1,43 persen sekaligus sebagai sektor yang turun paling buruk.

Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel menguat 0,83 persen pada penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 ke zona merah, turun 0,11 persen. Saham-saham berbobot kuat terhadap indeks seperti saham finansial menguat tetapi penguatan tersebut dibatasi oleh pelemahan yang terjadi pada saham telekomunikasi dan energi.

Pasar saham China berbalik menguat setelah di sesi pagi tertekan ke area negatif. Indeks Shenzhen naik 1,21 persen. Hal yang sama juga terjadi pada pasar saham Hong Kong seiring koreksi yang terjadi pada Indeks Hang Seng. Seluruh sektor di bursa saham Hong Kong melemah.

Indeks patokan seluruh market saham Asia Pasicik (kecuali Jepang), MSCI Index naik sebesar 0,5 persen. Ketegangan dagang China dan USA masih terjadi sehingga bursa saham Wall Street di USA berakhir melemah tadi malam. Indeks Dow Jones turun 0,8 persen. Pada hari Senin awal pekan ini, Presiden Donald Trump meminta produk China senilai 200 miliar USD agar diidentifikasi dan berpotensi menjadi subyek tambahan penerapan tarif bea masuk impor sebesar 10 persen. China menyatakan akan membalas jika USA mnerapkan hal tersebut.

Lepas dari masalah perdagangan, latar belakang memburuknya indikator pertumbuhan global yang akan tampak ke depan serta penguatan dolar AS menghasilkan pandangan yang lebih hati-hati terhadap pasar saham regional.

Morgan Stanley telah memangkas target indeks saham Asia. Chief Asia and Emerging Market Equity Strategist Morgan Stanley, Jonathan Garner mengatakan bahwa pasar saham Hong Kong merupakan market yang paling mengkhawatirkan dalam jangka pendek. Morgan Stanley memangkas target Indeks Hang Seng menjadi ke level 27.200 dari target sebelumnya di level 30.350.

Indeks dolar AS ke posisi 94,669. Sementara nilai tukar USD terhadap yen berada di level 109,87.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,78% ke posisi 22.516,83.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,15% ke level 29.338,70.

Indeks Shanghai (China) +0,49% ke posisi 2.889,76.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,26% ke level 3.287,40.


Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat di menit-menit awal perdagangan hari Jumat (22/6) pagi waktu setempat. Hal tersebut terjadi di tengah berlangsungnya tensi di pasar energi jelang meeting OPEC yang diperkirakan akan menyepakati keputusan kenaikan produksi.

Indeks FTSE (Inggris) +0.38% ke posisi 7.585,28.

Indeks DAX (Jerman) +0.28% di level 12.547,11.

Indeks CAC (Perancis) +0.50% pada posisi 5.342,58.



Oil

Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Jumat (22/6) sore di bursa komoditas Asia. Laju kenaikan tersebut terjadi di tengah perjuangan OPEC menyepakati kenaikan produksi untuk mengkompensasi pengurangna produksi yang mana di saat yang sama demand global meningkat.

Harga minyak Brent naik 75 sen ke posisi USD73,80 per barel (pukul 08.00 GMT). Sementara minyak WTI naik 60 sen ke level USD66,14 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author