Bursa Siang: Morgan Stanley Pangkas Target Indeks, IHSG Lanjut Melemah

Bursa Siang: Morgan Stanley Pangkas Target Indeks, IHSG Lanjut Melemah

Posted by Written on 22 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) finis di zona negatif pada sesi jeda perdagangan hari Jumat (22/6). IHSG melemah -0,45 persen (-26 poin) ke level 5.796.

Indeks LQ45 -0,55% ke level 902 poin. IDX30 -0,52% ke level 489 poin. Indeks JII -0,81% ke level 650. Indeks Kompas100 0,64% ke level 1.169. Indeks Sri Kehati -0,21% ke posisi 334. Indeks Sinfra 18 -0,93% ke level 305.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah ERAABBRIINKPADROTLKMUNTR, dan EXCL.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain ICBPBRPTBJBREXCLMYRXBBCA dan WSKT.

Saham Top Loser LQ45 antara lain SMGRBBNIKLBFWIKAINCOBMRI, dan PWON.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,58 triliun dengan volume trading sebanyak 44,43 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp455,76 miliar.

Sektor infrastruktur dan industri dasar paling berkontribusi menekan IHSG . Kedua sektor tersebut turun masing-masing -1,2 persen dan -1,1 persen. Saham infra yang melemah ISATTBIGPGASTLKMJSMR dan CMNP

Sedangkan saham industri dasar yang tertekan di antaranya SMGRCPININTPINKP dan KRAS.

Sekuritas global di antaranya Morgan Stanley memangkas target indeks regional. Perusahaan sekuritas tersebut menurunkan target Indeks Hang Seng seiring ketidakpastian pasar finansial global.

Nilai tukar rupiah -0,05 persen di posisi Rp14.098 per USD. (11.30 am).



Bursa Asia

Sebagian besar indeks saham di Asia bergerak mixed pada trading hari Jumat (22/6) pagi. Market saham Asia merespon pelemahan yang terjadi pada pasar saham Wall Street di tengah kekhawatiran para investor terhadap perang dagang China vs USA.

Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang melemah seiring pelemahan semua sektor saham. Sektor otomotif turun 1,89 persen. Sedangkan Indeks Kospi di bursa Korsel berhasil menguat 0,17 persen.

Di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 ke zona hijau, naik 0,15 persen. Saham-saham berbobot kuat terhadap indeks seperti saham finansial menguat tetapi penguatan tersebut dibatasi oleh pelemahan yang terjadi pada saham telekomunikasi dan energi.

Tekanan terjadi pada pasar saham China setelah Indeks Shanghai ke zona merah. Indeks Shenzhen turun 2 persen. Hal yang sama juga terjadi pada pasar saham Hong Kong seiring koreksi yang terjadi pada Indeks Hang Seng. Seluruh sektor di bursa saham Hong Kong melemah.

Indeks patokan seluruh market saham Asia Pasicik (kecuali Jepang), MSCI Index melemah sebesar 0,21 persen. Ketegangan dagang China dan USA masih terjadi sehingga bursa saham Wall Street di USA berakhir melemah tadi malam. Indeks Dow Jones turun 0,8 persen. Pada hari Senin awal pekan ini, Presiden Donald Trump meminta produk China

senilai 200 miliar USD agar diidentifikasi dan berpotensi menjadi subyek tambahan penerapan tarif bea masuk impor sebesar 10 persen. China menyatakan akan membalas jika USA mnerapkan hal tersebut.

Lepas dari masalah perdagangan, latar belakang memburuknya indikator pertumbuhan global yang akan tampak ke depan serta penguatan dolar AS menghasilkan pandangan yang lebih hati-hati terhadap pasar saham regional.

Morgan Stanley telah memangkas target indeks saham Asia. Chief Asia and Emerging Market Equity Strategist Morgan Stanley, Jonathan Garner mengatakan bahwa pasar saham Hong Kong merupakan market yang paling mengkhawatirkan dalam jangka pendek. Morgan Stanley memangkas target Indeks Hang Seng menjadi ke level 27.200 dari target sebelumnya di level 30.350.

Indeks dolar AS ke posisi 94,840. Sementara nilai tukar USD terhadap yen berada di level 110,04.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -1,07% ke posisi 22.449,90. (11.30 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,27% ke level 29.217,28.

Indeks Shanghai (China) +0,35% ke posisi 2.885,97.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,44% ke level 3.285,48. (11.30 am)



Oil

Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Jumat (22/6) pagi di bursa komoditas Asia. Laju kenaikan tersebut didukung oleh ketidakpastian apakah OPEC akan mengelola kesepakatan kenaikan produksi pada meeting di kota Wina pada petang akhir pekan ini.

Harga minyak Brent naik 99 sen ke posisi USD74,04 per barel (pukul 03.08 GMT). Sementara minyak WTI naik 95 sen ke level USD66,49 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author