Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Bursa Pagi: Asia Bergerak Mixed, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Posted by Written on 21 June 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (21/6), dibuka variatif berusaha melanjutkan tren kecenderungan penguatan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street di tengah meredanya ketegangan hubungan dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,34% yang dipimpin oleh kenaikan harga saham di sektor konsumer. Laju kenaikan indeks berlanjut 0,72% (44,70 poin) ke level 6.217,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,11% (-24,38 poin) menjadi 22.531,05, setelah dibuka turun 0,25% tertekan penurunan harga saha di sektor utilitas, keuangan dan otomotif. Indeks Ksopi, Korea Selatan, dibuka menguat tipis 0,07%, namun berlanjut melorot 0,43% ke posisi 2.353,67.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,23% ke level 29.764,05 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China melemah 0,13% menjadi 2.911,85.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa global dan regional yang cenderung menguat, setelah menakhiri sesi perdagangan kemarin dengan terpenggal 1,83% di level 5.884, dihantam sentimen negatif. Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berupaya kembali ke level 6.000,setelah aksi jual jangka pendek. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya peluang terjadinya technical rebound, di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih adanya sentimen negatif dari meningkatnya tensi dagang antara Amerika dan China serta melemahnya nilai tukar rupiah diprediksi akan menekan pergerakan indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel dan timah akan menjadi katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 5.830 dan resistance di 5.940.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM (Spec Buy, Support: Rp3.640, Resist: Rp3.770),ASII (Spec Buy, Support: Rp6.825, Resist: Rp7.075),EXCL (Buy on Weakness, Support: Rp2.470, Resist: Rp2.580), ADRO(Spec Buy, Support: Rp1.890, Resist: Rp2.110).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir variatif, indeks Nasdaq melesat ke rekor baru didorong saham teknologi dan media, sementara Dow Jones melorot terbebani kecemasan perang perdagangan AS-China. Saham Twenty-First Century Fox melambung 7,3% setelah Disney menaikkan tawaran untuk aset hiburannya, merespon tantangan Comcast. Saham Disney dan Comcast naik 1,1% dan 1,8%. Facebook melonjak 2,3%, Microsoft 1% dan Amazon 0,9%. Namun saham Oracle rontok 7,4%, setelah memproyeksikan laba lebih rendah dari ekspektasi. Saham Starbucks terpenggal 9,1% setelah mengumumkan akan menutup sekitar 150 gerai di AS pada 2019.

Dow Jones Industrial Average melemah 17% (-42,41 poin) di posisi 24.657,80.

Standard&Poor's 500 naik 0,17% (4,73 poin) menjadi 2.767,32.

Nasdaq Composite melonjak 0,72% (55,93 poin) ke level 7.781,52.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,63% menjadi USD23,97
Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir variatif dengan sebagian besar indeks berlabuh di teritori hijau. Kekhawatiran perang dagang China-AS masih membebani pasar. Indeks European-Stoxx 600 menguat 0,28% menjadi 384,29, dipimpin kenaikan harga saham penyedia perangkat rumah sakit Ambu, yang melonjak 9,2%. Harga saham sektor pertambangan dan sumber daya alam bangkit kembali, sementara harga saham perbankan, media dan perawatan kesehatan menguat didorong berita korporasi. Para menteri OPEC mulai berkumpul di Wina menjelang pertemuan untuk memutuskan kebijakan produksi minyak, Jumat besok.

FTSE 100 London naik 0,31% (23,55 poin) menjadi 7.627,40.

DAX 30 Frankfurt bertambah 0,14% (17,19 poin) di posisi 12.695,16.

CAC 40 Paris turun 0,34% (-18,32 poin) ke level 5.372,31.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York hingga pagi tadi bergerak reltaif stabil di dekat level tertinggi sebelas bulan, didukung sinyal toleransi China terhadap penguatan yuan mengimbangi kekhawatiran konflik perdagangan global. Langkah Bank Rakyat China memangkas midpoint rate yuan menjadi 6,4586 per dolar, terlemah sejak 12 Januari, melebihi prediksi pasar dan dinilai sebagai upaya untuk menstabilkan sentimen investor dan membendung yuan dari kejatuhan lebih lanjut. Di ajang konferensi Sintra, Portugal, Kepala Federal Reserve Jerome Powell mengatakan "pada prinsipnya perubahan dalam kebijakan perdagangan dapat menyebabkan kami harus mempertanyakan sejumlah prospek." Indeks Dolar yang mengukur kur greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,12% menjadi 95,124.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.15780.0006+0.05%7:17 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.31740.0002+0.02%7:17 PM
Yen (USD-JPY)110.400.04+0.04%7:17 PM
Yuan (USD-CNY)6.4738-0.0115-0.18%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,932.0057.00+0.41%6/8/2018

Sumber : Bloomberg.com, 20/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate di bursa komoditas New York Mercantile Exchange hingga pagi bergerak menguat, melonjak hampir dua persen didukung penurunan stok domestik. Sedangkan Brent North Sea Brent di bursa London ICE Futures Exchanges turun tipis menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini, yang kemungkinan akan meningkatkan produksi global. Badan Informasi Energi menyebutkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun 5,9 juta barel, penurunan mingguan terbesar sejak Januari. Namun produksi kilang minyak yang beroperasi meningkat jadi 17,7 juta barel per hari, tertinggi pada tahun ini. Harga Brent jatuh setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan, pasar membutuhkan lebih banyak minyak pada semester kedua tahun ini. Rusia juga mendorong untuk melonggarkan kontrol pasokan. Iran mengisyaratkan akan mendukung sedikit peningkatan output minyak OPEC , tapi meminta beberapa anggota OPEC yang telah overdelivered untuk memetuhi kuota.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus naik 80 sen menjadi USD65,70 per barel.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 55 sen menjadi USD74,53 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup mendekati level terendah enam bulan, tertekan posisi dolar AS yang berada di sekitar level tertinggi sebelas bulan, di tengah memburuknya ketegangan perdagangan global. Penasihat perdagangan Gedung Putih mengatakan Beijing telah meremehkan keputusan Trump untuk memberlakukan tarif lebih besar lagi. Namun posisi emas yang biasanya menguat di saat ketegangan geopolitik atau ekonomi, tidak berdaya menghadapi apresiasi dolar.

Harga emas di pasar spot turun 0,43% menjadi USD1.268,86 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD4,10 menjadi USD1.274,50 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author