Bursa Sore: Dikepung Akumulasi Sentimen Negatif, IHSG Tergerus 110 Poin

Bursa Sore: Dikepung Akumulasi Sentimen Negatif, IHSG Tergerus 110 Poin

Posted by Written on 20 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tumbang ke zona merah pada finis perdagangan hari Rabu (20/6). IHSG melemah -1,83 persen (-110 poin) ke level 5.884.

Indeks Kompas100 -2,4% ke posisi 1.196. Indeks LQ45 -2,69% ke level 925 poin. Indeks JII -1,56% ke 670 poin. IDX30 -2,62% ke level 501 poin. Indeks Sri Kehati -2,6% ke posisi 340. Indeks Sinfra 18 -2,63% ke level 312.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SWATBBRITLKMBBCABBNIBMRI, dan ADRO.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain PTBAADROTLKMSSMSASII.

Saham Top Loser LQ45 antara lain SMGRBUMIGGRMPGASLPPFADHI, dan TRAM.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp12,78 triliun dengan volume trading sebanyak 86,08 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp2,04 triliun.

Sektor finance dan property paling berkontribusi menekan laju IHSG . Kedua sektor tersebut turun masing-masing 3,54 persen dan 2,96 persen. Saham-saham finance yang turun seperti BBKPBTPNBBCABMRIPNBNBDMNBBTNBBRI dan BBNISedangkan saham-saham properti yang terkoreksi BSDEASRIWIKACTRAWSKTPTPP, dan SMRA.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas memperkirakan akumulasi sejumlah sentimen selama libur IdulFitri menekan laju IHSG . Sentimen tersebut antara lain kenaikan suku bunga the Fed 25 bps menjadi 2 persen. Bank sentral Eropa menghentikan stimulus moneter pada akhir 2081 serta tensi perang dagang China dan USA.

Nilai tukar rupiah +0,00 persen di posisi Rp13.933 per USD. (16.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia berakhir menguat pada perdagangan penutup hari Rabu (20/6). Beberapa indeks saham Asia terpantau menanggalkan pelemahan tajam yang dibuat pada sesi sebelumnya. Di sesi sebelumnya tekanan terjadi akibat lonjakan ketakutan akan perang dagang USA dan China.

Meski demikian market saham Korsel mengabaikan sentimen perang dagang tersebut. Indeks Kospi naik 1,02 persen seiring kenaikan saham-saham kapitalisasi besar seperti Hynix yang naik 4,4 persen. Saham Posco naik 0,74 persen.

Pasar saham Australia juga menguat seiring lonjakan Indeks S&P/ASX200 sebesar 1,16 persen. Penguatan sebagian besar sektor menopang laju penguatan indeks tersebut. Sektor finansial naik 2,27 persen serta saham-saham terkait produsen minyak juga mencatat gain.

Indeks Nikkei 225 di Jepang berbalik menguat setelah sempat tertekan di sesi pagi. Saham consumer dan tekno bergerak menguat tetapi emiten material dan bank terkoreksi. Saham farmasi menjadi lokomotif penguatan indeks saham Jepang hari ini.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong berhasil ke zona hijau dengan dukungan sektor jasa dan consumer goods. Sementara laju kenaikan juga terjadi di bursa saham China setelah Indeks Shanghai ada di zona negatif dan Indeks Shenzhen naik 1,16 persen.

Kekhawatiran investor terhadap perang dagang USA dan China semakin menjulang dan berlarut-larut. Apalagi pada hari Senin awal pekan ini, Presiden USA Donald Trump mengatakan telah meminta kepada US Trade Representative untuk mengindentifikasi barang China senilai 200 miliar USD yang dapat dijadikan subyek tambahan tarif impor.

Sementara China merespon akan membalas tindakan terhadap USA jika menerbitkan daftar tambahan tarif. "Pemerintah USA telah memulai perang dagang yang melawan hukum pasar dan tidak mengacu kepada kecenderungan perkembangan global terkini," demikian menurut Kementerian Perdagangan China.

Kepala Strategi Investasi pada Citi Private Bank, Steven Wieting menilai market bersiap untuk hasil yang tidak ideal. Jadi hal tersebut berdampak besar terhadap sentimen," ujarnya. Menurut dia secara umum dunia memperlakukan perang dagang sebagai sesuatu yang tidak diketahui negatif yang berdampak terhadap pasar secara luas ketika kemungkinan akan jauh lebih spesifik bagi perusahaan tertentu.

Sebagian besar market Asia masih turun tajam secara mingguan. Indeks Shanghai di China turun 3,8 persen secara mingguan. Indeks Shenzhen turun 5 persen. Indeks Nikkei 225 turun 2 persen.

Di pasar finansial, Indeks dolar di posisi 95,148. Sedangkan USD terhadap yen di level 110,22 (pukul 3.13 pm). Yield obligasi USA tenor 10 tahun naik ke posisi 2,9 persen

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +1,24% ke posisi 22.555,43.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) +0,77% ke level 29.696,17.

Indeks Shanghai (China) +0,72% ke posisi 2.915,73.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,41% ke level 3.314,88.



Bursa Eropa

Market saham Eropa menguat pada menit-menit awal perdagangan hari Rabu (20/6) pagi waktu setempat. Namun rebound yang sangat moderat tersebut tidak cukup mengimbangi pelemahan pada sesi sebelumnya karena faktor lonjakan kekhawatiran perang dagang USA-China yang berlarut-larut.

Indeks FTSE (Inggris) 1.00% 7679.82

Indeks DAX (Jerman) 0.25% 12709.22

Indeks CAC (Perancis) 0.07% 5394.54



Oil

Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (20/6) di bursa komoditas Asia. Laju kenaikan harga minyak ditopang oleh penurunan persediaan minyak komersial USA serta penurunan kapasitas kilang di Libya. Para pemodal berhati-hati jelang meetng tengah tahunan OPEC untuk mempertimbangkan kebijakan produksi.

Harga minyak Brent naik 70 sen di posisi USD75,78 per barel (pukul 07.35 GMT). Sementara minyak WTI naik 60 sen ke level USD65,67 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author