Bursa Sore: Rupiah Tertekan, IHSG Ditumbangkan Aksi Ambil Untung

Bursa Sore: Rupiah Tertekan, IHSG Ditumbangkan Aksi Ambil Untung

Posted by Written on 08 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan ke zona merah pada finis perdagangan hari Jumat (8/6). IHSG melemah -1,85 persen (-114 poin) ke level 5.993.

Indeks Kompas100 -2,44% ke posisi 1.225. Indeks LQ45 -2,64% ke level 950 poin. Indeks JII -2,06% ke 680 poin. IDX30 -3,05% ke level 514 poin. Indeks Sri Kehati -3,38% ke posisi 349. Indeks Sinfra 18 -3,53% ke level 320.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah SWATMSINBBRITLKMINKPBHIT, dan PGAS.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain TRAMTPIAEXCLPTBAMNCNMYRX dan GGRM.

Saham Top Loser LQ45 antara lain HMSPBRPTWSBPADROBSDEWIKA, dan UNVR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp11,35 triliun dengan volume trading sebanyak 83,43 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp2,45 triliun.

Sektor finance dan infrastructure menjadi lokomotif pelemahan IHSG setelah turun paling signifikan masing-masing -3,03 persen dan -2,45 persen. Saham finance yang turun di antaranya BBKPBJBRBBTNBDMNBBCABBRIBBNI, dan BMRI. Sedangkan emiten infra yang tertekan 

CMNPGIAAJSMRISATTBIGTLKM dan PGAS.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas menilai, melemahnya nilai tukar rupiah serta Aksi profit taking investor menjelang libur lebaran menjadi faktor utama yang mendorong penurunan indeks.

Nilai tukar rupiah -0,40 persen di posisi Rp13.995 per USD. (16.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia melorot ke zona merah pada akhir trading hari Jumat (8/6). Sebagian besar indeks saham regional tercatat turun karena para pemodal berubah sikap hati-hati setelah penguatan baru-baru ini di awal pekan.

Tekanan pada saham banking dan tekno serta di sisi lain saham konsumer naik tipis mengantarkan Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang turun 128 poin. Di Australia Indeks S&P/ASX200 juga melemah, turun 0,2 persen ke level 6.045,20.

Sementara itu Indeks Kospi di bursa Korsel turun 0,77 persen di posisi 2.451,58 tertekan oleh saham-saham otomotif dan tekno. Harga saham Samsung Electronics dari sektor tekno turun 1,88 persen.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong juga bergerak dalam tekanan terbebani saham-saham tekno dan finansial. Adapun pasar saham China daratan juga bergerak negatif seiring tekanan yang terjadi pada indeks Shanghai serta Indeks Shenzhen yang turun 0,94 persen.

Para pemodal di bursa saham regional mencermati aksi jual di emerging market yang dimotori oleh pasar saham Brazil. Para pemodal berubah ke pasar obligasi di tengah kekhawatiran atas emerging market disertai harga surat utang pemerintah USA naik pada sesi terakhir. Pada Jumat ini, yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun di posisi 2,917 persen dari posisi sebelumnya di level 2,97 persen.

Analis National Australia Bank, Ray Attrill berpandangan meskipun tidak ada katalis sebelumnya bagi tekanan pada pasar emerging market (tidak termasuk Asia) baru-baru ini adalah relevan terkait sikap bank sentral Eropa untuk mengakhiri program kebijakan pembelian aset.

Investor juga mengarahkan perhatian terhadap G7 Summit di Kanada pada Jumat dan Sabtu pekan ini. Diperkirakan isu yang jadi pusat perhatian sehubungan proteksionisme dan perdagangan internasional.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,56% ke posisi 22.694,50.

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,76% ke level 30.958,21.

Indeks Shanghai (China) -1,36% ke posisi 3.067,15.

Indeks Straits Times (Singapura) -1,06% ke level 3.436,32.



Bursa Eropa

Market saham Eropa bergerak melemah pada menit-menit awal perdagangan hari Jumat (8/6) pagi waktu setempat. Para pemodal di pasar saham Eropa mengkhawatirkan tentang relasi perdagangan global menjelang G7 Summit di Kanada pada pekan ini.

Indeks FTSE (Inggris) -0.75% ke posisi 7.646,63.

Indeks DAX (Jerman) -1.46% di level 12.623,64.

Indeks CAC (Perancis) -0.54% pada posisi 5.418,97.


Oil

Harga minyak bergerak melemah pada perdagangan hari Jumat (8/6) sore di bursa komoditas Asia. Harga minyak berbalik arah dari penguatan pada sesi pagi seiring sinyal pelemahan demand dari China serta kenaikan produksi minyak USA membebani market walaupun terdapat dukungan dari tekanan suplai Venezuela yang berkurang dan juga pemangkasan produksi oleh OPEC.

Harga minyak Brent turun 53 sen di posisi USD76,79 per barel (pukul 06.54 GMT). Sementara minyak WTI drop 38 sen ke level USD65,57 per barel.


(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author