Bursa Siang: IHSG Terseret Tekanan Yang Terjadi di Emerging Market

Bursa Siang: IHSG Terseret Tekanan Yang Terjadi di Emerging Market

Posted by Written on 08 June 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan ke zona merah pada jeda perdagangan hari Jumat (8/6). IHSG melemah -0,84 persen (-52 poin) ke level 6.055.

Indeks Kompas100 -1,16% ke posisi 1.241. Indeks LQ45 -1,24% ke level 964 poin. Indeks JII -1,08% ke 687 poin. IDX30 -1,46% ke level 523 poin. Indeks Sri Kehati -1,74% ke posisi 355. Indeks Sinfra 18 -1,72% ke level 327.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah MSINBBRIIKAIINKPTKIMFINN, dan MEDC.

Saham Top Gainer LQ45 antara lain TRAMTPIAEXCLPTBAMNCNMYRX dan GGRM.

Saham Top Loser LQ45 antara lain HMSPBRPTWSBPADROBSDEWIKA, dan UNVR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,66 triliun dengan volume trading sebanyak 35,55 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net Sell) senilai Rp460,86 miliar.

Sektor finance dan infrastructure menjadi lokomotif pelemahan IHSG setelah turun paling signifikan masing-masing 1,57 persen dan 1,49 persen. Saham finance yang turun di antaranya BBTN , BBKP,BBCABMRIBDMNBBNI dan BBRI. Sedangkan emiten infra yang tertekan GIAAISATJSMRTBIGTLKM dan PGAS.

IHSG tertekan berbarengan dengan aksi jual yang terjadi pada emerging market. Pasar emerging market merespon spekulasi kebijakan bank sentral Eropa yang akan mengakhir program pembelian aset.

Nilai tukar rupiah +0,12 persen di posisi Rp13.922 per USD. (11.30 am).


Bursa Asia

Market saham Asia melorot ke zona merah pada trading hari Jumat (8/6) pagi. Sebagian besar indeks saham regional tercatat turun karena para pemodal berubah sikap hati-hati setelah penguatan baru-baru ini di awal pekan.

Tekanan pada saham banking dan di sisi lain saham konsumer naik tipis mengantarkan Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang bergerak flat. Di Australia Indeks S&P/ASX200 juga hanya menguat tipis 0,02 persen.

Sementara itu Indeks Kospi di bursa Korsel turun 0,43 persen tertekan oleh saham-saham otomotif dan tekno. Harga saham Samsung Electronics dari sektor tekno turun 1,28 persen.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong juga bergerak dalam tekanan terbebani saham-saham tekno dan finansial. Adapun pasar saham China daratan juga bergerak negatif seiring tekanan yang terjadi pada indeks Shanghai.

Para pemodal di bursa saham regional mencermati aksi jual di emerging market yang dimotori oleh pasar saham Brazil. Para pemodal berubah ke pasar obligasi di tengah kekhawatiran atas emerging market disertai harga surat utang pemerintah USA naik pada sesi terakhir. Pada Jumat ini, yield obligasi pemerintah USA tenor 10 tahun di posisi 2,94 persen dari posisi sebelumnya di level 2,97 persen.

Analis National Australia Bank, Ray Attrill berpandangan meskipun tidak ada katalis sebelumnya bagi tekanan pada pasar emerging market (tidak termasuk Asia) baru-baru ini adalah relevan terkait sikap bank sentral Eropa untuk mengakhiri program kebijakan pembelian aset.

Investor juga mengarahkan perhatian terhadap G7 Summit di Kanada pada Jumat dan Sabtu pekan ini. Diperkirakan isu yang jadi pusat perhatian sehubungan proteksionisme dan perdagangan internasional.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,42% ke posisi 22.728,74. (11.30 am).

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -1,23% ke level 31.126,40.

Indeks Shanghai (China) -1,25% ke posisi 3.070,48.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,56% ke level 3.453,54. (11.30 pm).



Oil

Harga minyak bergerak stabil pada perdagangan hari Jumat (8/6) pagi di bursa komoditas Asia. Venezuela berjuang untuk memenuhi kewajiban pasokannya kepada OPEC . Harga juga ditopang pemangkasan produksi yang masih berlangsung yang dimotori oleh OPEC meskipun sentimen lonjakan produksi minyak USA sudah meningkat.

Harga minyak Brent di posisi USD75,24 per barel (pukul 03.17 GMT). Sementara minyak WTI naik 9 sen ke level USD66,04 per barel.



(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author