Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Momentum Bullish IHSG Melemah

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Momentum Bullish IHSG Melemah

Posted by Written on 08 June 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (7/6), bursa saham Asiadibuka melemah melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah penguatan euro dan kenaikan harga minyak, jelang pertemuan G7 akhir pekan ini di Kanada.

Perdagangan hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,14% yang diwarnai kejatuhan harga saham sektor pertambangan 0,21%, ketika sektor keuangan bergerak mendatar. Pelemahan indeks sedikit mereda 0,03% (-1,80 poin) di posisi 6.055,50 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat tiis 0,02% (3,88 poin) menjadi 22.827,14, setelah dibuka melemah 0,11%, tertekan oleh pelemahan haarga saham perbankan meskipun saham konsumer menguat. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,32% dpimpin penurunan harga saham otomotif dan teknologi, dan berlanjut turun 0,36% ke level 2.461,74.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,25% (-77,37 poin) ke level 31.435,26 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China terkikis 0,29% menjadi 3.100.60.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa ssahaam global dan regional, setelah berhasil melaju 0,61% menembus level 6.106 pada sesi perdagangan kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan proses konsolidasi jelang libur Lebaran yang akan diwarnai aksi investor jangka pendek untuk mengamankan portofolionya. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi konsolidasi dengan momentum bullish yang melemah di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan regional serta naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah dan batubara diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentangsupport di level 6.070 dan resistance di 6.140.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:BBTN (Spec Buy, Support: Rp3.000, Resist: Rp3.130),AKRA (Spec Buy, Support: Rp4.640, Resist: Rp4.870),SIDO (Spec Buy, Support: Rp840, Resist: Rp870),MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.130, Resist: Rp1.230).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah dipicu aksi jual sejumlah emiten teknologi di tengah lonjakan harga saham emiten terkai minyak. Raksasa teknologi Alphabet, Microsoft, dan Netflix turun lebih dari 1%. Sebaliknya, produsen minyak Chevron melonjak 2,8%, dan Apache melambung 5,5%. Emiten jasa perminyakan Halliburton naik 1,3%. Saham McDonald's melesat 4,4% setelah mengkonfirmasikan rencana memangkas jumlah pekerjaan di AS untuk menghemat USD500 juta. Sejauh ini investor masih terlihat mengabaikan kekhawatiran terhadap konflik perdagangan AS dengan sejumlah mitra dagangnya jelang KTT G7 di Kanda akhir pekan ini, meskipun harga saham Boeing melorot 1,4%.

Nasdaq Composite ditutup anjlok 0,7% (-54,17 poin) ke level 7.635,07.

Dow Jones Industrial Average naik 0,38% (95,02 poin) menjadi 25.241,41.

Standard&Poor's 500 melemah 0,07% (-1,98 poin) di posisi 2.770,37.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,57% menjadi USD25,78.

Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup melemah karena investor terus mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Indeks European Stoxx 600 turun 0,24% menjadi 385,94 dipimpin kejatuhan harga saham sektor perjalanan dan wisata sebesar 1,7%. Saham perusahaan katering Elior Group terpuruk lebih dari 4%, dan Saham Remy Countreau terperosok hampir 4,8%. Sebaliknya saham Saham Auto Trader melambung lebih dari 8,7% setelah membukukan peningkatan 7%. Rilis data pesanan industri Jerman periode April turun 2,5%, melebihi penurunan bulan sebelumnya 1,1%. Eurostat mencatat pertumbuhan kuartal pertama di zona euro melambat menjadi 0,4%.

FTSE 100 London turun 0,10% (-7,97 poin) menjadi 7.704,40.

DAX 30 Frankfurt menyusut 0,15% (-19,02 poin) ke posisi 12.811,05.

CAC 40 Paris tergerus 0,17% (-9,20 poin) di level 5.448,36.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ppagi tadi juga ditutup melemah, tertekan oleh kenaikan euro yang menembus level tertinggi tiga pekan terhadap dolar. Investor meningkatkan ekspektasinya bahwa rapat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) akhir pekan depan akan menandai pengakhiran program pembelian obligasi akhir tahun ini. Kepala Ekonom ECB, akan membahas kemungkinan untuk mengakhiri pembelian obligasi akhir tahun ini. Bank sentral Jerman dan Belanda mendukung pengakhiran program pelonggran kuantiatif ECB. Indeks dolar AS yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,19% menjadi 93,435.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1795-0.0005-0.04%7:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3420-0.0003-0.02%7:35 PM
Yen (USD-JPY)109.67-0.03-0.03%7:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.39210.0037+0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,875.0022.50+0.16%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 7/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, ditandai dengan lonjakan harg minyak Brent hampir USD2 per barel. Investor terpengaruh oleh kekhawatiran kejatuhan ekspor Venezuela dan kemungkinan OPEC tidak meningkatkan produksi pada pertemuan bulan ini. Melambungnya produksi minyak AS membatasi penguatan harga WTI, memperlebar diskon grade Brent menjadi lebih dari USD11 per barel. Menteri Perminyakan Aljazair mengindikasikan OPEC akan fokus untuk menyeimbangkan pasar ketimbang meningkatkan produksi.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,0 (2,7%) menjadi USD77,36 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,22 (1,9%) menjadi USD65,95 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup naik, terangkat oleh depresiasi dolar AS, tetapi kenaikannya relatif terbatas karena investor berada dalam pola wait-and-see, mencari petunjuk arah hasil rapat Federal Reserve, pekan depan, terkait laju kenaikan suku bunga Amerika. Investor juga mengantisipasi KTT pemimpin AS dan Korea Utara, 12 Juni, dan rapat ECB pada 14 Juni.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.297,20 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik USD1,60 jadi USD1.303 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author