Bursa Pagi: Asia Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Pola Uptrend Jangka Panjang

Bursa Pagi: Asia Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Pola Uptrend Jangka Panjang

Posted by Written on 07 June 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (7/6) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan tajam indeks saham acuan Wall Street yang mengabaikan ancaman perang dagang AS dengan sejumlah negara mitra dagangnya, jelang pertemuan G7 di Kanada.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,19% yang ditopang oleh kenaikan harga saham di sektor pertambangan. Saham raksasa tambang Rio Tinto dan BHP melonjak 1,77% dan 1,62%. Indeks melaju 0,53% (32,00 poin) ke level 6.057,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melonjak 0,82% (184,76 poin) ke posisi 22.810,49, setelah dibuka melaju 0,69% didukung oleh kenaikan harga saham di sektor keuangan dan perbankan, serta otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka naik 0,67% diwarnai kenaikan harga saham perbankan dan produsen besi baja, dan berlanjut melejit 0,94% ke level 2.476,78.

Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,66% (205,53 poin) ke level 31.464,63 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,19% ke posisi 3.121,18.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren penguatan indeks acuan di bursa Wall Street dan regional, setelah ditutup turun 0,31% ke level 6.069,713 pada sesi perdagangan kemarin yang diwarnai aksi jual asing. Sejumlah analsis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih mengikuti pola uptren jangka panjang jelang libur panjang pekan depan. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan indeks dengan indikasi overbought.

Tim Riset indo Premier berpendapat menguatnya indeks bursa global dan regional serta rupiah yang konsisten di bawah level psikologis Rp 14.000 diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu terkoreksinya beberapa harga komoditas rawan dimanfaatkan untuk profit taking saham sektor pertambangan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.030 dan resistance di 6.100.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI (Spce Buy, Support: Rp3.100, Resist: Rp3.190), WTON (Spec Buy, Support: Rp442, Resist: Rp480), PPRO (Spec Buy, Support: Rp161, Resist: Rp169), ADRO ( SELL , Support: Rp1.925, Resist: Rp2.050).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan tajam didukung lonjakan harga saham perbankan, mengabaikan kekhawatiran perang dagang. Kenaikan harga saham perbankan ditopang oleh pernyataaan pejabat Bank Sentral Eropa, tentang rencana rapat pekan depan untuk membahas akhir program stimulus mereka, sehingga mendorong ekspektasi bahwa perbankan akan menikmati suku bunga yang lebih tinggi.

Saham JPMorgan Chase, Citigroup dan Bank of America melesat sedikitnya 2%. Pasar mengabaikan aksi balasan dari Meksiko, Kanada dan mitra dagang lainnya terhadap kebijakan perdagangan AS. Emiten Dow yang terkait dengan perdagangan internasional mencetak kenaikan tertinggi; Caterpillar melambung 2,3% dan Boeing 3,1%. Tesla Motors membubung 9,7 % persen setelah CEO Elon Musk mengungkap keyakinannya bahwa pabrikan mobil listrik itu akan mencapai target produksi untuk sedan Model 3.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,40% (346,41 poin) ke level 25.146,39.

Standard&Poor's 500 melaju 0,86% (23,55 poin) ke posisi 2.772,35.

Nasdaq Composite naik 0,67% (51,38 poin) menjadi 7.689,24.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,59% menjadi USD26,19.
Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir mixed cenderung menguat, suasana perdagangan sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran terahdap belanja fiskal di Italia. Indeks European Stoxx 600 turun tipis 0,01 poin menjadi 386,88, dipimpin kejatuhan harga saham RPC Group hampir 12% setelah mengumumkan penjualan beberapa aset non-inti. Sebaliknya, Harga saham perusahaan media Schibsted melonjak 4,5% setelah upgrade peringkat, dan WH Smith melesat hampir 7,5%.

Pernyataan Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB), Peter Praet tentang rencana rapat pekan depan yang akan membahas upaya mengurangi program pembelian obligasi bulanan sebesar 30 miliar euro - langkah pertama menuju normalisasi kebijakan - ikut mendongkrak indeks. . Indeks FTSE MIB Italia, pulih kembali, setelah menguat 0,26%.

DAX 30 Frankfurt naik 0,34% (42,94 poin) menjadi 12.830,07.

FTSE 100 London menguat 0,33% (25,57 poin) ke posisi 7.712,37.

CAC 40 Paris melemah 0,06% (-3,39 poin) di level 5.457,56.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertekan lonjakan nilai tukar euro didukung pernyataan pejabat ECB untuk membahas kemungkinan penghentikan program stimulusnya akhir tahun ini. Kepala Bundesbank, Jerman mengatakan ekspektasi pasar untuk mengakhiri pembelian obligasi tahun ini cukup masuk akal. Banyak tradermemperkirakan ECB akan tetap berhati-hati dalam rapat 14 Juni mendatang, mengingat ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis politik di Italia. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,28% menjadi 93,262. Euro melesat ke posisi USD1,1796, level tertinggi sejak 22 Mei.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17830.0009+0.08%7:43 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3420.0007+0.05%7:43 PM
Yen (USD-JPY)110.14-0.04-0.04%7:43 PM
Yuan (USD-CNY)6.3884-0.0177-0.28%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)3,852.50-27.50-0.20%4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, di tengah kekhawatiran kenaikan pasokan globalmerespon lonjakan stok minyak AS, dan isyarat Arab Saudi serta beberapa produsen besar untuk menaikkan output. Persediaan minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu naik 2,1 juta barel, bertolak belakang dengan ekspektasi penurunan 1,8 juta barel. Stok BBM juga menunjukkan peningkatan.

Produksi minyak mentah Amerika mencapai rekor 10,8 juta bph dalam sepekan, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS. Harga minyak mentah WTI turun lebih cepat ketimbang Brent sehingga memperlebar spread harga menjadi USD10,74 per barel. AS secara tidak resmi meminta Saudi dan produsen OPEC lain untuk meningkatkan produksi menjelang pertemuan OPEC dan Rusia pada 22-23 Juni untuk membahas kemungkinan peningkatan produksi.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 79 sen (-1,2%) menjadi USD64,73 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen menjadi USD75,33 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir relatif stabil, bergerak dalam kisaran sempit di tengah depresiasi dolar dan ketegangan perdagangan AS dengan sejumlah mitra dagangnya. Antisipasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed pekan depan meredam kenaikan harga emas. Investor tidak bergairah bertransaksi dalam kondisi saat ini, karrena potensi kenaikan harga emas akibat tekanan geopolitik dinilai berisiko mengurangi dan membatasi pergerakan emas, ketimbang menaikkan harga.

Harga emas di pasar spot beregrak mendatar di posisi USD1.295,80 per ounce.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Agustus turun 80 sen (-0,1%) menjadi USD1.301,40 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author