Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Dekati Area Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Variatif, IHSG Dekati Area Jenuh Beli

Posted by Written on 06 June 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (6/6) dibuka variatifcenderung menguat, berusaha melawan pelemahan pergerakan indeks pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai berita memanasnya hubungan dagang AS dengan sejumlah negara.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,29%, didukung oleh kenaikan harga saham di sektor pertambangan, di tengah melemahnya harga saham perbankan. Penguatan indeks berlanjut 0,42% (25,10 poin) ke level 6.020,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik tipis 0,01% (1,37 poin) di posisi 22.540,91, setelah dibuka sedikit melemah 0,07%. Harga saham produsen besi baja dan utilitas melemah, sedangkan harga saham minyak menguat kembali. Bursa saham Korea Selatan, hari ini tutup di hari libur nasional.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,22% ke level 31.162,02 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China melemah 0,16% menjadi 3.109,17.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang bervariasi di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat siginifikan 1,23% ke level 6.088.791 didukung aliran masukk modal asing. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan terbatas dengan mengandalkan capital inflow. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya indeks bursa global dan regional serta naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu nilai tukar rupiah yang bertahan di bawah level 14.000 juga akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.030 danresistance di 6.140.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR (Buy, Support: Rp36.000, Resist: Rp36.950), UNVR (Spec Buy, Support: Rp45.600, Resist: Rp48.025), KLBF (Spec Buy, Support: Rp1.365, Resist: Rp1.465), HMSP (Spec Buy, Support: Rp3.730, Resist: Rp3.870).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir bervariasi, pergerakan indeks terbebani oleh kekhawatiran seputar perang dagang, tetapi Nasdaq mencatatkan rekor kedua berturut-turut. Ketegangan perdagangan mendominasi pemberitaan, menyusul pernyataan penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bahwa presiden AS lebih memilih perjanjian bilateral dengan Meksiko dan Kanada untuk merevisi NAFTA. 

Namun, pejabat Kanada dan Meksiko menyatakan akan tetap fokus pada kesepakatan perdagangan tiga negara tahun 1994 itu. Meksiko merilis daftar rinci produk AS yang akan dikenakan kenaikan bea masuk balasan. Sementara itu, hasil survei Business Roundtable menunjukkan kebijakan perdagangan Trump mulai membebani sentimen bisnis. Sedangkan laporan Institute for Supply Management menunjukkan indeks aktivitas sektor jasa AS periode Mei, mencapai 58,6, lebih tinggi dari ekspektasu 57,6.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,06% (-13,71 poin) di posisi 24.799,98.

Standar&Poor's 500 naik tipis 0,07% (1,93 poin) di posisi 2.748,80.

Nasdaq Composite naik 0,41% (31,40 poin) menjadi 7.637,86.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,96% menjadi USD25,78.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir variatif cenderung melemah, diwarnai kejatuhan harga saham perbankan. Indeks European Stoxx 600 melemah 0,31% menjadi 386,89, dipimpin kejatuhan harga saham Smurfit Kappa, lebih dari 6,4 persen. Saham Royal Bank of Scotland lebih dari 5% terpukul oleh rencana Inggris untuk menjual sebagian saham bank tersebut setelah bailout pada 2008 lalu. Indeks FTSE MIB Italia merosot lebih dari 1% setelah pidato perdana menteri baru Italia, Giuseppe Conte, yang menjanjikan "perubahan radikal" dan mengatakan pemerintah anti-kemapanan itu akan memperkenalkan basic income universal dan menindak imigrasi. Secara keseluruhan, sentimen pasar terbebani oleh berita kebijakan perdagangan AS terhadap China, Uni Eropa, Kanada dn Meksiko. Indeks PMI area euro periode Mei versi IHS Markit turun menjadi 54,1, terendah dalam 18 bulan terakhir.

FTSE 100 London anjlok 0,70% (-54,49 poin) ke level 7.686,80.

DAX 30 Frankfurt menguat 0,13% (16,38 poin) di posisi 12.787,13.

CAC 40 Paris turun 0,22% (-11,96 poin) menjadi 5.460,95.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga ditutup melemah terpukul oleh reli euro setelah Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengatakan tidak pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan zona euro. Penguatan Euro juga didukung oleh laporan Bloomberg, yang menyebutkan bahwa Bank Sentral Eropa kemungkinan akan menyimpulkan akhir program pelonggaran kuantitatifnya pada pertemuan kebijakan bulan ini. Pergerakan dolar juga terpengaruh oleh berita kebijakan perdagangan AS, yang mendapat ancaman balasan dari Meksiko yang akan memberlakukan tarif 20% terhadap impor beberapa produk AS. Peso Meksiko dan dolar Kanada melorot karena meningkatnya kekhawatiran perang dagang. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,17% menjadi 93,876.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.17210.0003+0.03%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.34040.0011+0.08%7:30 PM
Yen (USD-JPY)109.880.09+0.08%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.4061-0.0019-0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,880.002.50+0.02%4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/6/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, membalikkan kerugian setelah membukukan harga terendah hampir sebulan terakhir. Sebelumnya, Brent sempat menyentuh USD73,81 per barel, level terendah sejak 8 Mei, dan WTI menembus USD64,22, terendah sejak 10 April. 

Sumber OPEC menyebutkan, AS secara tidak resmi meminta Arab Saudi dan beberapa produsen OPEC untuk meningkatkan produksi minyak. Permintaan itu muncul setelah harga bensin ritel di AS melonjak ke level tertinggi dalam 3 tahun dengan harga rata-rata USD2,94 per galon. Arab Saudi dan Rusia sudah membahas peningkatan produksi minyak OPEC dan non- OPEC sekitar 1 juta bph menjelang pertemuan di Wina 22 Juni nanti. Hingga akhir pekan lalu, persediaan minyak mentah AS turun 2 juta barel menjadi 432,8 juta, menurut API, melampaui ekspektasi penurunan 1,8 juta barel. Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, menyusut 1 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 9 sen (0,12%) menjadi USD75,38 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, naik 77 sen (1,2%) menjadi USD77,52 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, terangkat oleh pergerakan indeks dolar yang menjauh dari level tertinggi enam bulan, kendati rrilis sejumlah indikator ekonomi AS memperlihatkan kenaikan menjelang rapat kenijakan The Fed. Pertumbuhan yang kuat dan pengetatan kondisi pasar tenaga kerja mendukung The Fed akan menaikkan suku bunga pekan depan, dan meningkatkan peluang untuk dua kenaikan lagi pada tahun ini. Analis mengatakan, kemungkinan tersebut sudah diperhitungkan dalam penguatan dolar beberapa waktu lalu, sehingga tidak mempengaruhi harga emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,53% menjadi USD1.298,41 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik USD4,90 menjadi USD1.302,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author