Bursa Pagi: Asia Menguat, IHSG Berpeluang Naik Rawan Koreksi

Bursa Pagi: Asia Menguat, IHSG Berpeluang Naik Rawan Koreksi

Posted by Written on 04 June 2018


Ipotnews - Awali pekan ini di awal Juni, Senin (4/6), bursa saham Asia dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu yang didorong oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang menguat.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,6% didukung kenaikan harga saham di sektor keuangan. Kenaikan indeks berlanjut 0,66% (39,30 poin) menjadi 6.029,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,21% (268,65 poin) ke level 22.440,00, setelah dibuka melonjak 1,03% di tengah penguatan harga saham di sektor otomotif dan perkapalan. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,19% dan berlanjut naik 0,26% ke posisi 2.445,27.

Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 1,13% ke level 30.836,77 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga naik 0,27% menjadi 3.083,43.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa global dan regional, setelah ditutup turun 0,46% ke level 5.983 pada akhir sesi perdagangan akhir pekan lalu, gagal menembus level 6.100. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan diwarnai oleh rilis data inflasi BPS dan adanya sejumlah sentimen positif pola penguatan rupiah, diharapkan mampu mengangkat IHSG untuk kembali ke zona hijau.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta menguatnya harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batubara diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks. Pernyataan S&P yang menetapkan Indonesia tetap pada peringkat investment grade diperkirakan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 5.940 dan resistance di 6.025.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ANTM (Spec Buy, Support: Rp850, Resist: Rp880), INDY (Spec Buy, Support: Rp3.690, Resist: Rp3.800), ERAA (Spec Buy, Support: Rp2.520, Resist: Rp2.620), ADRO (Spec Buy, Support: Rp1.850, Resist: Rp1.940).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat didukung rilis data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Data tenaga kerja AS periode Mei tercatat sebanyak 223.000, jauh di atas perkiraan sebesar 188.000. Sedangkan upah rata-rata per jam naik 0,3% dan persentase pengangguran turun 3,8%. Analis mengatakan rilis data ketenagakerjaan yang menguat signifikan akan mendorong The Fed untuk bersikap hawkish dengan tendensi empat kalu menaikkan suku bunga. Harga saham-saham teknologi menguat, dipimpin lonajakn harga saham Apple 1,8% mencatatkan rekor penutupan tertinggi. Harga saham perbankan besar juga menguat sekitar 1%, dipimpin kenaikan harga saham Goldman Sachs 1,1%.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,90% (219,37 poin) ke posisi 24.635,21.

Standard&Poor's500 melonjak 1,08% (29,35 poin) ke level 2.734,62.

Nasdaq Composite melompat 1,51% (112,21 poin) menjadi 7.554,33.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,82% menjadi USD25,73.
Bursa saham utamaEropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat, seiring meredanya ketegangan politik di Igtalia dan Spanyol. Indeks European-Stoxx 600 naik 1,01% menjadi 386,91, ditopang kenaikan harga saham sektor perbankan sebesar 2%. Indeks IBEX 35 Spanyol melejit 1,76%, dan indeks FTSE MIB Italia melaju mendekati 1,5%. Presiden Italia Sergio Mattarella menyetujui kesepakatan koalisi partai populis, melantik Giuseppe Conte sebagai perdana menteri. Sementara itu, PM Spanyol Mariano Rajoy digulingkan pada Jumat pekan lalu melalui mosi tidak percaya, dan digantikan oleh pemimpin Partai Sosialis Pedro Sanchez.

FTSE 100 ondon naik 0,31% (23,57 poin) menjadi 7701,77.

DAX (30 Frankfurt melaju 0,95% (119,38 poin) ke posisi 12.724,27.

CAC 40 Paris melompat 1,24% (67,13 poin) ke level 5.465,53.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup menguat didukung rilis data ketenagakerjaan yang lebih baik dari ekspektasi. Namun laju kenaikan dolar tertahan oleh kekhawatiran akan aksi balasan Uni Eropa, Kanadda, dan Meksiko terhadap kebijakan tarif impor Trump. 

Angka pengangguran AS periode Mei turun ke posisi terendah dalam 18 tahun, sebesar 3,8%. Tingkat upah juga meningkat, medongkrak ekspekatasi empat kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. Poundsterling menguat terhadap dolar, terangkat oleh rilis data manufaktur Inggris periode Mei yang menunjukkan kenaikan. 

Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,19% menjadi 94,16, setelah sempat menyentuh 94,45.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1659-0.0034-0.29%6/1/2018
Poundsterling (GBP-USD)1.33460.0048+0.36%6/1/2018
Yen (USD-JPY)109.540.72+0.66%6/1/2018
Yuan (USD-CNY)6.42040.0098+0.15%6/1/2018
Rupiah (USD-IDR)13,895.50-97.00-0.69%5/31/2018

Sumber : Bloomberg.com



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu berakhir turun, diwarnai kenaikan produksi minyak AS yang hampir menyamai Rusia sebagai produsen minyak terbesar. Harga minyak WTI turun 3% dibanding pekan sebelumnya, sedangkan minyak Brent masih naik 0,5% dibanding pekan sebelumnya. Badan Infomasi Energi (EIA) mengatakan produksi minyak AS pada lalu Maret naik 215,000 barel per hari, mencapai rekor baru menjadi 10,47 juta bph. Lembaga riset energi Baker Hughes menyebutkan, total jumlah anjungan minyak AS yang beroperasi hingga akhir pekan lalu mencapai 861 rig, tertinggi sejak Maret 2015. Apresiasi dolar AS ikut menekan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,23 (-1,8%) menjadi USD65,81.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 81 sen (-1%) menjadi USD76,75.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu juga ditutup turun, terpengaruh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih tinggi dari perkiraan sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Harga logam mulia sensitif terhadap kenaikan suku bunga, turun 0,5% secara mingguan di pasar spot. Para pemodal wait and see untuk melihat apakah the Fed akan menaikkan suku bunga dalam rapat bulan ini. Di lain pihak, investor mewaspadai kekhawatiran akan memburuknya hubungan AS dengan para mitra dagangnya.

Harga emas di pasar spot turun 0,34% menjadi USD1.293,51 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Agustus turun USD5,40 menjadi 1.299,3 USD per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author