Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Pertahankan Teknikal Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Pertahankan Teknikal Rebound

Posted by Written on 17 May 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (17/5) dibuka cenderung menguat mengikuti tren positif indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang diwarnai bertahannya imbal hasil US Treasury-10 tahun di atas 3%, dan kenaikan harga minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,05%, terbebani penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,9%, mengalahkan kenaikan harga saham di sektor pertambangan dan energi. Penurunan indeks berlanjut 0,27% (-16,30 poin) ke level 6.090,70 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,43% (96,59 poin) ke posisi 22.813,82, setelah dibuka melaju 0,45% mengabaikan rilis data pemesanan mesin periode Maret, di tengah kenaikan harga saham sektor perbankan. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,39% didukung kenaikan harga saham teknologi dan manufaktur, dan berlanjut melaju 0,42% menjadi 2.470,12.

Lanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,99% ke level 31.416,71 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka mendatar di posisi 3.170,01.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah berhasil keluar dari zona merah pada penutupan sesi perdagangan kemarin, menguat 0,05% di posisi 5.841,464.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat jelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diekspektasikan akan menaikkan suku bunga. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan di area oversold.

Tim Riset Indo Preier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel dan batubara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu ekspektasi bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps akan menjadi tambahan sentimen positif. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 5.775 dan resistance di 5.900.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADRO (Spec Buy, Support: Rp1.700, Resist: Rp1.900), 

PTPP (Spec Buy, Support: Rp2.160, Resist: Rp2.340), ADHI (Spec Buy, Support: Rp1.800, Resist: Rp1.960), WSBP (Spec Buy, Support: Rp372, Resist: Rp392).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir rebound, didukung rilis data industri AS yang optimistis dan kinerja emiten yang positif, mengimbangi data perumahan yang melemah dan kekhawatiran inflasi. Imbal hasil US Treasury 10-tahun yang bergerak naik, menembus 3,1 persen, dan kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran terhadap laju inflasi, dibayangi rilis data makro yang relatif positif.

Rilis data produksi industri periode April melonjak 0,7%, didorong oleh cuaca dingin yang mendongkrak output utilitas , manufaktur dan pertambangan. Namun pembangunan perumahan, terutama apartemen, melemabat 3,7%. Ancaman Korea Utara untuk menarik diri dari KTT Juni, meredam laju indeks.

Dow Jones Industrial Average naik 0,25% (62,52 poin) menjadi 24.768,93.

Standard&Poor's 500 menguat 0,41% (11.01 poin) ke level 2.722,46.

Nasdaq Composite melaju 0,63% (46,47 poin) ke posisi 7.398,29.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,28% menjadi USD24,52.

Bursa saham utamaEropa tadi malam ditutup cenderung menguat, meskipun ada kenaikan suku bunga untuk surat utang Italia. Indeks Europeaan-Stoxx 600 naik 0,21% menjadi 393,21, di tengah anjloknya indeks saham acuan di bursa Italia, 2,4% karena kekhawatiran terhadap pemerintahan di masa mendatang, dan melorotnya euro. Pelaku pasar juga mengkhawatirkan ketidakpastian geopolitik terbaru, setelah Korea Utara membatalkan rencana untuk menggelar pembicaraan dengan Korea Selatan, setelah Seoul menggelar lathan militer gabungan dengan AS. Rilis data inflasi Jerman periode April turun 0,1% dari bulan sebelumnya, menimbulkan tekanan bagi Bank Sentral Eropa.

FTSE 100 London menguat 0,15% (11,22 poin) menjadi 7.734,20.

DAX 30 Frankfurt naik 0,20% (26,29 poin) di level 12.996,33.

CAC 40 Paris bertambah 0,26% (14,38 poin) ke posisi 5.567,54.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga berakhir menguat, menyentuh level tertinggi lima bulan, didukung data ekonomi AS yang relatif kuat. Sedangkan euro melemah terbebani kemungkinan Italia akan mencari pengampunan utang dari kreditor Eropa. Data produksi manufaktur AS periode April meningkat, meskipun secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang melambat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Data belanja konsumen AS meningkat mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun ke level tertinggi tujuh tahun, sebesar 3,095%. Dolar menguat sekitar 1,7 persen bulan ini, didorong oleh pandangan bahwa Federal Reserve akan lebih cepat menerapkan normalisasi kebijakan. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,19% menjadi 93,393, setelah semoat melesat ke posisi 93,632, tertinggi sejak 19 Desember.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.18190.0011+0.09%7:06 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.35450.0059+0.44%7:06 PM
Yen (USD-JPY)110.34-0.06-0.05%7:06 PM
Yuan (USD-CNY)6.3715-0.006-0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,097.0059.70+0.43%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/5/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, mengabaikan dampak penguatan dolar, setelah laporan persediaan minyak mentah dan bensin AS turun melebihi perkiraan. Laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA) AS mengungkapkan, persediaan minyak mentah AS hingga 11 Mei lalu, turun 1,4 juta barel melebihi ekspektasi analis sebesar 763.000 barel. Stok bensin Amerika merosot 3,79 juta barel, melebihi perkiraan penurunan sebesar 1,42 juta barel.

Dalam laporan bulanannya, Badan Energi Internasional, Paris memperingatkan permintaan global kemungkinan akan melandai tahun ini karena harga minyak mentah mendekati USD80 per barel dan banyak negara pengimpor utama tidak lagi memberikan subsidi bahan bakar. IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global 2018 menjadi 1,4 juta bph, dari 1,5 juta bph.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 87 sen menjadi USD79,30 per barel.

Harga minyakmentah berjangka WTI naik 22 sen menjadi USD71,53 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, bangkit dari level terendah empat setengah bulan dipicu aksi short-covering para trader emas, setelah dolar AS menjauh dari level tertinggi 2018 dan imbal hasil US Treasury berada di dekat tingkat tertinggi multi-tahun. Harga emas hampir tidak merespons perkembangan geopilitik Korea Utara yang kemungkinan tidak akan menghadiri KTT12 Juni. Pyongyang juga membatalkan perundingan dengan Seoul setelah digelarnya latihan militer Korsel-AS.

Kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun yang mendekati level tertinggi, membatasi penguatan emas. Emas mengalami pelemahan satu hari terbesar, 1,7% pada perdagangan Selasa kemarin, ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari dan level psikologis USD1.300 per ounce.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.292,19 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik USD1,20, (0,1%) menjadi USD1.291,50 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author