Bursa Pagi: Global-Regional Kurang Gairah, IHSG di Area Netral

Bursa Pagi: Global-Regional Kurang Gairah, IHSG di Area Netral

Posted by Written on 15 May 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (15/4) dibuka sideways cenderung melemah, merespon akhir perdagangan di bursa saham utama Eropa yang melemah dan hanya sedikit menguat di di bursa Wall Street. Investor tidak terlalu menanggapi meredanya ketegangan perdagangan AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,07%, terbebani oleh penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,4%. Pelemahan indeks berlanjut 009% (-5,80 poin) di posisi 6.129,50 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak sedikit melemah 0,03% (-6,00 poin) di level 22.859,86, setelah dibuka sedikit menguat 0,04% dipimpin kenaikan harga saham perbankan dan asuransi. Indeks Kospi, Korea Selatan turun tipis 0,03%, dan berlanjut melemah 0,16% menjadi 2.472,22.

Berusaha keluaar dari tekanan pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,10% di posisi 31.573,18 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,20% menjadi 3.180,42.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks yang kurang bergairah di bursa saham global dan regional, setelah gagal bertahan di zona hijau pada sesi perdagangaan kemarin dan ditutup melemah 0,17% di posisi 5.947,155.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat, dengan memperhatikan rilis data perdagangan, harga komoditas dan perkembangan nilai tukar rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi untuk melakukan rebound yang tertahan di area netral.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan adanya harapan akan berkurangnya ketegangan dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu naiknya harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, timah dan Batubara akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.900 dan resistance di 5.990.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: CPIN (Spec Buy, Support: Rp3.430, Resist: Rp3.560), 

JPFA (Spec Buy, Support: Rp1.570, Resist: Rp1.640), MYOR (Buy on Weakness, Support: Rp2.800, Resist: Rp2.930), BBCA (Spec Buy, Support: Rp22.500, Resist: Rp23.400).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi ditutup menguat, memperpanjang reli kenaikan sejak pekan lalu di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Investor dihibur oleh berita Presiden Donald Trump menawarkan China sebuah "perdamaian" sengketa perdagangan, dan berjanji untuk meringankan sanksi AS terhadap produsen peralatan telekomunikasi China, ZTE. Produsen komponen optik pemasok ZTE; Oclaro dan Lumentum masing-masing melambung 2,9% dan 2,2%. Acacia Communications melesat 8,7%, dan Boeing menguat 0,6%.

Dow Jones Industrial Average naik 0,27% (68,24 poin) menjadi 24.899,41.

Standard&Poor's 500 menguat 0,09% (2,41 poin) di posisi 2.730,13.

Nasdaq Composite bertambah 0,11% (8,43 poin) di level 7.411,32.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi USD25,18.

Bursa saham utamaEropatadi malam berakhir melemah, perhatian investor tertuju pada politik Italia, hubungan perdagangan antara Amerika dan China, serta penguatan harga minyak mentah dunia. Indeks Europaan-Stoxx 600 turun 0,05% menjadi 392,19, dipimpin kejatuhan harga saham sektor jasa keuangan sebesar 1,1% dan telekomunikasi 0,9%. Saham BT Inggris anjlok 2,4% setelah mengumumkan akan memangkas 13.000 pekerja dalam tiga tahun ke depan. Sektor perawatan kesehatan dan perjalanan dan wisata menguat 1,4%, dipimpin kenaikan harga saham perusahaan perjudian Paddy Power Betfair dan William Hill, masing-masing 11,9% dan 10,7%, merespon keputusan Mahkamah Agung AS yang melegalkan taruhan olahraga.

FTSE 100 London turun 0,18% (13,57 poin) menjadi 7.710,98.

DAX 30 Frankfurt melemah 0,18% (23,53 poin) ke posisi 12.977,71.

CAC 40 Pari menyusut 0,02% (1,26 poin) di level 5.540,68.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga berakhir menguat, merespon meredanya ketegangan perdagangan AS-China. Presiden AS Donald Trump, mengatakan Washington dan Beijing berupaya mengembalikan bisnis pabrikan peralatan telekomunikasi China, ZTE, yang tertekan karena larangan impor AS. Momentum laju kenaikan dolar melemah setelah rilis data indeks harga konsumen AS pekan lalu menunjukkan pelemahan. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,05% menjadi 92,587.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.19320.0005+0.04%7:38 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.35630.0007+0.05%7:38 PM
Yen (USD-JPY)109.730.07+0.06%7:38 PM
Yuan (USD-CNY)6.33930.0053+0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,972.5012.50+0.09%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/5/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, setelah OPEC melaporkan kelebihan pasokan global hampir dieliminasi. Diskon minyak mentah WTI terhadap patokan global Brent melebar menjadi USD7,28, terbesar dalam lima bulan karena lonjakan output AS. Persediaan minyak AS di Cushing, Oklahoma, 8-11 Mei lalu turun sekitar 410.000 barel. Badan Informasi Energi AS melaporkan, produksi shale-oil AS diperkirakan mencapai rekor 7,18 juta barel per hari (bph). Para analis memperkirakan, sanksi AS terhadap Iran akan mengurangi pasokan minyak mentah Iran sebesar 200.000-500.000 bph ke pasar global.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,11 menjadi USD78,23 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 26 sen menjadi USD70,96 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, terpengaruh apresiasi dolar AS. Harga logam mulia tetap dalam kisaran ketat karena investor menunggu rilis data ekonomi AS. Pertumbuhan penjualan ritel AS akan mengindikasikan penguatan ekonomi AS sehingga akan memperkuat alasan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Analis memperkirakan, harga emas diperkirakan tetap di kisaran sempit tahun ini, antara USD1.300 dan USD1.350, kecuali fundamental pasokan atau permintaan berubah secara dramatis. Pedagang mengatakan penurunan impor emas oleh India, konsumen terbesar, ikut merusak sentimen.

Harga emas di pasat spot turun 0,27% menjadi USD1.314,16 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun USD2,50 menjadi USD1.318,20 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author