Bursa Pagi: Asia Datar, Konsolidasi IHSG Berpotensi Terkoreksi

Bursa Pagi: Asia Datar, Konsolidasi IHSG Berpotensi Terkoreksi

Posted by Written on 14 May 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (14/5), bursa saham Asia bergerak cenderung mendatar pada awal sesi perdagangan, diwarnai pergerakan harga miyak yang cenderung stabil setelah menguat, mendongkrak harga saham-saham sektor energi akhir pekan lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan dengan mencatatkan kenaikan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,05%. Kenaikan harga saham energi dan pertambangan, diredam oleh penurunan harga saham sektor keuangan. Penguatan indeks berlanjut 0,07% (4,50 poin) ke posisi 6.120,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak mendatar di level 22.761,75, setelah dibuka melemah 0,06%, tertekan penurunan harga saham otomotif, mesin teknologi tinggi, dan perminyakan, di tengah melesatnya harga saham sektor real estat sebesar 2,36%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,3%, namun berlanjut melemah 0,08% menjadi 2.475,84.

Dorong tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meompat 1,21% (376,30 poin) ke level 31.498,36 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka datar di posisi 3.163,25.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham Asia yang berfluktuasi, cenderung mendatar, setelah ditutup menguat signifikan 0,83% ke level 5.956,832 pada akhir perdagangan pekan lalu.

Sejumlah analis memprediksi pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, namun akan terpengaruh oleh pergerakan harga komoditas dan fluktuasi rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi, cenderung bergerak mendatar setelah keluar dari zona jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks bursa global dan regional serta kenaikan beberapa harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif. Tambahan sentimen positif juga datang dari penguatan nilai tukar rupiah seiring ekspektasi kenaikan suku bunga acuan BI. Di sisi lain aksi terorisme di Surabayadiprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 5.915 dan resistance di 5.990.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INDF (Spec Buy, Support: Rp6.375, Resist: Rp6.600), UNTR (Buy, Support: Rp34.000, Resist: Rp36.800), INCO (Spec Buy, Support: Rp3.150, Resist: Rp3.290), BBTN (Spec Buy, Support: Rp2.900, Resist: Rp3.200).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu ditutup cenderung menguat didukung reli harga saham sektor energi yang melesat 3,8%, namun masih menyisakan indeks Nasdaq di zona merah. Secara mingguan Indeks Dow Jones menguat 2,3%, tertinggi sejak Maret lalu. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing 2,4% dan 2,7% secara mingguan. Sepanjang pekan lalu, saham sektor teknologi juga menguat, naik 3,5%, saham Facebook dan Google naik hingga 5%, dan Apple mencatat all time high. Harga minyak terus melaju setelah Presiden USA Donald Trump menyatakan USA menarik diri dari kesepakatan perjanjian program nuklir dengan Iran.

Dow Jones Industrial Average naik 0,37% (91,64 poin) ke level 24.831,17.

Standard&Poor's 500 menguat 0,17% (4,65 poin) ke posisi 2.727,72.

Nasdaq Composite melemah tipis 0,03% (-2,09 poin) menjadi 7.402,88.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,47% menjadi USD25,35.

Bursa saham utamaEropaakhir pekan lalu juga ditutup cenderung menguat, melanjutkan kenaikan beruntun terlama dalam 3 tahun terakhir. Indeks European-Stoxx 600 naik 0,11% menjadi 392,40, didukung maraknya aktivitas merger dan akuisisi di tengah aktivitas transaksi meningkat menyambut rilis laporan kinerja emiten. Sektor berbasis sumber daya alam memimpin penguatan indeks, melompat 1,7% , ditopang oleh melambungnya harga saham Sika sebesar 8,7%. Emiten sektor lain seperti Daily Mail and General Trust naik 2,3 %, setelah perusahaan private equity asal USA, Silver Lake Management Company setuju untuk membeli saham ZPG di Zoopla an PrimeLocation senilai 2,2 miliar pound. Daily Mail and General Trust adalah pemegang saham terbesar ZPG.

FTSE 100, London naik 0,31% (23,58 poin) ke level 7724,55.

DAX 30, Frankfurt turun 0,17% (-21,63 poin) menjadi 13.001,24.

CAC 40 Paris melemah 0,07% (-4,01 poin) di posisi 5541,94.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah memasuki hari ketiga berturut-turut, digempur aksi ambil untung para trader pasca penguatan dolar ke level tertinggi pada Rabu lalu, di tengah ekspektasi melebarnya kesenjangan suku bunga AS dengan negara lain. Secara keseluruhan, indeks dolar turun tipis 0,04% dibanding akhir pekan sebelumnya. Indeks dolar AS yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju turun 0,12% menjadi 92,537.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.19430.0028+0.23%
Poundsterling (GBP-USD)1.35420.0023+0.17%
Yen (USD-JPY)109.39-0.01-0.01%
Yuan (USD-CNY)6.3340-0.0152-0.24%
Rupiah (USD-IDR)13,960.00-124.00-0.88%

Sumber : Bloomberg.com, 11/5/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa berjangka komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup melemah, meski demikian harga minyak masih di dekat level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Secara mingguan harga minyak Brent naik 3% dan WTI naik 1,4%. Harga minyak dunia naik hingga 4 persen setelah AS meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran yang ditandatangani pada 2015. Para analis memperkirakan harga minyak akan menguat seiring penurunan ekspor minyak Iran beberapa bulan mendatang.

Harga minyak berjangka WTI turun 66 sen menjadi USD70,70 per barel.

Harga minyak berjangka Brent turun ke posisi USD77,04 dari USD78 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup cenderung melemah, namun secara mingguan menguat dibanding pekan sebelumnya, seiring kenaikan harga komoditas logam secara keseluruhan. Pelaku pasar merespon pelemahan dolar AS selama tiga hari berturut-turut, setelah menguat selama 3 pekan terakhir. Harga emas di pasar spot sempat menyentuh level USD1.325,96 per ounce, tertinggi sejak 25 April lalu, dan secara mingguan naik 0,5%.

Harga emas spot turun 0,1% menjadi USD1.3120 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun sebesar USD1,60 menjadi USD1.320,70.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author