Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, Laju IHSG Dibayangi Profit Taking

Posted by Written on 11 May 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (11/5), bursa saham Asia dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks saham acuan di bursa utama Eropa dan AS, di tengah pelemahan dolar AS dan kenaikan harga minyak dan emas.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,25% didukung kenaikan harga saham hampir di semua sektor, meskipun indeks sektor keuangan turun 0,29%. Penguatan indeks berlanjut 0,17% (10,60 poin) menjadi 6.129,30 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,74% (167,43 poin) ke level 22.664,61, setelah dibuka melaju 0,68% didorong kenaikan harga saham sektor teknologi dan keuangan, kendati harga saham sektor pertambangan rontok 3,56%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,55% di dorong sektor teknologi dan otomotif, dan berlanjut stabil di level 2.477,71.

Perkuat tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,11% (342,58 poin) ke level 31.1151,80 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite dibuka menguat 0,17% menjadi 3.179,80.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional, setelah ditutup dengan membukukan kenaikan signifikan, melesat 2,30% ke level 5.907,938 sebelum libur Kamis kemarin.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini, masih berpotensi melanjutkan kenaikan, kembali ke atas level 6.000 dibayangi kemungkinan adanya aksi profit taking dan tekanan lanjutan pada rupiah. Secara teknikal beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation, meninggalkan area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat menguatnya indeks bursa global yang dipicu oleh rendahnya data inflasi AS di bulan April dan naiknya harga komoditas seperti minyak mentah dan batubara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya tekanan agar BI menaikan suku bunga acuan untuk menahan laju pelemahan rupiah akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 5.790dan resistance di 6.015.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.125, Resist: Rp1.265), 

BBRI (Spec Buy, Support: Rp3.110, Resist: Rp3.300), INTP (Spec Buy, Support: Rp16.700, Resist: Rp18.750), HMSP (Spec Buy, Support: Rp3.600, Resist: Rp3.860).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat merespon data inflasi AS yang dinilai berpeluang mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS periode April naik 0,2% namun masih di bawah prediksi sejumlah analis sebesar 0,3%. 

Analis mengatakan tekanan harga untuk saat ini tidak mungkin mendorong The Fed untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga. Klaim pengangguran mingguan mendekati level terendah 48 tahun sebesar 211.000. 

Harga saham sektor energi melesat lebih dari 9% dalam sebulan terakhir, terdongkarak kenaikan harga minyak. Sejumlah emiten termasuk Apple, ExxonMobil, IBM, Johnson and Johnson serta Disney melesat di atas 1%. Qualcomm melonjak 3,4% setelah mengumumkan otorisasi senilai USD10 miliar dalam pembelian kembali saham tambahan. Ford melesat 1,3 persen menyusul pengumuman penangguhan produksi pada truk pickup terlarisnya, F-150.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,80% (196,99 poin)ke level 24.739,53.

Standard&Poor's 500 melompat 0,94% (25,28 poin) ke posisi 2.723,07.

Nasdaq Composite naik 0,89% (65,07 poin) menjadi 7.404,97.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 2,95% menjadi USD25,47.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, setelah investor bereaksi terhadap pertemuan kebijakan moneter bank sentral Inggris. Bank of England (BOE) mempertahankan suku bunga, setelah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama. Namun indeks European Stoxx 600 turun 0,12% menjadi 391,97, terseret kejatuhan harga saham telekomunikasi yang anjlok 0,94% terbebani laporan keuangan yang lebih rendah dari prediksi. Saham perusahaan telekomunikasi Inggris, BT anjlok 7,5% setelah mengumumkan rencana untuk memangkas 13.000 pekerja, dan akan meninggalkan markasnya di London setelah terlilit skandal akuntansi.

Saham media rata-rata naik 0,3%, didukung proyeksikan pendapatan iklan bersih ITV yang akan melonjak sekitar 15%, karena perhelatan Piala Dunia 2018, Juni nanti. Saham ITV melesat 5,8%. Saham RBS reli hampir 4% setelah setuju untuk membayar USD4,9 miliar, untuk menyelesaikan penyelidikan penjualan sekuritas berbasis mortgage.

FTSE 100 London melaju 0,50% (38,45 poin) menjadi 7.700,97.

DAX 30 Frankfurt naik 0,62% (79,81 poin) ke level 13.022,87.

CAC 40 Paris bertambah 0,21% (11,32 poin) ke posisi 5.545,95.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah setelah rilis data indeks harga konsumen AS yang berada di bawah ekspektasi pasar. Indeks harga konsumen (IHK) periode April untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,2%, gagal melampaui konsensus pasar 0,3%. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item menguat 2,5% sebelum penyesuaian musiman. Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi, naik 0,1%, di bawah perkiraan kenaikan 0,2% . Pertumbuhan harga yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,42% menjadi 92,650. Poundsterling melorot ke level terendah 4 bulan.


Nilai tukar dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange%ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)11920.0005+0.04%7:12 PM
Yen (USD-JPY)109.38-0.02-0.02%7:12 PM
Poundterling (GBP-USD)1.35230.0004+0.03%7:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.3492-0.0131-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,084.0032.00+0.23%5/9/2018

Sumber: Bloomberg.com 10/5/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Merchantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat, investor menimbang potensi gangguan terhadap pasokan minyak Iran dalam menghadapi sanksi AS. Brent sempat mencapai USD78, tertinggi sejak November 2014. Bank of Amerika memperkirakan harga minyak Brent bisa kembali ke posisi USD100 per barel tahun depan, atau bahkan lebih cepat, karena penurunan output Venezuela dan risiko ekspor minyak mentah Iran. Harga rata-rata Brent diperkirakan menjadi USD70 untuk tahun ini dan USD75 pada 2019. Iran memompa sekitar empat persen dari minyak dunia dan mengekspor kurang lebih 450.000 barel per hari (bph) ke Eropa serta sekitar 1,8 juta bph ke Asia. Badan Informasi Energi AS (EIA) menaikkan perkiraan output minyak AS menjadi 12 juta bph akhir tahun depan, melampaui produksi Rusia dan Arab Saudi.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen menjadi USD77,47 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 22 sen menjadi USD71,36 per barel.


Harga emas di bursa berjangka New York Merchantile Exchange pagi tadi ditutup menguat tajam karena dolar menjauh dari level tertinggi 2018 setelah data inflasi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan. Ketegangan antara Washington-Teheran juga mendukung logam mulia. Keputusan Gedung Putih menarik diri dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran, meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah dan mendorong harga aset safe haven seperti emas. Israel mengatakan telah menyerang hampir semua infrastruktur militer Iran di Suriah setelah Teheran menembakkan roket ke wilayah Israel.

Harga emas di pasar spot naik 0,66% menjadi USD1.321,11 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik USD9,30 menjadi USD1.322,30 per ounce.


(AFP, CNBC ,Reuters)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author