Bursa Pagi: AS dan Asia Menguat, IHSG Berpeluang Technical Rebound

Bursa Pagi: AS dan Asia Menguat, IHSG Berpeluang Technical Rebound

Posted by Written on 26 April 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (26/4) dibuka cenderung menguat, mencoba melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street yang diwarnai dengan kenaikan imbal hasi US Treasury 10 tahun yang sudah melebihi 3 persen.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan indeks ASX 200, Australia yang cenderung mendatar, di tengah kejatuhan harga saham sektor keuangan sebesar 0,55%. Pergerakan indeks berlanjut menguat 0,16% (9,40 poin) ke posisi 5.931,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,58% (129,91 poin) ke level 22.345,23, setelah dibuka naik 0,42%didukung oleh pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,45% ditopang oleh rilis laporan keuangan Samsung kuartal pertama yang mencatatkan laba 15,64 triliun won, dan berlanjut melonjak 1,10% ke level 2.475,65.

Lanjutkan tren penguatan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit naik 0,16% menjadi 30.378,15 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka menguat tipis 0,05% di posisi 3.119,50.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguata indeks di bursa saham Wall Street dan Asia setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdaganga kemarin dan ditutup dengan membukukan penurunan tajam 2,4% (-149,78 poin) ke level 6079,85. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang mengalami technical rebound didukung fundamental keuangan emiten yang kuat. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan peluang terjadinya technical rebound di area oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya indeks bursa global dan regional, serta naiknya harga komoditas akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain masih berlanjutnya trenpelemahan rupiah yang didorong oleh kenaikan yield obligasi di Amerika dan aksi jual investor asing akan menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 6.000 dan resistance di 6.160.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ACES (Spec Buy, Support: Rp1.300, Resist: Rp1.335), KLBF (Spec Buy, Support: Rp1.460, Resist: Rp1.500), INCO (Buy on Weakness, Support: Rp3.350, Resist: Rp3.450), ELSA (Buy on Weakness, Support: Rp458, Resist: Rp476).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir cenderung menguat didukung laporan keuangan emiten yang kuat mengimbangi kekhawatiran tentang suku bunga. Investor masih mencemaskan kenaikan imbal hasil US Treasury 10-tahun yang menembus 3,0% untuk pertama kalinya setelah 4 tahun, meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga kredit akan naik lebih cepat. Tetapi optimisme kembali muncul setelah Boeing melaporkan lonjakan laba kuartal pertama sebesar 56,9% menjadi USD2,5 miliar. Harga sahamnya melonjak 4,2%. Sebliknya, Twitter anjlok 1,9% meski mencatatkan laba kuartal pertama sebesar USD61 juta, setelah memperingatkan bahwa pertumbuhan pendapatan akan melambat di semester kedua tahun ini. General Electric rontok 4,3% setelah Moody's memberi peringkat negatif.

Dow Jones Industrial Average naik 0,25% (59,70 poin) menjadi 24.083,83.

Standard&Poor's 500 naik tipis 0,18% (4,84 poin) di posisi 2.639,40.

Nasdaq Composite melemah 0,05% (-3,62 poin) di level 7.003,74.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,49% menjadi USD25,89.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir turun tertekan oleh sentimen negatif kenaikan imbal hasil di pasar obligasi, mengalahkan optimisme terhadap laporan keuangan emiten. Indeks European-STOXX 600 anjlok 0,77% menjadi 380,17, denga menempatkaan semua sektor di zona merah. Harga saham berbasis sumber daya alam berguguran, turun hampir 1,8%, dan saham sektor industri tersungkur 1,7%. Investor di seluruh dunia mengkhawatirkan kenaikan yield US Treasury 10 tahun akan memicu reaksi di pasar keuangan internasional. Saham Metso meroket lebih dari 7% setelah melaporkan kenaikan 28% laba operasi kuartal pertama. Saham Credit Suisse melonjak 3,8 %, dan Kering melesat 4,6%. Sebaliknya Osram, terpenggal 17 persen, setelah memangkas ekpektasi untuk tahun fiskal 2018. Metro Bank rontoj 7% karena meningkatnya biaya.

DAX 30 Frankfurt terperosok 1,02% (-128,52 poin) ke level 12.422,30.

FTSE 100 London melorot 0,62% (-46,08 poin) ke posisi 7.379,32.

CAC 40 Paris merosot 0,57% (-30,86 poin) menjadi 5.413,30.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir dengan melanjutkan penguatan, didorong kenaikan imbal hasil US Treasury. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 5,2 basis poin menjadi 3,035 persen, didorong oleh kekhawatiran tentang meningkatnya pasokan utang pemerintah dan tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak.Pasar menunggu rilis data produk domestik bruto AS kuartal pertama, Jumat nanti, yang dinilai dapat menentukan keperkasaan dolar. Pasar juga menunggu kejelasan kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa, Namun data ekonomi yang lemah mengindikasikan tidak akan ada perubahan penting yang akan diumumkan pada akhir rapat ECB hari ini. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam matauu uang negara maju naik 0,45% menjadi 91,172, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak pertengaha Januari lalu, sebesar 91,241.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21700.0009+0.07%7:11 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.39360.0004+0.03%7:11 PM
Yen (USD-JPY)109.42-0.01-0.01%7:11 PM
Yuan (USD-CNY)6.32660.0201+0.32%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,921.0032.00+0.23%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 25/4/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, meski data menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS, bertahan di level tertinggi tiga tahun. Badan Informasi Energi AS menyebutkan, persediaan minyak mentah AS pekan lalu, naik 2,2 juta barel melebihi ekspektasi 2 juta barel. 

Stok minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, naik 459.000 barel. Presiden Prancis Emmanuel Macron menentang banyak kebijakan AS selama kunjungan ke Washington. Ia mengatakan kesepakatan nuklir internasional dengan Iran memang tidak sempurna tetapi harus tetap di tempatnya sampai didapatkan penggantinya. Kenaikan harga minyak juga didukung oleh kekhawatiran tentang produksi minyak dari Venezuela, setelah Chevron Corp, mengevakuasi eksekutifnya dari negara itu.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 14 sen menjadi USD74,00 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 35 sen menjadi USD68,05 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam jatuh ke level terendah lima pekan, dihantam keperkasaan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik karena tidak memberikan bunga. Harga emas sempat menyentuh USD1.318,51, level terendah sejak 21 Maret. Sementara itu, risiko politik menurun setelah AS mengatakan kemungkinan akan mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Harga emas di pasar spot turun 0,66% menjadi USD1.321,47 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun USD10,20 (-0,76%) menjadi USD1.322,90 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author