Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Profit Taking Bayangi Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, Profit Taking Bayangi Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 10 April 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (10/4) dibuka melemah, terpengaruh oleh penurunan tajam indeks saham Wall Street jelang penutupan bursa pagi tadi, kendati secara keseluruhan masih menguat. Pasar menunggu pidato Presiden China Xi Jinping di Boao Forum, untuk membaca perkembangan sengketa dagang AS-China.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,22%, terseret penurunan harga saham sektor keuangan sebesar 0,54%. Tekanan penurunan mereda, melemah 0,01% (-0,60 poin) di posisi 5.808,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225,Jepang bergerak turun 0,38% (-83,39 poin) menjadi 21.594,87, setelah dibuka melorot 0,59% terbebani pelemahan harga saham sektor keuangan, ritel dan semi konduktor. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 0,68% terbebani kejatuhan harga saham teknologi, dan perkapalan. Kejatuhan indeks berlanjut sebesar 0,75% ke level 2.425,77.

Lanjutkan tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,08% di posisi 30.205,09 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,19% menjadi 3.144,26.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa regional yang cenderung melemah, setelah berhasil bermanuver di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 1,15% ke level 6.246.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan, namun berisiko terkena serangan profit taking, di tengah volatilitas bursa saham regional. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan laju IHSG yang bergerak cenderung terkonsolidasi mendekati area jenuh jual, sehingga cenderung menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring dengan meredanya kekhawatiran akan perang dagang AS-China dan menguatnya harga komoditas minyak mentah, batubara, nikel dan timah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.185 dan resistance di 6.310.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:TLKM (Spec Buy, Support: Rp3.670, Resist: Rp3.880), 

ACES (Spec Buy, Support: Rp1.325, Resist: Rp1.375), MIKA (Spec Buy, Support: Rp2.060, Resist: Rp2.180), MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.215, Resist: Rp1.275).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir menguat, diwarnai kabar tentang penggerebekan kantor pengacara pribadi Trump, Michael Cohen oleh FBI. Indeks Dow Jones terpangkas 120 poin menjelang penutupan setelah beredarnya kabar tersebut. Cohen mengaku membayar aktris porno Stormy Daniels alias Stephanie Clifford senilai USD130.000 untuk menutupi hubungan gelapnya dengan Trump lebih dari satu dekade lalu. Wall Street sempat bergerak positif merespons perkembangan sengketa perdagangan Amerika-China yang mulai melunak, dan rilis kinerja keuangan emiten yang positif. Harga saham teknologi dan kesehatan melaju, meskipun terpengaruh oleh sentimen negatif kasus Trump.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,19% (46,34 poin) menjadi 23.979,10.

Standard&Poor's 500 naik 0,33% (8,69 poin) ke posisi 2,613.16.

Nasdaq Composite melaju 0,51% (35,23 poin) ke level 6.950,34.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,39% menjadi USD26,94.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga ditutup menguat terbatas, seiring meredanya kekhawatiran atas perang dagang AS-China. Pelaku pasar amenunggu pidato Presiden China Xi Jinping di Boao Forum, Selasa ini. Indeks European-Stoxx menguat 0,13% menjadi 375,30, dipimpin kenaikan harga saham sektor teknologi sebesar 0,67%, diikuti media, travel and leisure, dan sektor asuransi, yang semuanya menguat sekitar 0,4%. Sektor berbasis sumber daya alam anjlok 0,9% terseret oleh kejatuhan harga saham perusahaan tambang Rusia, Polymetal, sebesar 18,3%. Glencore anjlok 3,4 persen karena memiliki saham di Polymetal. Sektor perbankan melemah 0,3%, namun saham Deutsche Bank melaju 1,2%. Saham Adidas melorot 0,5% setelah mengumumkan akan menutup sejumlah tokonya pada tahun ini, dan beralih ke penjualan online.

FTSE 100 London menguat 0,15% (11,11 poin) di posisi 7.194,75.

DAX 30 Frankfurt naik 0,17% (20,48 poin) menjadi 12.261,75.

CAC 40 Paris bertambah 0,10% (5,15 poin) di level 5.263,39.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, tersengat oleh pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, yang mendorong penguatan euro. Draghi mengatakan, penurunan bursa saham pada tahun ini tidak berdampak secara material terhadap kondisi keuangan zona euro. Isu sengketa dagang AS-China masih membebani dolar. 

China dikabarkan tengah mengevaluasi potensi depresiasi yuan secara bertahap sebagai alat untuk menghadapi kemungkinan peningkatan sengketa dagang dengan AS. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,3 persen menjadi 89,838.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.23230.0002+0.02%7:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.41320.0001+0.01%7:22 PM
Yen (USD-JPY)106.73-0.04-0.04%7:22 PM
Yuan (USD-CNY)6.30700.0037+0.06%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,761.00-16.50-0.12%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/4/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat tajam, didukung oleh rebound di bursa saham global, seiring meredanya kekhawatiran perang dagang AS-China. Pelemahan dolar AS memperkuat kenaikan harga minyak. Di pasar minyak fisik, produsen terbesar kedua OPEC , Irak, mengatakan akan menjaga harga tetap stabil untuk pasokan minyak mentah Mei. Diskon WTI terhadap Brent melebar ke posisi terbesar sejak Januari, mencerminkan pesatnya kenaikan output minyak AS.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,53 (2,3%) menjadi USD68,64 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI, naik USD1,36 (2,2%) menjadi USD63,42 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir menguat, didukung oleh pelemahan dolar AS. Namun prospek harga emas masih terbebani oleh sejumlah katalis, seperti meredanya sengketa perdagangan global, rilis data indeks harga konsumen AS, dan risalah pertemuan Federal Reserve yang bakal dirilis pekan ini. Pasar menunggu pidato Presiden China, hari ini, untuk mengetahui potensi kelanjutan perang dagang China-AS.

Harga emas di pasar spot naik 0,37% menjadi USD1.337,78 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik 0,38% menjadi USD1.341,20 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author