Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Indikasikan Sinyal Bullish

Bursa Pagi: Asia Dibuka Menguat, IHSG Indikasikan Sinyal Bullish

Posted by Written on 02 April 2018


Ipotnews -Memasuki kuartal kedua tahun 2018, bursa saham Asia pagi ini (Senin, 2/4) dibuka menguat, meskipun dibayangi dampak keputusan China untuk menerapkan tarif terhadap 128 produk impor AS mulai hari ini. Bursa saham Australia, Hongkong dan Selancia Baru tutup melanjutkan libur Paskah.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Nikkei 225, Jepang sebesar 0,23% setelah sempat bertengger di area negatif pada saat pembukaan bursa, dan ditutup melesat 1,4% pada Jumat pekan lalu. Penguatan indeks berlanjut moderat 0,28% (59,43 poin) di posisi 21.513,64 pada pukul 8:00 WIB.
Pada jam yang indeks Kospi, Korea Selatan bergerak melaju 0,87% (21,19 poin) ke level 2.467,04, setelah dibuka melonjak 0,77% didukung kenaikan harga saham keuangan, otomotif dan ritel, kendati harga saham Samsung Electronics anjlok 1,06%.

Indeks Shanghai Composite, China awali perdagangan dengan dibuka menguat 0,03% menjadi 3.169,7 pada pukul 8:40 WIB.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan pada pekan lalu dengan menguat 0,78% ke level 6.188 poin. 

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat memanfaatkan momentum reversal, diwarnai fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish kembali ke atas level 6.200.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional dan naiknya harga komoditas diprediksi akan menjadi katalis positif untuk pergerakan indeks harga saham gabungan. Dari dalam negeri investor akan mencermati data inflasi di bulan Maret. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang supportdi level 6.150 dan resistancedi 6.230.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:KLBF (Buy, Support: Rp1.460, Resist: Rp1.540), SMGR (Spec Buy, Support: Rp9.850, Resist: Rp10.800), ADRO (Spec Buy, Support: Rp2.070, Resist: Rp2.180), PWON (Spec Buy, Support: Rp610, Resist: Rp650).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street jelang libur panjang akhir pekan lalu, sekaligus menutup perdagangan kuartal I/2018 dengan menguat tajam, namun membukukan pelemahan sepanjang kuartal I tahun ini, pertama kalinya selama hampir tiga tahun. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing anjlok 2,3% dan 1,2% sepanjang kuartal ini, kejatuhan pertama sejak kuartal ketiga 2015. Sektor teknologi terperosok 4,0% dan saham Facebook terpenggal 10,4% sepanjang Maret.

Akhir pekan lalu, Intel memimpin reli indeks Dow Jones dengan melambung 5,0%, sementara Boeing, Cisco dan ExxonMobil menguat lebih dari 2%. Facebook melesat melesat 4,4% dan Tesla melejit 3,2%. Rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS periode Februari naik 1,8% (year-on-year). Indeks harga inti 12 bulan, tidak termasuk harga energi dan makanan, naik 1,6%, tertinggi dalam 10 bulan.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,07% (254,69 poin) ke posisi 24.103,11.

Standard&Poor's 500 melesat 1,38% (35,87 poin) menjadi 2.640,87.

Nasdaq Composite melambung 1,64% (114,22 poin) ke level 7.063,44.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,74% menjadi USD26,96.
Bursa saham utama Eropajelang akhir pekan lalu juga ditutup menguat didukung reli di sektor otomotif yang mendongkrak sentimen investor. Indeks Europran-Stoxx 600 naik 0,44% menjadi 370,87, namun anjlok 5% sepanjang kuartal I/2018. Saham Renault, pabrikan mobil Prancis itu melesat 6% setelah dikabarkan akan merger dengan Nissan. Saham Swiss Re melonjak 2% setelah SoftBank berupaya membeli 25 persen saham perusahaan reasuransi tersebut.

Rilis data angka pengangguran Jerman periode Maret mencapai rekor terendah 5,3%. Defisit neraca transaksi berjalan Inggris kuartal IV/2017 tercatat 18,4 miliar poundsterling , lebih rendah dari perkiraan analis. Harga rumah di Inggris periode Maret turun 0,2% (month-to-month) , di bawah konsensus.

FTSE 100 Inggris London menguat 0,17% (11,87 poin) menjadi 7.056,61.

DAX 30 Jerman melonjak 1,31% (156,02 poin) ke level 12.096,73.

CAC 40 Paris melaju 0,72% (36,86 poin) ke posisi 5.167,30.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, Kamis akhir pekan lalu ditutup cenderung medatar, meski sempat bangkit dari level terendah lima minggu pada awal pekan ini. Namun secara keseluruhan indeks dolar anjlok lebih dari 2% pada triwulan ini, penurunan kuartalan kelima berturut-turut.Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik tipis 0,01% menjadi 90,071, namun berlanjut melorot 0,20% menjadi USD89,974 di pasar Asia, pada Jumat pekan lalu.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.23240.0024+0.20%
Poundsterling (GBP-USD)1.4015-0.0003-0.02%
Yen (USD-JPY)106.28-0.15-0.14%
Yuan (USD-CNY)6.2755-0.0143-0.23%
Rupiah (USD-IDR)13,727.50-38.50-0.28%

Sumber : Bloomberg.com, 30/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges, Kamis pekan lalu, berakhir menguat terpengaruh reli dibursa ekuitas dan dorongan dari berlanjutnya pemangkasan pasokan OPEC , meskipun masih terbebani oleh melonjaknya cadangan dan produksi minyak AS. Sejak Januari lalu, harga minyak Brent dan WTI masing-masing telah naik 5% dan 7,5%.

Stok minyak komersial AS naik 1,6 juta barel dalam sepekan terakhir, sementara output mencapai rekor 10,43 juta barel per hari (bph). Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei yang berakhir Kamis lalu, naik 75 sen menjadi USD70,28 per barel. Kontrak minyak mentah berjangka Shanghai yang diperkenalkan secara resmi awal pekan lalu, anjlok sekitar 8% sejak pembukaan.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 58 sen menjadi USD69,34 per barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik 56 sen menjadi USD64,94 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange jelang akhir pekan lalu ditutup cenderung melemah merespon memanasnya ketegangan Rusia-Barat dan meredanya potensi perang dagang global. Moskow mengancam akan melakukan tindakan balasan setelah AS dan negara-negara Barat mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia akibat kasus pembunuhan mantan agen ganda Rusia di Inggris.Sehari sebelumnya, emas membukukan persentase penurunan satu hari terbesar dalam hampir sembilan bulan, setelah data makroekonomi AS yang positif melambungkan dolar AS.

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,06% menjadi USD1.325,44 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April turun USD2,70 (-0,2%) menjadi USD1.327,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author