Bursa Siang: Aksi Jual Global Tekan Pergerakan IHSG

Bursa Siang: Aksi Jual Global Tekan Pergerakan IHSG

Posted by Written on 26 March 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak melemah di sepanjang pada rehat perdagangan hari Senin (26/3). IHSG turun -0,50 persen (-32 poin) ke posisi 6.179.

Sektor infrastruktur melemah paling buruk sebesar -0,88 persen. Saham-saham infrastruktur yang melemah di antaranya GIAAJSMRTLKMISATASSA dan TBIG. Sektor finance turun -0,71 persen, turun paling buruk kedua. Saham finance yang melemah BTPNBBRIBMRIBJBRBBCA dan BDMN.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp2,95 triliun dengan volume trading sebanyak 52,78 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) -Rp140,61 miliar.

Nilai tukar rupiah +0,12% di posisi Rp13.770 per USD. (12.00 pm).


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan sesi pagi, Senin (26/3) menyusul aksi jual masif di bursa saham global pada akhir pekan lalu. Ketegangan hubungan dagangan USA dan China dapat memicu perang dagang.

Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia turun 0,57 persen. Sektor finansial paling membebani bursa Australia. Harga saham bank papan atas Australia bergerak negatif. ANZ turun 0,94 persen, Commonwealth Bank turun 1,04 persen. National Australia Bank drop 1,02 persen. Westpac turun 0,64 persen.

Di Tokyo, Indeks Topix turun 0,67 persen. Indeks Nikkei 225 juga bergerak di zona merah. Lain halnya dengan Indeks Kospi yang naik 0,2 persen berbalik menguat setelah sempat tertekan.

Sementara itu pasar saham China juga dalam tekanan. Indeks Shanghai turun 1,17 persen dan Indeks Shenzhen turun 0,49 persen. Adapun Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga bergerak negatif.

Pemerintah China pada Jumat akhir pekan lalu mengumumkan kemungkinan menerapkan tarif impor terhadap 128 produk dari USA dengan perkiraan tarif senilai 3 miliar dolar AS. Tindakan itu sebagai balasan atas sikap Presiden Trump yang berniat menerapkan tarif impor senilai 60 miliar USD kepada barang-barang impor dari China.

Analis National Australia Bank, Ray Attrill menyatakan apakah faktor (ketegangan daganga USA-China) penyebab tunggal kegaduhan pasar adalah debatable. Dia menambahkan faktor lain memberikan sinkronisasi kepercayaan bahwa pertumbuhan global kemungkinan melambat menyusul data perekonomian yang mengecewakan. "Tensi geopolitik yang meningkat juga akan diperhatian menyusul penunjukkan John Bolton sebagai Penasehat Keamanan Nasional oleh Trump," katanya.

Indeks dolar AS di posisi 89,434 melemah dari level pada pekan lalu di posisi 90,3. Yen di posisi 104,94 yen atau menguat dari level pekan lalu sebesar 106.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) -0,49% ke level 20.517,83. (11.51 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,56% ke level 30.140,70.

Indeks Shanghai (China) -1,64% ke level 3.100,91.

Indeks Straits Times (Singapura) -0,80% ke level 3.394,22. (12.00 pm)



Oil

Posisi harga minyak melemah pada perdagangan hari Senin (26.3) pagi bursa komoditas Asia. Pelemahan harga terjadi seiring kekhawatiran eskalasi sengketa dagang antara USA versus China yang akan membebani pasar global.

Harga minyak Brent turun 21 sen ke posisi USD70,24 per barel. Sementara minyak WTI tumbang 37 sen ke level USD65,51 per barel.(pukul 02.55 GMT)

(cnbc/awsj/reuters/mk)

Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author