Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, IHSG Tak Berdaya

Bursa Pagi: Global-Regional Berguguran, IHSG Tak Berdaya

Posted by Written on 23 March 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (23/3), bursa saham Asia dibuka berguguran, terpengaruh penurunan tajam indeks harga saham di bursa utama Eropa dan Wall Street, dihantam "pernyataan perang" AS-China. 

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor terhadap China senilai USD60 miliar, dan China merespon dengan daftar 128 produk AS yang berpotensi dikenai tarif tambahan.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,68%, dipimpin kejatuhan harga saham di sektor pertambangan yang mencapai 2,79%. Harga saham Rio Tinto dan BHP terpuruk 4,31% dan 3,6%. Pelemahan indeks berlnjut, merosott 1,87% (111,00 poin) ke level 5.826,20 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang terpuruk 3,64% (784,92 poin) di posisi 20.807,07, setelah ambruk 2,97% pada pembukaan dengan membukukan penurunan di 33 sektor, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan dan keuangan. Harga saham-saham eksportir bertumbangan di tengah menguatnya yen; Toyota terpangkas 2,57% dan Sony terpotong 3,02%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terjungkal 2,09%, terseret kejatuhan harga saham teknologi, dan berlanjut turun 2,08% menjadi 2.444,03.

Lanjutkan tren kejatuhan globa, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terpelanting 3,48% ke level 29.988,75 padap pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka meluncur turun 3,39% ke posisi 3.153,01.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kejatuhan indeks saham global dan regional, setelah gagal bertahan di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melorot 0,93% di level 6,254.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi untuk melanjutkan upaya kenaikan, dengan bertahan di level suppport menunggu dorongan sentimen positif. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, kembali ke momentum konsolidasi dekat area oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat kekhawatiran akan perang dagang seiring dengan pengenaan tarif impor untuk produk asal China senilai $60 miliar oleh AS diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu terkoreksinya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi tambahan sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.180 dan resistance di 6.320.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:TINS ( SELL , Support: Rp960, Resist: Rp1.045),

CPIN (Buy on Weakness, Support: Rp.300, Resist: Rp3.410), SIMP (Buy on Weakness, Support: Rp570, Resist: Rp600), BBTN (Sell on Strength, Support: Rp3.740, Resist: Rp3.880).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir rontok, digempur kekhawatiran akan perang dangang, lagi-lagi lantaran ulah Trump yang kali ini memerintahkan untuk mengenakan tarif impor terhadap produk China senilai USD60 miliar. Ia pun mengancam, tindakan balasan atas "pencurian" kekayaan intelektual itu, adalah yang "pertama dari banyak" langkah lain yang akan ia lakukan. Membalas Gedung Putih, Beijing menegaskan akan membela kepentingannya dengan menyiapkan perlawanan keras.

Harga saham sejumlah perusahaan multinasional yang sangat bergantung pada China berguguran. Boeing dan Caterpillar anjlok lebih dari 5% dan General Motors terperosok 3,3%. Posisi China sebagai pembeli terbesar US Treasury, memicu kegelisahan investor di pasar obligasi. Saham perbankan terguncang karena penurunan imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun, menyeret penurunan harga saham JPMorgan Chase, Bank of America dan Citigroup lebih dari 4%. Isu skandal lainnya yang melibatkan Trump, ikut memperkeruh Wall Street.

Dow Jones Industrial Average terpenggal 2,93% (-724,42 poin) di posisi 23.957,89.

Standard&Poor's 500 longsor 2,52% (-68,24 poin) di level 2.643,69.

Nasdaq Composite tergerus 2,43% (-178,61 poin) menjadi 7.166,68.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 3,56% menjadi USD26,58.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir berguguran, para trader bereaksi terhadap pelemahan Wall Street, pengumuman kebijakan bank sentral dan kekhawatiran seputar perdagangan global. Indeks European STOXX 600 anjlok 1,55% menjadi 369,15, dipimpin kejatuhan harga saham sektor teknologi sebesar 2,15% dan saham keuangan sebesar 2,5%. Indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya berada di bawah level 7.000 sejak Desember 2016, terseret keajtuhan harga saham sektor pertambangan hingga lebih 2%. Rilis laporan keuangan dan aksi emiten yang kurang memuaskan ikut memperburuk kinerja indeks saham acuan Eropa. Saham
FTSE 100 London, terperosok 1,23% (-86,38 poin) menjadi 6.952,59.

CAC 40 Paris terjungkal 1,38% (-72,53 poin) ke level 5.167,21.

DAX 30 Frankfurt terpelanting 1,7% (-209,07 poin) ke posisi 12.100,08.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup cenderung menguat, namun melemah terhadap yen. Kurs yen melesat menyentuh level tertinggi tiga pekan terhadap dolar, diburu para trader di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kejatuhan indeks saham Wall Street. 

Trump menandatangani surat perintah untuk mengenakan tarif impor hingga USD60 miliar terhadap China dengan rincian tarif yang akan diumumkan hari ini.Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, naik 0,08% menjadi 89,857. Euro juga melemah terhadap yen.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.23250.0023+0.19%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.41110.0015+0.11%7:23 PM
Yen (USD-JPY)104.79-0.49-0.47%7:23 PM
Yuan (USD-CNY)6.33500.0118+0.19%11:28 AM
Rupiah (USD-IDR)13,754.50-6.50-0.05%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi meluncur turun, digempur aksi ambil untung para trader mengalahkan dampak pelemahan dolar dan upaya OPEC dan sekutunya untuk memangkas pasokan.Harga minyak telah meningkat hampir 10% dalam dua pekan terakhir, didorong oleh pelemahan dolar, penurunan persediaan minyak mentah AS, dan ketegangan antara Iran dan Arab Saudi. Namun kepercayaan pasar melemah, akibat meningkatnya produksi minyak mentah AS yang mencapai rekor 10,4 juta bpd mendekati produksi Arab Saudi dan Rusia sebesar 11 juta bpd pada pekan lalu.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 36 sen (-0,7%) menjadi USD69,01 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 87 sen (-1,3%) menjadi USD64,30 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup bervariasi dengan mencatatkan penurunan di pasar spot namun menguat di pasar berjangka, mengiringi meningkatnya kekhawatiran terhadap perang dagang AS-China. Trump mengatakan "kondisi pencurian kekayaan intelektual" telah menyebabkan defisit perdagangan AS-China sekitar USD504 miliar. Penguatan dolar ikut menekan harga emas. Para trader memperkirakan, emas akan diperdagangkan pada kisaran ketat dalam jangka pendek.

Harga emas di pasar spot turun 0,34% menjadi USD1.327,31 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April naik USD5,90 (0,5%) menjadi USD1.327,40 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author