Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Tekanan Koreksi Ganggu Reversal IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, Tekanan Koreksi Ganggu Reversal IHSG

Posted by Written on 21 March 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (21/3) dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah penantian pasar akan hasil rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) AS yang dijadwalkan berakhir hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,23%, ditopang kenaikan harga saham sektor energi sebesar 1,2% merespon kenaikan harga minyak dunia. 

Penguatan indeks mereda, menjadi 0,02% (1,30 poin) di posisi 5.937,70 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bertambah 0,10% (2,48 poin) menjadi 2.488,00, setelah dibuka menguat 0,17% didukung lonjakan harga saham "Tiga Besar" galangan kapal yang melebihi 2%. Bursa saham Jepang hari ini libur.

Memperkuat tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,83% ke level 31.811,98 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik 0,39% ke posisi 3.299,73.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mengalami tekanan aksi jual asing sepanjang sesi perdagangan kemarin sehingga ditutup melorot 0,73% di level 6.243,577. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang menguat didukung kenaikan harga minyak dan komoditas energi.

Secara teknikal, beberapaindikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan, di area jenuh jual, dengan sinyal reversal yang terlihat lebih rendah dari peluang tekanan menguji level koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,reboundindeks bursa global seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan di AS, serta naiknya mayoritas harga komoditas, diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentangsupport di level 6.210 dan resistance di 6.280.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ELSA (Spec Buy, Support: Rp460, Resist: Rp480),

MNCN (Spec Buy, Support: Rp1.355, Resist: Rp1.415),ERAA (Spec Buy, Support: Rp1.130, Resist: Rp1.255), BBRI (Spec Buy, Support: Rp3.690, Resist: Rp3.790).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir di zona hijau dengan membukukan kenaikan tajam pada saham-saham terkait minyak bumi. Saham Halliburton melesat 1,8%, Apache 1,9% dan Chevron melaju 0,5%. Harga minyak melejit karena spekulasi bahwa AS dan Arab Saudi berniat meningkatkan kembali sanksi nuklir terhadap Iran. Namun kekhawatiran tentang perang dagang dan skandal data Facebook masih membebani sejumlah saham.

Saham Facebook terpangkas 2,6% karena penyelidikan tentang penyalahgunakan data sekitar 50 juta pengguna oleh lembaga analisis data tim kampanye kepresidenan Trump. Saham Twitter terpenggal 10,4% setelah Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, mengancam "langkah hukum" terhadap jaringan microblogging itu, dan Oracle terjerembab 9,4%. Namun sebaliknya, saham Amazon melonjak 2,7 persen, Microsoft naik 0,3 persen dan Netflix menguat 1,3 persen. Pasar menunggu hasil rapat The Fed, hari ini.

Dow Jones Industrial Average naik 0,47% (116,36 poin) menjadi 24.727,27.

Standard&Poor's 500 menguat 15% (4,02 poin) di posisi 2.716,94.

Nasdaq Composite bertambah 0,27% (20,06 poin) di level 7.364,30.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,15% menjadi USD27,17.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir menguat, di tengah perhatian investor pada laporan keuangan sejumlah emiten menjelang rapat kebijakan Federal Reserve. Indeks European Stoxx 600 naik 0,51% menjadi 375,57, dipimpin kenaikan harga saham di sektor jasa keuangan, naik 1,4%, didukung laporan pendapatan yang positif. Saham teknologi ditutup menguat 0,4% mengabaikan aksi jual saham Facebook di bursa Wall Street. Namun sebaliknya, saham sektor media turun 0,3%. Saham pengembang properti asal Inggris, Bellway melesat 3,5%, setelah mengumumkan kenaikan laba semester pertama sebesar 17%. Saham Bic, produsen pena asal Prancis, anjlok 5,9%, setelah UBS memulai pelelangan saham dengan rating "sell".

DAX 30 Frankfurt melaju 0,74% (90,31 poin) ke level 12.307,33.

CAC 40 Paris naik 0,57% menjadi 5.252,43.

FTSE 100 London menguat 0,26% (18,34 poin) ke posisi 7.061,27.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, ke level tertinggi hampir tiga pekan.Investor menunggu hasil rapat kebijakan The Fed yang diikuti oleh pernyataan pertama Jerome Powell sebagai kepala The Fed. Pelaku pasar akan mencermati proyeksi ekonomi The Fed sebagai petunjuk kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun ini. Yen melemah terhadap dolar setelah deputi gubernur Bank of Jepang, Masayoshi Amamiya mengatakan tentang kebutuhan Jepang untuk tetap menerapkan kebijakan moneter yang longgar untuk mendukung perekonomian. 

Poundsterling juga melemah, setelah rilis data inflasi Inggris yang mendukung pandangan Bank of England yang cenderung mempertahankan suku bunga. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju naik 0,68% menjadi 90,371.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.22440.0002+0.02%7:14 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.40000.0002+0.01%7:14 PM
Yen (USD-JPY)106.52-0.01-0.01%7:14 PM
Yuan (USD-CNY)6.33410.0019+0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,748.00-16.50-0.12%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, melesat ke level tertinggi tiga pekan. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kemungkinan penurunan lebih lanjut output minyak Venezuela, meredam dampak melonjaknya produksi minyak AS. Harga minyak Brent sempat level tertinggi sejak Februari sebesar USD67,88 selama sesi perdagangan, dan WTI diperdagangkan antara USD62,08 dan USD63,81. Arab Saudi menyebut kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia sebagai "kesepakatan yang cacat", Senin, menjelang pertemuan antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Amerika Donald Trump. Harga memperpanjang kenaikan setelah data American Petroleum Institute secara mengejutkan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS akhir pekan lalu sebesar 2,7 juta barel, menjadi 425,3 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan sebesar 2,6 juta barel.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei naik USD1,36 (2,1%) menjadi USD67,42 per barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan April, naik USD1,34 (2,2%) menjadi USD63,40 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun, tertekan penguatan dolar AS jelang akhir pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.

Namun sejumlah analis memperkirakan, The Fed akan berhati-hati untuk menaikkan suku bunga, karena inflasi tidak menguat signifikan, meningkatnya risiko geopolitik, potensi perang dagang dan imbal hasil obligasi yang relatif flat. Kondisi tersebut dinilai tidak mendukung untuk mempercepat kenaikan suku bunga, namun memberi ruang untuk penguatan harga emas di masa mendatang.

Harga emas di pasar spot turun 0,344 menjadi USD1.310,81 per ounce.

Harga emas untuk kontrak pengiriman April turun USD5,90 (-0,5%) menjadi USD1.311,9 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author