Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Mixed Dengan Sinyal Rebound

Bursa Pagi: Global-Regional Rontok, IHSG Mixed Dengan Sinyal Rebound

Posted by Written on 20 March 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (20/3), dibuka bergurguranmelanjutkan tren penurunan tajam indeks saham utama Eropa dan Wall Street, jelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) AS untuk menetapkan kebijakan moneter dan suku bunga Federal Reserve, hari ini.

Mengawali perdagangan saham hari ni, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,23% tertekan kejatuhan harga saham sektor industri berbasis sumber daya alam. Penurunan indeks berlanjut, terperosok 0,62% (-36,80 poin) ke level 5.922,60 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,02% (-220,04 poin) ke posisi 21.260,86, setelah dibuka anjlok 1,04% di tengah merebaknya isu skandal politik yang menjatuhkan popularitas Perdana Menteri Shinzo Abe. Indeks Kospi dibuka melorot 0,50% tertekan penurunan harga saham sektor teknologi, dan belanjut melemah 0,24% menjadi 2.469,01.

Lanjutkan tren kejatuhan indeks saham global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,61% ke level 31.321,75 padap pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,54% ke posisi 3.261,64.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kejatuhan indeks saha aacuan bursa global dan regional, setelah dihantam aksi jual asing lebih dari Rp1 triliun pada sesi perdagangan kemarin, turun 0,24% ke posisi 6.289.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berusaha rebound kembali ke level resistance didukung kepercayaan investor yang masih cukup tinggi. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan posisi indeks yang sudah jenuh jual, dengan sinyal reversal jangka pendek, kendati masih ada potensi tekanan pelemahan ke level 6.200.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya bursa global dan regional diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu investor juga masih menunggu hasil rapat The Fed yang akan di laksanakan pada tanggal 20-21 Maret. IHSG diprediksi akan bergerakmelanjutkan pelemahan dengan rentang support di level 6.250 dan resistance di 6.325.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.260, Resist: Rp1.360),

BBTN (Spec Buy, Support: Rp3.690, Resist: Rp3.790), AALI (Spec Buy, Support: Rp12.725, Resist: Rp13.300), MIKA (Spec Buy, Support: Rp2.080, Resist: Rp2.260).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir berguguran, terpukul isu skandal pelanggaran data Facebook, menyusul laporan bahwa Cambridge Analytica, perusahaan analisis data yang dipekerjakan oleh tim kampanye Donald Trump pada 2016, mencuri informasi dari 50 juta profil pengguna Facebook mempengaruhi pilihan pemilih. Harga saham Facebook terpenggal 6,8%, raksasa teknologi lainnya, termasuk Amazon, Apple, induk usaha Google, Alphabet, serta Netflix kehilangan sekitar 1,5 persen atau lebih. Kejatuhan sektor teknologi mendorong aksi jual berbasis lebih luas dengan hampir seluruh komponen Dow berakhir di jalur merah. Investor menahan diri jelang rapat kebijakan FOMC AS.

Nasdaq Composite rontok 1,84% (-137,75 poin) ke level 7.344,24.

Dow Jones Industrial Average terpangkas 1,35% (-335,60 poin) menjadi 24,610.91.

Standard&Poor's 500 meluncur turun 1,42% (-39,09 poin) ke posisi 2.712,92.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,62% menjadi USD27,21.

Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir dengan membukukan penurunan tajam, di tengah rilis sejumlah laporan keuangaan emiten yang suram. Investor mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini menjadi 1,75%, dari 1,5%. Indeks European-Stoxx 600 turun lebih dari 1% menjadi 373,68, dipimpin kejatuhan harga saham sektor berbassis sumber daya alam sebesar 2,6% terpengaruh oleh meningkatnya kekhawatiran perang dagang, yang diperkirakan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan dua hari G-20 di Argentima, Senin pekan depan. Saham BHP Billiton, Anglo American dan Glencore ditutup turun sekitar 4%. Saham teknologi juga berakhir di zona merah, sektor minyak dan gas melorot 2,15%. Saham sektor perjalanan dan liburan menjadi satu-satunya sektor yang bisa berakhir di zona hijau, naik 0,4%.

FTSE 100 London terjungkal 1,69% (-121,21 poin) menjadi 7.042,93.

DAX 30 Frankfurt terpuruk 1,39% (-172,56 pon) ke level 12.217,02.

CAC 40 Prancis anjlok 1,13% (-59,91 poin) di posisi 5.222,84.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah terbebani perkembangan politik terkini di Gedung Putih, yang diwarnai penggantian para pembantu Trump. Euro menguat tajam terhadap dolar AS, setelah laporan media massa menyebutkan bahwa pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengalihkan perdebatan mereka dari pembelian obligasi ke suku bunga, menghidupkan kembali ekspektasi bahwa ECB dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Investor juga mencermati pertemuan The Fed yang akan berakhir Rabu (21/3) waktu setempat. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,47 persen menjadi 89,812.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.23390.0004+0.03%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.40250.0001+0.01%7:29 PM
Yen (USD-JPY)105.99-0.11-0.10%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)6.3322-0.0026-0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,764.5014.00+0.10%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi melemah, terseret kejatuhan harga saham Wall Street dan kekahwatiran akan melimpahnya pasokan global. Namun, kuatnya permintaan mencegah minyak dari kejatuhan lebih jauh, diwarnai ketegangan Arab Saudi dan Iran. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman sesumbar akan mengembangkan senjata nuklir jika Iran melakukannya. Inggris, Prancis dan Jerman telah mengajukan sanksi baru Uni Eropa kepada Iran atas program rudal balistik dan peran Iran dalam perang Suriah.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 16 sen (-0,2%) menjadi USD66,05 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 28 sen (-0,5%) menjadi USD62,06 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berbalik bergerak positif merespon kejatuhan pasar ekuitas global, setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan. 

Pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) dimulai Selasa waktu setempat, dengan Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini, dan tiga kenaikan lagi pada tahun ini. Harga emas selalu bereaksi merespon lima kali kenaikan suku bunga AS sebelumnya, dan kembali diprediksi menguat dengan memperhatikan risiko geopolitik, ketidakpastian akibat ancaman perang dagang dan tingginya utang AS saat ini.

Harga emas di pasar spot naik 0,31% menjadi USD1.317,01 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April naik USD5,50 (0,4%) menjadi USD1.317,80 per ounce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author