Bursa Pagi: Ulah Trump Rontokkan Bursa Global, IHSG Berusaha Rebound

Bursa Pagi: Ulah Trump Rontokkan Bursa Global, IHSG Berusaha Rebound

Posted by Written on 14 March 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (14/3), dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indkes saham di bursa utama Eropa dan Wall Street yang lagi-lagi tertekan oleh ulah Presiden AS Donald Trump yang memecat Menteri Luar Negeri nya dan menunjuk Direktur CIA yang dinilai cenderung anti-globalisme sebagai penggantinya.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,81% dengan menempatkan hampir seluruh sektor - kecuali yang terkait dengan emas - di zona merah. Tekanan penurunan berlanjut 0,72% (-42,90 poin) ke level 5.931,80 padap pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,59% (-128,92 poin) ke posisi 21.839,18, setelah dibuka anjlok 0,97% juga dengan menempatkan semua sektor industri di teritori negatif, meskipun rilis data pemesanan mesin periode Januari naik 0,82% (mtm), dan 2,9% (yoy) melebihi ekepektasi. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,60% diwarnai kejauhan harga saham sektor teknologi dan manufaktur, dan berlanjut turun 0,37% menjadi 2.485,31.

Lanjutkan tren kejatuhan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka tergerus 0,88% ke level 31.321,79 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,35% menjadi 3.298,67.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam di bursa saham global dan regional, setelah terperosok lebih dalam pada sesi perdagangaan kemarin, ditutup turun 1,35% ke level 6.412. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali mencoba rebound dan berusaha keluar dari rentang konsolidasi, melanjutkan jalur uptrend jangka menengah dan panjang. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi rebound di areajenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, munculnya kekhawatiran terhadap tensi perdagangan antara Amerika dan China yang meningkat, terkoreksinya harga komoditas minyak mentah serta S&P yang memutuskan untuk tidak merubah peringkat hutang Indonesia diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.345 dan resistance di 6.465.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:TINS (Spec Buy, Support: Rp1.120, Resist: Rp1.170), 

RALS ( SELL , Support: Rp1.230, Resist: Rp1.300), ACES (Sell on Strength, Support: Rp1.355, Resist: Rp1.410), SCMA(Sell on Strength, Support: Rp2.740, Resist: Rp2.980).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir melemah, karena meningkatnya kekhawatiran tentang perang dagang setelah Trump memberhentikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan munculnya berita tentang rencana tarif baru untuk China. Indeks sempat dibuka menguat setelah rilis data inflasi AS periode Februari sebesar 0,2% yang mendukung keyakinan investor bahwa Federal Reserve tidak akan mempercepat laju kenaikan suku bunga tahun ini. Namun berita pemecatan Tillerson dan penunjukan Direktur CIA, Mike Pompeo sebagai penggantinya memperkuat kekhawatiran akan dominasi kebijakan garis keras AS dalam perdagangan.

Muncul juga laporan bahwa Trump mempertimbangkan tindakan keras terhadap China dengan tudingan pencurian kekayaan intelektual. Saham-saham keuangan berguguran, dipimpin Bank of America dan Citigroup yang terperosok 1,5%. Harga saham teknologi juga rontok, Apple melorot 1%, Facebook -1,6% persen dan induk usaha Google, Alphabet longsor 2,3%. Qualcomm tersungkur 5% dan General Electric terjungkal 4,4%.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,68% (-171,58 poin) menjadi 25.007,03.

Standard&Poor's 500 merosot 0,64% (-17,71 poin) ke posisi 2.765,31.

Nasdaq Composite anjlok 1,02% (077,31 poin) ke level 7.511,01.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,89% menjadi USD28,03.

Bursa saham utama Eropatadi malam juga berakhir melorot, tersengat kabar pemecatan Tillerson. Indeks European STOXX 600 terperosok 0,98% ke level 375,49 dipimpin kejatuhan harga saham telekomunikasi sebesar1,6% dan asuransi sebesar 1,36%. Sebaliknya, harga saham sektor pertambangan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kenaikan karena kenaikan harga logam, namun harga minyak masih melanjutkan pelemahan. Secara individual, harga saham reasuransi Hannover Rueck terpelanting 4,2%, dan saham E.ON melambung 3,87%.Ekonomi Inggris diperkirakan akan tumbuh sedikit lebih cepat dari perkiraan sebelumnya untuk 2018, sedangkan perkiraan pertumbuhan 2019 dan 2020 tetap di angka 1,3%.

FTSE 100 London terpangkas 1,05% (-75,98 poin) menjadi 7.138,78.

CAC 40 Paris merosot 0,64% (-33,92 poin) ke posisi 5.242,79.

DAX 30 Frankfurt rontok 1,59% (-197,36 poin) menjadi 12.221,03.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan tajam, setelah rilis data inflasi AS periode Februari sebesar 0,2%, yang lebih lemah dari sebulan sebelumnya sebesar 0,5%. Dolar juga kehilangan daya tarik setelahTrump memberhentikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, dan memiih Direktur CIA Mike Pompeo sebagai penggantinya yang dinilai memeiliki perspektif anti-globalisme seperti Trump, dan dikhawatirkan akan menerapkan sikap garis keras dalam politik luar negeri AS. Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,26% menjadi 89,664.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.23940.0004+0.03%7:05 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3970.0008+0.06%7:05 PM
Yen (USD-JPY)106.48-0.10-0.09%7:05 PM
Yuan (USD-CNY)6.3217-0.0078-0.12%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,751.50-13.00-0.09%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah, dan ditutup anjlok lebih dari 1% karena kekhawatiran meningkatnya produksi minyak AS dan penurunan tajam di bursa ekuitas. Badan Informasi Energi AS memperkirakan, produksi minyak shale-oil AS pada periode April akan meningkat, mencapai rekor baru 6,95 juta barel per hari, dan ouput akan mencapai 11 juta bph pada akhir 2018. 

Penunjukkan Mike Pompeo sebagai Menlu AS dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif dalam perundingan program nuklir Iran karena ia pernah mendesak untuk membatalkan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Trump mengancam untuk menarik diri dari kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan dunia, kecuali Kongres dan sekutu Eropa "memperbaikinya" dengan sebuah perjanjian tindak lanjut. Iran dikhawatirkan akan membanjiri pasar dengan minyak, jika posisinya terancam.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 39 sen (-0,7%) menjadi USD64,56 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 65 sen (-1,06%) menjadi USD60,71 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir di zona hijau, terangkat oleh pelemahan dolar AS, dan kasus pemecatan Tillerson yang dinilai memiliki pandangan berbeda dengan Trum dalam kebijakan Korea Utara, Rusia dan Iran. Rilis data inflasi AS periode Februari yang lebih rendah dari Januari, meredam kekahwatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dari perkiraan. Pasar mencermati pertemuan The Fed pekan depan untuk mendapatkan gambaran arah laju kenaikan suku bunga AS tahun ini.

Harga emas di pasar spot naik 0,27% menjadi USD1.326,18 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April naik 0,44% menjadi USD1.326,60 per unce.



(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author