Bursa Siang: Saham Consumer Unggulan Tekan Laju IHSG

Bursa Siang: Saham Consumer Unggulan Tekan Laju IHSG

Posted by Written on 13 March 2018


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tertekan ke zona merah pada jeda perdagangan hari Senin (12/3). IHSG melemah -0,75% (-50 poin) ke posisi 6.451.

Saham-saham sektor consumer paling berkontribusi terhadap pelemahan IHSG . Sektor consumer tumbang -1,65 persen. 

Emiten consumer yang melemah di antaranya ICBP (-0,3%), KAEF (-0,4%), ROTI (-0,4%), AISA (-1,7%), KLBF (2,2%), GGRM (-2,7%), HMSP (-3,2%) dan MYOR (-3,4%).

Indeks Kompas100 -0,89% ke posisi 1354. Indeks LQ45 -0,90% ke level 1065 poin. Indeks JII -0,59% ke 751 poin. IDX30 -0,87% ke level 583 poin. Indeks SM Infra18 -0,72% ke posisi 381. Indeks Sri Kehati -0,56% ke posisi 394.

Saham-saham teraktif yang diperdagangkan adalah AISAGSMFTAXIIMASBKSLTLKMHOMEPGASHMSP, dan UNTR.

Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp3,45 triliun dengan volume trading sebanyak 47,97 juta lot saham. Pemodal asing aksi jual bersih (net sell) -Rp286,90 miliar.


Nilai tukar rupiah -0,02% di posisi Rp13.751 per USD. (12.00 pm).

Sector% ChangeTop GainerLast (Rp)Change (+Rp)Top LoserLast (Rp)Change (-Rp)
CONSUMER-1,65

RODA

27254

BINA

505-125
AGRI-0,87

DYAN

8715

YPAS

700-120
MINING-0,26

IMAS

1.56180

PBSA

1.3-200
MANUFACTUR-1,19

RAJA

65070

JGLE

70-7
MISC -IND-0,43

NIRO

909

PDES

1.04-100
INFRASTRUC-0,61

BMSR

18014

PADI

675-55
TRADE-1,08

FPNI

23016

ECII

820-60
FINANCE0,17

AHAP

17511

AKSI

292-20
BASIC-IND-0,52

PSSI

1549

ULTJ

1.405-95
PROPERTY0,00

SDRA

84545

PLIN

3.2-200
source: idx.co.id


Bursa Asia

Market saham Asia bergerak sideways pada perdagangan hari Selasa (13/3) pagi. Para pemodal mencermati data inflasi Amerika yang akan dirilis hari ini.

Indeks Nikkei 225 bergerak fluktuatif di tengah berkembangnya skandal kronisme yang dapat menekan pemerintahan PM Jepang Shinzo Abe's.

Sebagian besar emiten produsen baja masih dalam tekanan seiring ekspektasi tertekan sentimen penerapan tarif impor produk baja oleh pemerintah Amerika. Saham produsen baja dari Jepang, JFE Holding turun 1,92 persen. Nippon Steel turun 1,08 persen.

Bursa saham Australia melemah 0,58 persen. Saham produsen baja di negara tersebut, Bluescope Steel melemah 2 persen. Saham-saham lain seperti Rio Tinto turun 2,48 persen. AMP turun 0,93 persen dan Westpac turun 0,36 persen.

Di bursa Korsel, Indeks Kospi naik 0,14 persen. Emiten produsen baja, Posco bergerak menguat 0,28 persen setelah sempat tertekan. Emiten baja lain seperti Dongkuk Steel dan Hyundai Steel melemah masing-masing 1 persen.

Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong berada di zona merah. Begitu pula dengan pasar saham Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok pada hari ini menyatakan penggabungan aturan di sektor perbankan dan asuransi untuk merampingkan dan mengetatkan pengawasan sistem finansial. Saham Agricultural Bank of China (ABC) naik 5 persen. Bank terbesar ketiga di China tersebut pada Senin kemarin mengumumkan akan meningkatkan sebesar 100 miliar yuan dalam private placement. Kementerian Keuangan China akan menjadi salah satu pendukungnya.

Para pemodal juga fokus mencermati angka inflasi Amerika. Polling oleh kantor berita Reuters menyatakan inflasi periode Februari di Amerika diperkirakan sebesar 1,8 persen.

Indeks dolar As menguat 0,08 persen tipis ke 89,965 (pukul 12.14 pm HK/SIN). Yen melemah terhadap dolar AS di posisi 106,58 yen.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) +0,17% ke level 21.860,71. (11.55 am)

Indeks Hang Seng (Hong Kong) -0,27% ke level 31.507,76.

Indeks Shanghai (China) -0,23% ke level 3.319,12.

Indeks Straits Times (Singapura) +0,08% ke level 3.543,20. (12.00 pm)



Oil

Posisi harga minyak dalam tekanan pada trading hari Selasa (13/3) pagi, memperpanjang pelemahan sesi sebelumnya. Hal ini terjadi seiring kenaikan produksi minyak Amerika tak terelakkan membebani market.

Harga minyak Brent drop 10 sen ke posisi USD64,85 per barel. Sementara minyak WTI turun 11 sen ke level USD61,25 per barel.(pukul 04.14 GMT).


(cnbc/awsj/reuters/mk)


Sumber : admin


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author