Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Berupaya Keluar dari Rentang Konsolidasi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun, IHSG Berupaya Keluar dari Rentang Konsolidasi

Posted by Written on 13 March 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (13 Maret 2018), dibuka di zona merah tertekan oleh celotehan Presiden AS, Donald Trump yang mengancam Uni Eropa agar menyingkirkan hambatan ekspor produk AS. 

Sejumlah negara Asia mengkhawatirkan, Washington akan melakukan hal serupa terhadap ekspor produk baja mereka.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 031% tertakan oleh kejatuhan harga saham produsen bijih besi dan perbankan. Tekanan penurunan berlanjut, anjlok 0,64% (-38,30 poin) ke level 5.957,80 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menyusut 0,33% (-71,83 poin) ke posisi 21.752,20, setelah dibuka turun 0,35% terpengaruh oleh berkembangnya isu kroniisme di dalam pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe dan penurunan harga saham produsen besi baja. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar di tengah kejatuhan harga saham produsen baja, dan berlanjut sedikit menguat 0,01% menjdi 2.483,66.

Lanjutkan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terkikis 0,08% di posisi 31.570,20 pada pukul 8:35 WIB. dan Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,08% menjadi 3.324.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan harga saham di bursa Wall Street dan Asia, setelah berhasil menghentikan tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melaju 1,05% ke level 6.500. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat berusaha melewati rentang konsolidasi. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bullish continuation,mengarah pada sinyak positif menuju area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali munculnya kekhawatiran akan perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Amerika terkait impor baja dan alumunium diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain laporan keuangan emiten yang positif, aksi korporasi pengalihan saham perusahan gas negara dan naiknya harga CPO akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentangsupport di level 6.455 dan resistance di 6.550.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS (Buy, Support: Rp2.410, Resist: Rp2.640), CPIN (Spec Buy, Support: Rp3.330, Resist: Rp3.490), BMRI (Spec Buy, Support: Rp8.200, Resist: Rp8.450), PTPP (Spec Buy, Support: Rp2.960, Resist: Rp3.100).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan rekor tertiggi indeks Nasdaq Composite, namun indeks Dow Jones terperosok karena bangkitnya kekhawatiran perang dagang yang menekan harga saham beberapa perusahaan multinasional papan atas. Komisioner Perdagangan Eropa, Cecilia Malmstroem mengancam, blok perdagangan itu akan "melawan pengganggu" setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menetapkan pajak terhadap mobil Jerman jika Uni Eropa tidak menurunkan tarif dan hambatan terhadap produk AS. Harga saham eksportir besar AS seperti Boeing dan Caterpillar anjlok lebih dari 2%, United Technologies merosot 1,9% dan Honeywell International melorot 1,3%. Saham teknologi bergerak variatif, Netflix terjungkal 3,1%, Intel turun 1,3%, namun Broadcom melonjak 3,6%.

Dow Jones Industrial Average merosot 0,62% (-157,13 poin) ke level 25.178,61.

Standard&Poor's 500 turun 0,13% (-3,55 poin) ke posisi 2.783,02.

Nasdaq Composite naik 0,36% (27,51 poin) menjadi 7.588,32.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,39% menjadi USD28,57.

Bursa saham utamaEropatadi malam ditutup bervariasi, meski investor berusaha mengabaikan kekhawatiran seputar perang tarif AS dan fokus pada perdagangan saham individual. Indeks European STOXX 600 naik 0,25% menjadi 379,20, dipimpin kenaikan harga saham di sektor utilitas. Saham sektor komoditas, terutamaa saham pertambangan, melemah karena harga logam berada di bawah tekanan, mengirinngi kejatuhan harga saham sektor telekomunikasi. Menteri Ekonomi Jerman Brigitte Zypries mengecam keputusan Trump menerapkan tarif impor baja dan alumunium, karena hal itu dinilai menempatkan "tatanan ekonomi global bebas pada risiko."

FTSE 100 London turun 0,13% (-9,75 poin) menjadi 7.214,76.

CAC 40 Paris naik tipis 0,04% (2,31 poin) di posisi 5.276,71.

DAX 30 Frankfurt melaju 0,58% (71,71 poin) ke level 12.418,39.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York berakhir melemah tertekan oleh data ketenagakerjaan AS. Laporan penggajian (payroll) non-pertanian, periode Februari menunjukkan kenaikan jumlah pekerjaan di AS jauh lebih tinggi dari perkiraan, namun inflasi upah, tetap melambat. Rata-rata pendapatan per jam naik tipis empat sen atau 0,1% menjadi USD26,75, lebih rendah dari kenaikan bulan sebelumnya sebesar 0,3% , sehingga menurunkan kenaikan upah rata-rata per jam (year-on-year) menjadi 2,6 persen dari 2,8 persen di Januari. Para analis mengatakan, untuk menggairahkan dolar AS dan mendorong The Fed untuk lebih cepat menaikkan suku bunga, pertumbuhan upah harus bergerak di atas tiga persen. Investor menunggu rilis data harga konsumen dan indeks harga. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,22% menjadi 89,895.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.23340.000.00%7:02 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3904-0.0002-0.01%7:02 PM
Yen (USD-JPY)106.37-0.05-0.05%7:03 PM
Yuan (USD-CNY)6.3295-0.0049-0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,764.50-32.00-0.23%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/3/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi meluncur turun di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan output minyak AS dan pasokan OPEC yang ketat. Sejumlah hedge fund dan money manager memangkas minat beli mereka terhadap WTI, sehingga menyebabkan penurunan drastis long position pada pekan lalu, pertama kali dalam tiga pekan. Menteri Minyak Iran, Bijan Zanganeh, mengatakan OPEC akan mulai mengurangi hambatan produksi saat ini pada 2019 dalam pertemuan Juni. Namun kenaikan produksi minyak AS dinilai akan menegasikan upaya OPEC dan Rusia untuk mengurangi output minyaknya.
Harga minyak mentah berjangka Brent turun 54 sen (-0,8%) menjadi USD64,95 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 68 sen (-1,1%) menjadi USD61,36 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melorot, tertekan oleh rilis data payroll AS yang optimistismppada akhir pekan lalu, sehingga mendongkrak indeks saham global, dan menopang ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan program kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Sentimen positif terhadap dolar AS itu menurunkan kekhawatiran investor tentang potensi perang dagang yang dipicu AS, sehingga menurunkan permintaan emas sebagai safe havens. Investor meahan diri jelang rapat kebijakan The Fed yang dijadwalkan pekan depan.

Harga emas di pasar spot turun 0,09% menjadi USD1.322,46 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April turun USD3,20 (-0,2%) menjadi USD1.320,80 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author