Bursa Pagi: Asia Dibuka Melesat, Dukung Potensi Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melesat, Dukung Potensi Penguatan IHSG

Posted by Written on 12 March 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (12 Maret 2018), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu menyambut rilis data ketenagakerjaan AS yang positif, di warnai kenaikan tajam harga minyak.

Membuka perdagangan saham pekan ini, indeks ASX 200, Australia dibuka naik 0,57% dan berlanjut melaju 0,82% didukung oleh kenaikan harga saham sektor pertambangan dan energi yang melesat 1,53% dan 1,39%. Harga saham produsen melambung 2,14%. Laju indeks berlanjut 0,66% (39,60 poin) ke level 6.002,80 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indesk Nikkei 225, Jepang bergerak naik tinggi 2,09% (447,64 poin) ke posisi 21.916,84 , setelah dibuka melejit 2,03% didukung kenaikan indeks harga saham di 33 sektor industri, diwarnai pelemahan nilai tukar yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,7%, didukung rebound harga saham produsen baja, dan berlanjut naik 0,88% menjadi 2.480,72.

Lanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,74% ke level 31.536,30 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik 0,36% menjadi 3.319,21.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan indeks di bursa ssaham Asia melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham global akhir pekan lalu, setelah ditutup melemah 0,16% di level 6.433,322 pada akhir sesi perdagangan pekan lalu.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat dengan dukungan capital inflow, rilis data penjualan kendaraan dan pertumbuhan kredit. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan di area oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring dengan data tenaga kerja ASyang lebih baik dari ekspektasi dan reboundnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan nikel diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.400 dan resistance di 6.475.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:SMRA (Spec Buy, Support: Rp980, Resist: Rp1.050),

INCO (Spec Buy, Support: Rp2.900, Resist: Rp3.040),ICBP (Spec Buy, Support: Rp8.875, Resist: Rp9.125), ASRI (Spec Buy, Support: Rp384, Resist: Rp392).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street akhir pekan lalu ditutup menguat tajam dengan mencatatkan rekor tertinggi indeks Nasdaq, didukung rilis data ketenagakerjaan AS yang positif. Total pekerjaan non pertanian AS periode Februari meningkat sebesar 313.000, jauh di atas perkiraan sebanyak 200.000 pekerjaan, dan tingkat pengangguran bertahan sebesar 4,1%. Rata-rata penghasilan per jam meningkat 4% menjadi US$26,75, sehingga sepanjang tahun ini, rata-rata penghasilan per jam meningkat 68 sen, atau 2,6%. Para investor terus mencermati perkembangan ekonomi di AS, keputusan Presiden Trump tentang tarif baja dan alumunium impor sebesar masing-masing 25% dan 10%.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,77% (440,53 poin) menjadi 25.335,74.

Standard&Poor's 500 melejit 1,74% (47,60 poin) ke level 2.786,57.

Nasdaq Composite melambung 1,79% (132,86 poin) ke posisi 7.560,81.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,60% menjadi USD28,46.

Bursa saham utamaEropa akhir pekan lalu ditutup bervariasi dengan menyisakan indeks DAX 30 Jerman di zona merah tertekan kejatuhan harga saham Lufthansa sebesar 5,17% dan sektor otomotif sebesar 0,12%. 

Indeks European-Stoxx 600 naik 0,43% menjadi 378,24, membukukan kenaikan mingguan sebesar 3,05%. Pasar menyambut posotif rilis data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan kenaikan, dipimpin kenaikan di sektor konstruksi dan ritel. Harga saham sektor pertambangan menguat didukung kenaikan harga loga dan minyak.

FTSE 100 London menguat 0,30% (21,27 poin) menjadi 7.224,51.

DAX-30 Frankfurt melemah 0,07% (-8,89 poin)) di posisi 12.346,68.

CAC-40 Paris naik 0,39% (20,30 poin) ke level 5.274,40 poin.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu berakhir melemah meski laporan pekerjaan non-pertanian di AS lebih baik dari perkiraan. Para trader berpendapat perbaikan data tenaga kerja AS tak akan mengubah kebijakan suku bunga Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga akhir bulan ini, dan kemungkinan dua kali lagi pada tahun ini. Namun persentase pengangguran yang bergeming di angka 4% diperkirakan akan mencegah The Fed untuk empat kali menaikkan suku bunga pada tahun ini. Yen melemah setelah Gubernur Bank of Japan mengumumkan bahwa tidak ada perubahan kebijakan moneter hingga target inflasi 2% tercapai. Indeks Dolar AS yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,10% menjadi USD90,093.



Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.2307-0.0005-0.04%
Poundsterling (GBP-USD)1.38500.0039+0.28%
Yen (USD-JPY)106.820.59+0.56%
Yuan (USD-CNY)6.3344-0.0078-0.12%
Rupiah (USD-IDR)13,796.50-19.40-0.14%
Sumber : Bloomberg.com, 9/3/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup naik tinggi, didorong oleh menguatnya prospek pertumbuhan permintaan yang didukung perbaikan data tenaga kerja AS dan penurunan produksi minyak AS. Barker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS sepanjang pekan lalu turun 4 rig, penurunan mingguan pertama dalam 7 pekan, menjadi 796 rig .. Rencana pertemuan Presdien AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kin Jong Un ikut menggairahkan pasar minyak dunia, di tengah pelemahan dolar AS.

Harga minyak WTI untuk pengiriman April naik USD1,92 (3,19%) menjadi US$62,04 per barel.

Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei naik USD1,54 (2,40%) menjadi US$65,15 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu juga ditutup menguat terangkat oleh pelemahan dolar AS, kendati rilis data ketenagakerjaan bulanan AS mencatatkan perbaikan. 

Analis menilai, rencana pertemuan pemimpin AS-Korut akan menghembuskan anin segar yang menurunkan permintaan emas. Namun keputusan Trump untuk menerapkan tarif impr tinggi pada baja dan alumunium, menjadi penekan dolar AS sehingga mendukung harga emas sebagai safe havens.

Harga emas untuk pengiriman April naik USD2,3 (0,17%) menjadi USD1.324,0 per onuce.

Harga emas di pasar spot naik 0,02% menjadi USD1.322,06.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author