Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpeluang Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpeluang Menguat

Posted by Written on 06 March 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (6/3), dibuka menguat melanjutkan trend positif di bursa saham utama Eropa dan Wall Street seiring memudarnya sentimen negatif ancaman perang dagang Presiden AS Donald Trump, di tengah apresiasi dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia.

Perdagangaan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,59% dan berlanjut melejit 1,29% pada awal sesi perdagangan, didukung kenaikan harga saham sektor energi dan pertambangan, serta keuangan, jelang keputusan suku bunga bank sentral dan rilis data neraca pembayaran dan penjualan ritel negara itu. Laju indeks menguat 1,26% (74,00 poin) ke level 5.969,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melambung 2,07% (436,62 poin) ke posisi 21.478,71, setelah dibuka melesat 2,03% didukung pelemahan yen terhadap dolar AS, yang mendongkrak harga saham-saham eksportir di sektor teknologi, otomotif dan manufaktur. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melaju 1,16% dengan mencatatkan kenaikan di semua sektor, dan berlanjut naik 1,20% menjadi 2.403,53.

Melanjutkan tren positif global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melejit 1,65% ke level 30.380,96 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,29% menjadi 3.266,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren positif pergerakan indeks di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup turun 0.49% ke level 6.550,593. dengan diwarnai aksi jual asing.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih bergerak di rentang konsolidasi, menunggu dorongan dari sentimen positif rilis data ekonomi dan aksi beli asing. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan, mengarah pada momentum bearish menuju area oversold.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional seiring terbukanya peluang negoisasi terkait rencana penerapan tarif impor baja dan alumunium, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Naiknya harga komoditas seperti minyak mentah diperkirakan menambah katalis positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.495 dan resistance di 6.595.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ELSA (Spec Buy, Support: Rp478, Resist: Rp510), MIKA
 (Spec Buy, Support: Rp2.040, Resist: Rp2.220), RALS (Sell, Support: Rp1.205, Resist: Rp1.265), 

MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.465, Resist: Rp1.515).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Streetpagi tadi berakhir menguat tajam, mengesampingkan kekhawatiran perang dagang sehingga mencegah kejatuhan empat sesi beruntun indeks Dow Jones Industrial Average. 

Investor menilai, ancaman perang dagang Trump hanya taktik tawar-menawar, karena mengindikasikan kemungkinan untuk membebaskan Kanada dan Meksiko dari pengenaan tarif baja dan aluminium dengan mensyaratkan renegosiasi Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Saham-saham yang sebelumnya terpukul oleh ancaman tarif Trump rebound, dipimpin saham produsen alat berat, Caterpillar Inc, dengan lompatan 3,2%. Saham Boeing melonjak 2,3%. Penguatan indeks juga didukung kenaikan harga saham teknologi. Twitter melejit hampir 5%, Facebook melesat 2,1%, dan Alphabet naik 1%.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,37% (336,70 poin) ke posisi 24.874,76.

Standard&Poor's 500 melompat 1,10% (29,69 poin) ke level 2.720,94.

Nasdaq Composite naik 1,00% (72,84 poin) menjadi 7.330,70.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,14% menjadi USD28,74.

Bursa saham utamaEropa tadi malam juga berakhir menguat, meskipun muncul kekhawatiran kebuntuan politik dari hasil pemilu di Italia, terpengaruh lompatan indeks saham acuan di bursa Wall Street. Indeks European STOXX 600 naik 1,04% menjadi 370,87, dipimpin kenaikaan saham sektor ritel sebesar 1,18% mengimbangi kejatuhan harga saham sejumlah pabrikan otomotif di Jerman dan Prancis akibat ancaman tarif impor AS. Hasil pemilu Italia, akhir pekan lalu, mengindikasikan kemungkinan kebuntuan di parlemen, karena rakyat memilih partai anti-establishment dan partai sayap kanan dengan jumlah yang lebih tinggi daripada sebelumnya, mengikis dominasi tiga partai utama di negara tersebut untuk membentuk pemerintahan sendiri.

FTSE 100 London melaju 0,65% (46,08 poin) menjadi 7.115,98.

DAX 30 Frankfurt melesat 1,49% (177,16 poin) ke level 12.090,87.

CAC 40 Paris naik 0,60% (30,65 poin) ke posisi 5.167,23.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup menguat setelah investor mencerna serangkaian laporan ekonomi AS yang secara umum cukup positif. Laporan Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur sepanjang Februari lalu mencatatkan pertumbuhan menurut dengan mencatatkan indeks ISM non-manufaktur sebesar 59,5 mengalahkan konsensus pasar sebesar 58,8. Indeks Aktivitas Bisnis Jasa dari IHS Markit tercatat 55,9 , naik dari 53,3 di Januari. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,09% menjadi 90,012. Euro menguat kembali setelah tertekan oleh hasil pemilu Italia, terangkat oleh terbentuknya koalisi pemerintahan Jerman.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2334-0.0002-0.02%5:43 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3844-0.0005-0.04%5:43 PM
Yen (USD-JPY)106.18-0.02-0.02%5:43 PM
Yuan (USD-CNY)6.34960.0042+0.07%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,761.505.00+0.04%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 5/3/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik tinggi, didorong oleh perkiraan pertumbuhan permintaan minyak yang kuat dan kekhawatiran bahwa outputOPEC akan tumbuh lebih lambat dalam beberapa tahun mendatang. Konferensi energi terbesar, CERAWeek di Houston, Senin mengungkapkan, profil produksi minyak Venezuela yang memburuk, berkurang 1,5 juta barel per hari (bph) dari output historisnya. Badan Energi Internasional memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global tahunan mencapai rata-rata 1,1% hingga 2023 dan mencatat bahwa OPEC tak akan mampu meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan. Sebaliknya, produksi shale-oil AS bakal melonjak dalam lima tahun ke depan, mencuri pangsa pasar dari produsen OPEC .

Harga minyak berjangka Brent naik USD1,19 (1,9%) menjadi USD65,56 per barel.

Harga minyak berjangka WTI naik USD1,32 (2,2%) menjadi USD62,57 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh penguatan dolar AS. Dorongan terhadap harga emas mereda, setelah isu ancaman perang dagang Trump mereda. Laju indeks saham Wall Street ikut menekan harga emas. Pasar mengantisipasi rilis data penggajian AS, Jumat besok, sebagai panduan ekspektasi suku bunga The Fed.

Harga emas di pasar spot turun 0,32% menjadi USD1.317,91 per ounce.

Harga mas untuk April turun 0,36% menjadi USD1.318,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author