Bursa Pagi: Global-Regional Berlanjut Turun, Adang Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Berlanjut Turun, Adang Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 01 March 2018


Ipotnews - Memasuki bukan Maret, Kamis (1/3), bursa saham Asiadibuka melorot tajam, melanjutkan tren kejatuhan indeks saham di bursa global pasca testimoni pemimpin Federal Reserve AS, Jerome Powell di depan Kongres AS, awal pekan kemarin, yang berlanjut dengan apresiasi dolar dan kejatuhan harga komoditas, terutama minyak.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 0,74%, terbebani oleh kejatuhan harga saham terkait minyak, pertambangan logam, dan diperparah dengan kejatuhan harga saham "Big Four" bank. Pelemahan indeks berlaanjut 0,74% (-44,50 poin) ke posisi 30.844,72 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,21% (-266,15 poin) ke level 21.802,09, setelah dibuka terperosok 1,13% pada sesi awal perdagagan, terseret kejatuhan harga saham otomotif, teknologi dan keuangan. Bursa saham Korea Selatan hari ini tutup, menikmati hari libur nasional.

Lanjutkan tren penurunan indeks saham global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok 1,19% (-367,73 poin) ke level 30.476,99 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun tajam 0,75% ke posisi 3.235,09.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini kembali dihadapkan pada tren kejatuhan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil meredam tekanan sepanjang sesi perdagangan kemarin, dan ditutup dengan turun tipis 0,03% menjadi 6.597,218. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan mengalami tekanan penurunan indeks di bursa saham global dan regional, dengan mendapatkan dukungan dari sentimen rilis data ekonomi BPS yang positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks yang memperlihatkan adanya potensi penguatan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kembali berlanjutnya pelemahan indeks bursa global dan regional serta terkoreksinya harga komdoitas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati laporan kinerja keuangan emiten dan data inflasi bulan Februari. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di level 6.570 dan resistance di 6.630.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:BBTN (Spec Buy, Support: Rp3.650, Resist: Rp3.820), PTPP (Buy on Weakness, Support: Rp3.070, Resist: Rp3.140), ASRI (Spec Buy, Support: Rp386, Resist: Rp398), HMSP (Spec Buy, Support: Rp4.750, Resist: Rp4.890).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali berakhir dengan membukukan penurunan tajam, tertekan kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dan penurunan tajam harga minyak. Harga saham-saham terkait minyak berguguran menyusul laporan persediaan minyak AS yang bearish, turun hingga 2%. 

Saham Lowe's Companies rontok 6,5%, setelah merilis laporan keuangan, dan perusahaan bioteknologi Celgene terpangkas 9,0% setelah mengungkapkan badanya sandungan dalam tinjauan pemerintah terhadap obat ozanimod untuk multiple sclerosis. Pasar kembali menunggu pernyataaan pimpinan The Fed, Jerome Powell yang dijadwalkan berbicara di Komite Perbankan Senat AS, Kamis ini.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1,5 persen (-380,83 poin) ke level 25.028,37.

Standard&pPoor's 500 merosot 1,11% (-30,45 poin) ke posisi 2.713,81.

Nasdaq Composite melorot 0,78% (-57,35 poin) menjadi 7.273,01.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,56% menjadi USD28,61.
Bursa saham utamaEropatadi malam juga berakhir melemah, terpengaruh oleh sentimen negatif terhadap pernyataan Jerome Powell, yang berkomitmen untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Indeks European Stoxx 600 turun 0,71% menjadi 379,63, dengan hanya menyisakan saham sektor media dan teknologi di zona positif. Saham sektor basic resources rontok 2,26% persen, diikuti sektor utilitas yang terpangkas 1,32%. Rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang positif, tak mampu mendongkrak indeks.

FTSE 100 London Inggris melorot 0,69% (-50,54 poin) ke level 7.231,91.

DAX 30 Frankfurt turun 0,44% (-54,88 poin) menjadi 12.435,85.

CAC 40 Paris tergerus 0,44% (-23,44 poin) di posisi 5.320,49.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melesat ke level tertinggi lima pekan, didukung oleh optimisme Jerome Powell, terhadap ekonomi AS yang mendongkrak ekspektasi untuk menaikkan suku bunga secara agresif selama dua tahun ke depan. Powell dijadwalkan akan menyampaikan lebih banyak penilaiannya di depan Komite Perbankan Senat, Kamis ini. Rilis data ekonomi AS memperlihatkan, PDB AS kuartal empat naik 2,5%, lebih rendah dari laporan sebelumnya sebesar 2,6, turun dibanding kuartal tiga yang mencapai 3,2%. Indeks PMI Chicago periode Februari mencapai 61,9, lebih rendah dari perkiraan 64,2. Di sisi lain, euro tersandung oleh perkembangan politik di zona euro jelang pemilu Italia. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenbackterhadap enam mata uang negara maju, naik 0,34% menjadi 90,660.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21950.0001+0.01%5:38 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3759-0.0001-0.01%5:38 PM
Yen (USD-JPY)106.700.02+0.02%5:38 PM
Yuan (USD-CNY)6.3310.0141+0.22%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,751.0072.00+0.53%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/2/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyakmentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, jatuh lebih dari 2%, setelah rilis data Badan Infromassi Energi AS. Stok minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu melonjak sebesar 3 juta barel, lebih besar dari ekspektasi kenaikan 2,1 juta barel. Persediaan bensin melambung 2,5 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi penarikan 190.000 barel. Produksi minyak mentah periode Desember turun menjadi 9,95 juta barel, susut 108.000 (bph) dari November, namun produksi mingguan naik lagi menjadi 10,3 juta bph.

Harga minyak WTI menutup Februari dengan penurunan hampir 5%, mengakhiri kenaikan beruntun selama 5 bulan sebelumnya. Penurunan harga minyak juga disebabkan oleh konsumsi tiga konsumen minyak mentah terbesar di dunia - China, India dan Jepang - yang melaporkan penurunan aktivitas pabrik bulanan. Apresiasi dolar AS iktu menekan harga minyak.

Harga minyak berjangka WTI turun USD1,37 (-2,2%) menjadi USD61,64 per barel.

Harga minyak Brent untuk pengiriman April turun 83 sen (-1,3%) menjadi USD64,76 per barel.

Harga emasdi bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup relatif stabil, setelah anjlok lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, terpukul pernyataan Jerome Powell tentang kemungkinan kenaikan suku bunga AS secara lebih agresif pada tahun ini. Harga emas di pasar spot menutup perdagangan Februari dengan penurunan 2%, setelah menyentuh level terendah sejak 9 Februari di posisi USD1.313,26, terutama akibat penguatan dolar AS dan kenaikaan imbal hasil US Treasury. Ekspaektasi inflasi AS mendukung harga emas, namun kekhawatiran akan kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga AS menekan harga emas.

Harga emas di pasar spot cnderung mendatar di kisaran USD1.317,70 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April naik 0,03% menjadi USD1.319,00 per ounce.


(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author