Penurunan Stok Amerika Tak Mampu Angkat Sentimen, Minyak Tertekan

Penurunan Stok Amerika Tak Mampu Angkat Sentimen, Minyak Tertekan

Posted by Written on 22 February 2018


Ipotnews - Harga minyak turun pada perdagangan Kamis, terbebani penguatan dolar AS yang tak mampu diimbangi laporan penyusutan persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berada di posisi USD61,15 per barel pada pukul 06.40 GMT, turun 53 sen atau sekitar 0,9 persen, dari penutupan terakhir, demikian laporan Reuters, di Singapura, Kamis (22/2).

Sementara itu, harga minyak mentah Brent--patokan internasional--melemah 42 sen atau sekitar 0,6 persen dari penutupan terakhir menjadi USD65 per barel.

Sebelumnya, sekitar pukul 01.02 GMT, WTI berkurang 56 sen atau 0,9 persen menjadi USD61,12 per barel, sedangkan Brent menyusut 50 sen atau sekitar 0,8 persen menjadi USD64,92 per barel.

Dolar AS melesat ke level tertinggi satu pekan terhadap sekeranjang mata uang lainnya, Kamis, setelah risalah pertemuan kebijakan Januari Federal Reserve menunjukkan para pembuat kebijakan meyakini perlunya mempertahankan kenaikan suku bunga.

"Apresiasi dolar AS membebani sentimen investor meski data persediaan Amerika terlihat bullish," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di pialang berjangka OANDA, Singapura.

Karena minyak diperdagangkan dalam dolar AS, penguatan greenback membuat impor bahan bakar bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain menjadi lebih mahal, sehingga berpotensi menekan permintaan.

Sentimen penurunan persediaan minyak mentah Amerika tampaknya tak mampu mengimbangi katalis penguatan nilai tukar dolar AS.

American Petroleum Institute, Rabu, melaporkan penurunan persediaan minyak mentah Amerika sebesar 907.000 barel menjadi 420,3 juta barel pada pekan hingga 16 Februari.

"Membaiknya infrastruktur pipa menuju pantai Teluk dan penurunan pasokan melalui jaringan pipa Keystone TransCanada, memicu penyusutan persediaan," ungkap Innes.

Meski terjadi penurunan, para analis mengatakan pasar minyak pada umumnya didukung dengan baik karena pertumbuhan permintaan berbarengan dengan pembatasan produksi yang dimotori oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan Rusia.

"Pembatasan produksi OPEC telah menstabilkan pasar. Kepatuhan terhadap perjanjian tersebut relatif baik," ucap Daniel Hynes, analis ANZ Bank. 

(ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author