Terbebani Penguatan "Greenback", Minyak Jatuh di Pasar Asia

Terbebani Penguatan "Greenback", Minyak Jatuh di Pasar Asia

Posted by Written on 21 February 2018


Ipotnews - Harga minyak melemah pada perdagangan Rabu, terbebani pergerakan dolar AS yang mulai menjauh dari level terendah tiga tahun, pekan lalu.

Patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berada di posisi USD61,37 per barel pada pukul 01.44 GMT, turun 42 sen atau sekitar 0,7 persen, dari penutupan terakhir, demikian laporan Reuters, di Singapura, Rabu (21/2).

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent--patokan internasional--menyusut 36 sen atau sekitar 0,6 persen dari penutupan terakhir menjadi USD64,89 per barel.

Wang Tao, analis teknikal komoditas Reuters, mengatakan Brent bisa jatuh ke kisaran USD63,92-64,41 per barel, seperti ditunjukkan oleh wave pattern-nya dan analisis proyeksi.

Para trader mengatakan penurunan tersebut didorong oleh pemulihan dolar AS, yang berpotensi menekan permintaan bahan bakar karena membuat impor minyak yang dihargaan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain.

Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang, Rabu, setelah menarik diri dari posisi terendah tiga tahun yang dicapai pekan lalu.

"Dolar AS terus menemukan pijakan yang lebih kuat," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di broker berjangka OANDA di Singapura.

Secara keseluruhan, bagaimanapun, pasar minyak tetap didukung dengan baik karena pertumbuhan permintaan yang sehat dan pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), yang dimulai tahun lalu untuk menarik kelebihan persediaan global. 

(ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author