Minyak WTI Melesat ke Level Tertinggi Dua Pekan, Brent Terbebani Dolar

Minyak WTI Melesat ke Level Tertinggi Dua Pekan, Brent Terbebani Dolar

Posted by Written on 21 February 2018


Ipotnews - Minyak mentah Amerika mencapai level tertinggi dua pekan, Selasa, di tengah penurunan persediaan di pusat penyimpanan dan ekspektasi produsen utama dapat memperluas kerja sama hingga di luar 2018, sementara Brent di bawah tekanan akibat apresiasi dolar AS.

Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan produsen non- OPEC , termasuk Rusia, akan membahas perpanjangan kerja sama mereka selama beberapa tahun ketika bertemu Juni, karena mereka berusaha menghindari guncangan pasar, tutur Menteri Energi Uni Emirat Arab dan Presiden OPEC , Suhail al-Mazroui, kepada Reuters.

Data dari perusahaan intelijen pasar Genscape menunjukkan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah Amerika, turun 2,1 juta barel dalam sepekan hingga 16 Februari, menurut para pedagang yang melihat data tersebut.

Kombinasi jaringan pipa baru yang berjalan dari hub tersebut ke Memphis, bersamaan dengan arus yang berkurang dari jaringan pipa Keystone TransCanada, mengirim timbunan di Cushing ke level terendah dalam tiga tahun.

Aliran dalam jaringan pipa Keystone mengalami penurunan setelah terjadi kebocoran pada November lalu.
Penguatan dolar AS, yang mencapai level tertinggi enam hari, bagaimanapun, membebani harga minyak. Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak dan komoditas lain berdenominasi greenbackmenjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga minyak mentah Brent--patokan internasional--mengakhiri sesi 42 sen atau 0,6 persen lebih rendah, menjadi USD65,25 per barel setelah diperdagangkan antara kisaran USD65,81 dan USD64,78 per barel, demikian laporan Reuters, di New York, Selasa (20/2) atau Rabu (21/2) dini hari WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), naik 22 sen atau sekitar 0,4 persen menjadi USD61,90 per barel. Harga WTI reli ke level USD62,74 per barel di awal sesi, tertinggi sejak 7 Februari.

Divergensi harga membuat diskon minyak mentah Amerika terhadap Brent mendekati level terendah enam bulan setelah melebar menjadi lebih dari USD7 di Desember.

Premi Brent yang lebih sempit terhadap WTI berarti kurang menarik bagi konsumen di Eropa barat laut guna mengimpor minyak mentah Amerika, terutama dengan penyulingan yang melakukan perawatan.

Namun, secara keseluruhan, pasar minyak tetap didukung oleh pembatasan pasokan pada bagian OPEC , yang dimulai tahun lalu untuk menekan kelebihan persediaan global.

Ayed Al Qahtani, Kepala Riset OPEC , mengatakan bahwa kelebihan minyak yang disimpan di storage menurun sepanjang tahun lalu menjadi 74 juta barel di atas rata-rata lima tahun. Angka ini jauh di bawah dibandingkan surplus sekitar 340 juta barel pada Januari 2017, katanya.

"Diskusi terakhir dari Komite Teknis Gabungan OPEC dan negara-negara non- OPEC menyimpulkan bahwa stok minyak menurun dalam laju yang lebih cepat, dan kini, pasar akan seimbang kembali antara kuartal kedua dan ketiga," ungkap Goldman Sachs.

Namun persediaan minyak mentah Amerika tampaknya akan meningkat untuk pekan keempat berturut-turut, menurut jajak pendapat Reuters. Laporan persediaan mingguan tertunda menjadi Rabu dan Kamis karena libur Hari Presiden. 

(ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author