Bursa Pagi: Asia Cenderung Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Asia Cenderung Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 14 February 2018


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (14/2), dibuka mixed, mengikuti pergerakan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang berakhir berlawanan arah, jelang rilis indeks harga konsumen AS periode Januari, hari ini.

Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka naik 0,38% didukung kenaikan harga saham sektor manufaktur sebesar 1,42%, diikuti sektor keuangan dan emiten terkait energi. Rilis data PDB Jepang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5% (yoy), di bawah perkiraan sebesar 0,9%. Penguatan indeks berlanjut 0,27% (57,30 poin) di posisi 21.301,98 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama, indeks ASX 200, Australia turun tipis 0,07% (-4,00 poin) di posisi 5.851,90, setelah membuka perdagangan saham global hari ini dengan melemah 0,15%, terseret penurunan harga saham sektor perbankan yang mencapai 0,71% pada sesi awal perdagangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melesat 0,89% ditopang kenaikan harga sahaam sektor teknologi, dan berlanjut melesat 1,25% ke level 2.425,10.

Lanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,62% ke level 30.024,47 pada pukul 8:30 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,10% menjadi 3.188,10.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks saham global dan reginal yang bervariasi, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesei perdagangan kemarin, dan ditutup melaju 0,84% ke level 6.578,178.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan kenaikan, jelang rilis data perekonomian dan suku bunga BI , besok. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, dengan sinyal momentum kenaikan yang terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya kenaikan bursa global dan beberapa komoditas seperti batubara dan nikel diprediksi akan menjadi katalis positif untuk pergerakan indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support di level 6.545 dan resistance di 6.615.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:ADRO (Spec Buy, Support: Rp2.360, Resist: Rp2.480), SMGR (Spec Buy, Support: Rp10.400, Resist: Rp10.650), PWON (Spec Buy, Support: Rp670, Resist: Rp690), TINS (Spec Buy, Support: Rp995, Resist: Rp1.045).



Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, membukukan kenaikan tiga hari beruntun. Tiga indeks saham acuan melanjutkan pemulihan dari koreksi sepanjang pekan lalu, setelah sempat melemah di awal sesi. Goldman Sachs dan 3M merupakan kontributor terbesar penguatan indeks Dow Jones, keduanya naik 0,9 persen. Indeks sektor keuangan melaju, ditopang lonjakan harga saham Wells Fargo sebesar 2,6%, dan sektor teknologi naik 0,3%. Saham Nvidia dan Amazon melesat sekitar dua persen. Kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi yang dapat memicu suku bunga The Fed masih mempengaruhi pergerakan indeks, yang tercermin dalam survei Bank of America Merrill Lynch, yang menunjukkan bahwa investor profesional mengurangi alokasi obligasi mereka ke tingkat terendah dalam 20 tahun.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,16% (39,25 poin) di posisi 24.640,45.

Standard&Poor's 500 naik 0,26% (6,94 poin) menjadi 2.662,94.

Nasdaq Composite melaju 0,45% (31,55 poin) ke level 7.013,51.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,80% menjadi USD29,40.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah dibayangi oleh kehati-hatian investor jelang rilis data inflasi AS. Indeks European Stoxx 600 anjlok 0,63% ke level 370,58, dipimpin kejatuhan indeks sektor telekomunikasi sebesar 1,10% setelah merespons laporan keuangan emiten. Saham Telenet dan Inmarsat rontok lebih dari 5% setelah merilis laporan keuangan. Kenaikan harga logam melambungkan indeks sektor pertambangan sebesar 0,98%. Badan Statistik Nasional melaporkan inflasi harga konsumen Inggris periode Januari sebesar 3%, sama seperti bulan sebelumnya, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 2,9%.
CAC 40 Paris merosot 0,60% (-30,82 poin) ke level 5.109,24.

DAX 30 Frankfurt anjlok 0,70% (-86,27 poin) ke posisi 12.196,50.

FTSE 100 London turun 0,13% (-9,05 poin) menjadi 7.168,01.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan bank sentral akan tetap waspada terhadap risiko stabilitas keuangan pasca gejolak pasar baru-baru ini. Dia juga menegaskan bahwa The Fed akan secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya. Sejak menjabat sebagai kepala bank sentral pekan lalu, bursa saham AS bergerak fluktuatif, indeks saham utama sempat anjlok lebih dari sepuluh persen. Euro menguat dan yen mencatatkan level tertinggi dalam 5 bulan terhadap dolar diiringi spekulasi bahwa Bank of Japan sudah mendekati tahap pengurangan stimulus moneter. Investor menunggu rilis data inflasi AS, Rabu ini. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata negara maju, turun 0,52% menjadi 89,741.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2350-0.0002-0.02%5:56 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3887-0.0007-0.05%5:55 PM
Yen (USD-JPY)107.820.000.00%5:55 PM
Yuan (USD-CNY)6.3410.0135+0.21%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,651.0012.00+0.09%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 14/2/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak berlawanan arah, berusaha bangkit dari tekanan penurunan di tengah depresiasi dolar AS ke level terendah dalam sepekan. Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan, pasokan minyak global akan melampaui permintaan tahun ini, sehingga memicu kekhawatiran bahwa upaya mengurangi persediaan akan gagal memenuhi harapan, dan merevisi naik perkiraan permintaan global sebesar 7,7%. Namun dampak perkiraan kenaikan permintaan itu, tereduksi oleh ekpektasi kenaikan produksi minyak AS yang kemungkinan akan lebih besar dari kenaikan permintaan.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Maret turun 10 sen (-0,17%) menjadi USD59,19 per barel.

Harga minyak Brent duntuk pengiriman Maret naik 13 sen (0,25%) menjadi USD62,72 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terangkat oleh pelemahan indeks dolar. Investor bertindak hati-hati, menunggu rilis data inflasi AS periode Januari yang berpotensi mempengaruhi pergerakan bursa sahaam dan komoditas global. Ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, membuat imbal hasil investasi emas akan menjadi kurng menarik.

Harga emas di pasar spot naik 0,36% menjadi USD1.327,62 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April naik 0,26% menjadi USD1.329,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author