Aksi Jual Masih Marak, Pasar Obligasi Cenderung Tertekan

Aksi Jual Masih Marak, Pasar Obligasi Cenderung Tertekan

Posted by Written on 13 February 2018


Ipotnews - Laju pasar obligasi hari ini diperkirakan cenderung melemah karena adanya potensi aksi jual seiring pergerakan imbal hasil US Treasury yang kembali menguat.

"Pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual, sehingga laju market obligasi berpeluang kembali melemah," ujar Reza Priyambada, Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Selasa (13/2).

Reza menyebutkan pergerakan imbal hasil surat utang Amerika Serikat yang kembali berpotensi menguat dapat menghalangi peluang pasar obligasi domestik berbalik positif. Namun demikian, diharapkan pelemahan ini dapat lebih terbatas sehingga pergerakan pasar obligasi tidak terperosok semakin dalam. "Tetap waspadai sejumlah sentimen yang masih dapat menahan kenaikan," ungkap dia.

Aksi beli tipis masih terjadi pada sejumlah seri obligasi bertenor pendek. Namun, Reza melanjutkan, hal itu tidak cukup kuat membawa pasar obligasi secara keseluruhan bergerak positif. Di sisi lain, masih adanya aksi jual, terutama pada tenor menengah dan panjang, membuat pasar obligasi masih berada di teritori negatif.

Berdasarkan data Binaartha, pergerakan imbal hasil untuk tenor jangka pendek (1-4 tahun) rata-rata turun 0,15 bps, jangka menengah (5-7 tahun) naik 1,003 bps, dan jangka panjang (8-30 tahun) menguat 0,58 bps.

Menurut Reza kembalinya dominasi aksi jual membuat pasar obligasi masih berada dalam tren pelemahannya. Pada seri FR0063 yang jatuh tempo 10 tahun dengan harga 99,50 persen, memiliki imbal hasil 5,73 persen atau turun 0,011 bps dari sebelumnya 99,45 persen, dengan yield 5,74 persen.

Seri FR0075, jatuh tempo 20 tahun, dengan harga 104,46 persen, memiliki imbal hasil 7,08 persen atau naik 0,007 bps dari 104,54 persen, dengan yield 7,07 persen.

Pada perdagangan Senin (12/2), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin dalam INDOBeX Government Clean Price turun 0,08 bps di level 119,59 dari 119,69. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,02 bps di level 110,50 dari 110,520.

Di sisi lain, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,40 persen dari sebelumnya 6,393 persen, dan US Treasury 10Yr di posisi 2,859 persen dari 2,86 persen, sehingga spread-nya di kisaran 355 bps, lebih tinggi dari sebelumnya 353,5 bps.

Sedangkan laju imbal hasil obligasi korporasi bertenor 9-10 tahun cenderung variatif naik tipis. Pada obligasi dengan rating AAA, naik di kisaran 8,08-8,10 persen, rating AA di kisaran 8,88-8,93 persen, rating A di rentang 9,98-10,01 persen, dan BBB di kisaran 12,52-12,92 persen. 

(Dadag/ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author