Tahun Ini Anak Usaha PTPP Siap Masuki Bisnis Tambang Batubara

Tahun Ini Anak Usaha PTPP Siap Masuki Bisnis Tambang Batubara

Posted by Written on 05 February 2018


Ipotnews - Anak usaha PT PP (Persero) Tbk bidang konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) berencana memasuki lini bisnis jasa pertambangan batubara di tengah rendahnya kapasitas produksi nasional.

"Saat ini demand batubara terus mengalami kenaikan, tetapi kapasitas produksi belum memenuhi demand tersebut. Maka, tahun ini kami akan masuk mining contractor," ujar Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso di Jakarta, Senin (5/2).

Namun demikian, jelas dia, rencana perseroan untuk masuk ke bisnis pertambangan batubara tersebut bukan sebagai pemilik konsesi. "Kami akan masuk ke jasa pengangkutan di sektor pertambangan batubara," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara untuk mendapatkan tiga kontrak pengangkutan di Sumatera Selatan.
Menurut Benny, jika ketiga kontrak itu terealisasi, maka aktivitas tersebut akan menambah kontrak baru PPRE
 sekitar Rp900 miliar-Rp1,05 triliun. "Kami serius masuk ke bisnis ini, karena harga batubara sedang bagus," ujar Benny.

Dia menambahkan, saat ini PPRE sudah mengantungi dua kontrak pengakutan batubara dari PT Barasentosa Lestrasi dengan senilai Rp300miliar-Rp350 miliar selama tiga tahun. "Pendapatan dari dua kontrak pengangkutan ini masuk di pembukuan 2017 dan sebagian lagi untuk 2018," katanya.

Menurut Benny, PPRE juga sedang mengincar tiga kontrak pengangkutan batubara dengan masing-masing nilai kontrak sekitar Rp300 miliar hingga Rp350 miliar. "Lokasinya masih di Sumatera Selatan," ujar Benny sembari mengatakan bahwa realisasi kontrak itu akan menambah pendapatan berkisar Rp900 miiliar-Rp1,05 triliun.

Pada tahun ini, PPRE menargetkan kontrak baru mencapai Rp7,5 triliun dan carry over dari 2017 sebesar Rp9 triliun. "Sehingga, kontrak yang dihadapi di 2018 mencapai Rp16,5 triliun. Maka, carry over dari 2018 untuk 2019 diperkirakan sebesar Rp11,6 triliun," jelas Benny.

(Budi)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author