Harga Minyak Jatuh di Tengah Tekanan Jual Pasar Global

Harga Minyak Jatuh di Tengah Tekanan Jual Pasar Global

Posted by Written on 05 February 2018


Ipotnews - Harga minyak memperpanjang pelemahan dari akhir pekan lalu di tengah aksi jual yang lebih luas dan penguatan dolar AS, dengan Brent jatuh ke level terendah dalam hampir sebulan.

Pasar lainnya juga tertekan karena investor mengkhawatirkan laporan payroll Amerika Serikat yang dirilis Jumat, yang menunjukkan upah tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari delapan setengah tahun, sehingga mendorong ekspektasi inflasi.

Harga minyak mentah berjangka Brent--patokan internasional--turun 57 sen atau sekitar 0,8 persen menjadi USD68,01 per barel pada pukul 07.16 GMT, setelah anjlok 1,5 persen pada perdagangan Jumat, demikian laporan Reuters, di Tokyo, Senin (5/2). Pekan lalu, Brent mencatatkan penurunan mingguan sebesar 2,75 persen.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), turun 47 sen menjadi USD64,98 per barel, setelah melorot 0,5 persen pada sesi sebelumnya. WTI menyusut satu persen selama sepekan terakhir.

Sebelumnya sekitar pukul 00.33 GMT, Brent turun 75 sen atau sekitar 1,1 persen menjadi USD67,83 per barel, sedangkan WTI melosot 66 sen menjadi USD64,79 per barel.

Wall Street turun pekan lalu dari rekor tertinggi karena kekhawatiran inflasi memicu spekulasi bahwa bank sentral secara global mungkin terpaksa memperketat kebijakan lebih agresif.

Tiga indeks utama Amerika ditutup dengan catatan kerugian mingguan terburuk dalam dua tahun, setelah mencetak rekor tertinggi pekan sebelumnya.

Meningkatnya produksi minyak Amerika juga turut menekan harga minyak, yang merongrong upaya Organisasi Negara Eksportir Minyak untuk mendukung harga.

Data dari pemerintah Amerika pekan lalu menunjukkan output naik di atas 10 juta barel per hari pada November untuk kali pertama sejak 1970, karena pengebor shale-oil meningkatkan aktivitas setelah kenaikan harga minyak tahun lalu.

"Selama beberapa pekan ke depan salah satu katalis utama adalah data produksi Amerika dan apakah peningkatan pengeboran shale-oil baru-baru ini akan meningkat," tutur Ric Spooner, Chief Market Analyst CMC Markets, Sydney.

Perusahaan energi Amerika menambahkan rig minyak untuk pekan kedua berturut-turut minggu lalu, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes Inc, Jumat. Perusahaan pengeboran menambahkan enam rig minyak dalam pekan hingga 2 Februari, sehingga totalnya menjadi 765.

Sejumlah hedge fund dan money manager mengurangi posisi bullish, pekan lalu, pada minyak mentah Amerika, memotong posisi net-long mereka dari rekor setelah tiga minggu meningkat. 

(ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author