Bursa Pagi: Asia Dibuka Rontok, Tekanan Koreksi Bebani Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Rontok, Tekanan Koreksi Bebani Laju IHSG

Posted by Written on 05 February 2018


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (5/2), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren kejatuhan harga saham di bursa utama Eropa dan Wall Street, terpukul oleh perbaikan data ketenagakerjaan AS yang memicu ekspektasi percepatan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Perdagangan saham globa hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 1,37%, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan dan energi sebesar 2,21% dan 1,84%, serta sektor keuangan sebesar 1,08%. Kejatuhan indeks berlanjut 1,19% (-72,70 poin) ke posisi 6.048,70 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 2,05% (-477,75 poin) ke level 22.796,78, setelah dibuka rontok 2,06% di tengah pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun tajam 1,66% dan berlanjut terperosok 1,81% di posisi 2.479,73.

Lanjutkan tekanan kejatuhan indeks saham global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka longsor 2,72% di level 31.715,56 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China merosot 1,46% menjadi 3.411,67.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapan pada tekanan penurunan indeks saham global dan regional, setelah berhasil mempertahankan manuvernyasi zona hijau pada akhir pekan lalu, naik 0,46% ke level 6.628,820 kendati digempur aksi jual asing. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat didukung sentimen positif dari rilis data PDB Indonesia 2017 dan apresiasi rupiah. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya pola bearish menuju area jenuh beli, yang mengindikasikan potensi koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sentimen negatif dari pelemahan signifikan indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika dengan tenor 10 tahun ke level 2,85% diprediksi akan menekan pergerakan indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan rentang support di level 6.595 dan resistance di 6.670.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ASRI ( SELL , Support: Rp406, Resist: Rp416), MEDC (Spec Buy, Support: Rp1.245, Resist: Rp1.355), ADRO (Spec Buy, Support: Rp2.400, Resist: Rp2.540), WSBP (Buy on Weakness, Support: Rp460, Resist: Rp484).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup berguguran, dihantam oleh menguatnya data tenaga kerja yang memicu ekspektasi inflasi dan kenaikan suku bunga, serta lonjakan imbal hasil obligasi. 

Indeks Dow Jones anjlok hampir 666 poin, penurunan poin terbesar sejak Desember 2008. Indeks S&P 500 dan Dow Jones mengalami pekan terburuknya sejak awal Januari 2016, sedangkan Nasdaq sejak awal Februari 2016. Rilis data jumlah pekerjaan pada Januari menunjukkan kenaikan 200.000, lebih besar dari perkiraan sebesar 180.000. Kenaikan tingkat upah rata-rata per jam mencapai 2,9% (yoy) , terbesar selama lebih dari 8,5 tahun. Kenaikan gaji yang tinggi memicu ekspektasi bahwa inflasi sedang meningkat dan dapat mendorong The Fed untuk lebih agresif menaikkan tingkat suku bunga tahun ini.

Dow Jones Industrial Average longsor 2,54% (-665,75 poin) ke level 25.520,96.

Standard&Poor's 500 rontok 2,12% (-59,85 poin) ke posisi 2.762,13.

Nasdaq Composite tergerus 1,96% (-144,92 poin) menjadi 7.240,95.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,19% menjadi USD29,18.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup dengan membukukan penurunan tajam, tertekan kenaikan yield obligasi AS, mencapai 3,0961% untuk obligasi bertenor 30 tahun, dan 2,8506% untuk obligasi bertenor 10 tahun. Indeks European Stoxx 600 terpangkas 1,38% menjadi 388,07, dengan mencatatkan seluruh sektor saham di zona merah. Sekaligus membukukan penurunan mingguan terburuk sejak Nopember 2016, dipimpin kejatuhan harga saham perbankan. Harga saham Deutsche Bank melorot 11% dibanding akhir pekan sebelumnya, setelah melaporkan kerugian tahun 2017 sebesar 497 juta euro.

FTSE 100 London turun 0,63% (-46,96 poin) menjadi 7.443,43.

DAX 30 Frankfurt terbenam 1,68% (-218,74 poin) di level 12.785,16.

CAC 40 Paris anjlok 1,64% (-89,57 poin) ke posisi 5364,98.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan harian terbesar sejak akhir Oktober, didukung rilis data pekerjaan AS yang menunjukkan kenaikan upah sehingga mendongkrak ekspektasi kenaikan inflasi. Pertumbuhan upah periode Januari mencapai level tertinggi dalam 8,5 tahun, naik 0,3%. Tingkat pengangguran bertahan di posisi 4,1%, sejalan dengan ekspektasi. Sedangkan data pekerjaan di sektor non-pertanian bertambah 200.000, setelah naik 160.000 pada Desember lalu, mengalahkan konsensus sebesar 180.000. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,59% menjadi 89,195.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.2463-0.0047-0.38%
Poundsterling (GBP-USD)1.4118-0.0146-1.02%
Yen (USD-JPY)110.170.77+0.70%
Yuan (USD-CNY)6.30080.0046+0.07%
Rupiah (USD-IDR)13,451.5028.00+0.21%

Sumber : Bloomberg.com,2/2/2018 (ET)



Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup melemah tertekan oleh kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed serta penguatan nilai tukar dolar AS setelah rilis data lapangan kerja AS. 

Pada awal pekan ini, Badan Informasi Energy AS menyatakan produksi minyak mencapai lebih dari 10 juta barel per hari di periode Nopember, tertinggi sejak 1970. Baker Hughes menyebutkan aktivitas rig USA pada pekan ini naik 6 unit menjadi 765. Survei Reuters memperkirakan, permintaan minyak global akan naik 1,6 juta bph, atau naik 1,5% dibanding tahun lalu. Sedangkan UBS Securities mengestimasi, permintaan minyak global akan mencapai 1,3 juta bph pada tahun ini. Goldman Sachs memprediksi permintaan tahun 2018 akan mencapai 1,86 juta bph barel, lebih tinggi dibanding tahun lalu sebanyak 1,73 juta bph.

Harga minyak berjangka WTI turun 35 sen menjadi USD65,45 per barel.

Harga minyak berjangka Brent turun USD1,19 menjadi USD68,46 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu juga berakhir melemah terpukul oleh kenaikan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara lebih agresif yang ditopang perbikan data ketenagakerjaan AS. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin memperlemah harga emas. Sepanjang pekan lalu harga emas sudah melemah 1,1%, setelah sempat menagalami kenaikan mingguan sebanyak 6 pekan dalam 7 pekan terahir. Harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam 17 bulan terakhir, di posisi USD1.366,07 per ounce.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,48% menjadi USD1.328,91 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman April turun 0,8% menjadi USD1.337,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author