Pemerintah Dorong Peningkatan Sinergi BUMN Wujudkan Konektivitas di Sumatera

Pemerintah Dorong Peningkatan Sinergi BUMN Wujudkan Konektivitas di Sumatera

Posted by Written on 22 January 2018


Ipotnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), Rini M Soemarno, terus mendorong peran dan sinergi perusahaan "pelat merah" dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan percepatan konektivitas darat dan pemerataan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Rini seusai menyertai Presiden Joko Widodo meresmikan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, di Bakauheni, Lampung, Minggu (21/1).

Pembangunan jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Tol Trans Sumatera. Pelaksanaan pembangunannya melibatkan lima BUMN Karya yaitu PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengembang dan operator, bersama empat BUMN lainnya yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), selaku kontraktor yang melaksanakan pembangunan proyek.

Sementara itu, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah selesai dan diresmikan Presiden adalah di Seksi 1 (Pelabuhan-Bakauheni) sepanjang 8,9 km dan Seksi 5 (Lematang-Kotabaru) sepanjang 5,64 km, sehingga total keseluruhan yang diresmikan 14,54 km.

Pembangunan Seksi I dilakukan oleh PTPP dan pembangunan Seksi 5 dilakukan oleh WSKT.

Rini menambahkan, sinergi antar BUMN dalam pembangunan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar memberikan hasil positif. Menurutnya, sinergi yang ditunjukkan BUMN karya tersebut sebagai wujud nyata BUMN hadir untuk negeri dalam bentuk dukungan kepada pemerintah guna mendorong percepatan konektivitas darat dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya, serta secara khusus di Sumatera.

Menteri Rini optimis terwujudnya Tol Trans Sumatera dapat meningkatkan daya saing infrastruktur dan mendorong peningkatan perekonomian nasional. Selain memperlancar mobilitas penduduk, memperlancar arus barang, juga mampu menurunkan biaya logistik secara signifikan.

"Saya ucapkan selamat atas beroperasinya ruas tol Seksi I dan Seksi 5 jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Ini merupakan bukti sinergi di antara BUMN yang telah memberikan hasil terbaik dan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat."

Rini juga menegaskan bahwa, "Segala upaya tentunya terus kita lakukan agar keseluruhan pembangunan jalan tol ini bisa selesai tepat waktu, dan bisa terkoneksi satu dengan yang lain sehingga program pemerintah membangun Trans Sumatera terwujud."

Pembangunan proyek tol Bakauheni-Terbanggi Besar terbagi dalam empat bagian, yaitu Paket I (Bakauheni-Sidomulyo) yang terdiri dari Seksi 1-3 dengan panjang jalan 39,40 km; Paket 2 (Sidomulyo-Kotabaru), terdiri dari Seksi 4-5 dengan panjang keseluruhan 40,6 km; Paket 3 (Kotabaru-Metro), terdiri dari Seksi 6-7 dengan panjang keseluruhan 29 km dan Paket 4 (Metro-Terbanggi Besar), terdiri dari Seksi 8-9 dengan panjang 31,93 km.
Rini berharap, pengerjaan seksi-seksi lain yang tersisa dapat dilakukan tepat waktu. Selain itu Rini juga mengingatkan agar Hutama Karya dan BUMN karya lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat setempat.


Sesuai Target

Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra menambahkan, pihaknya terus berupaya agar pembangunan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dapat diselesaikan sesuai target.

"Melalui sinergi BUMN yang sudah terjadi sejak awal di lapangan, kami optimistis bisa menyelesaikan semua sesuai target waktu. Secara keseluruhan, progres pembangunan Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dari sisi pengadaan tanah sudah mencapai 95,02 persen dan konstruksinya 65,65 persen," ucapnya.
Selain sinergi antar BUMN -BUMN karya, pembangunan jalan Tol Trans Sumatera juga terjadi sinergi dengan BUMN Keuangan. Yakni, dalam dukungan pembiayaan oleh dua bank Himbara yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dalam bentuk pinjaman sindikasi perbankan yang juga melibatkan bank-bank lainnya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), PT Bank ICBC Indonesia, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Pinjaman sindikasi ini melengkapi kebutuhan investasi dari pembangunan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang secara keseluruhan menelan dana sebesar Rp16,8 triliun. Selain pinjaman perbankan, kebutuhan investasi diperoleh dari ekuitas perseroan yang dipenuhi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) pada tahun 2015/2016 dan penerbitan obligasi Hutama Karya secara bertahap.

Putra menambahkan, selain mendukung konektivitas darat, pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar dalam prosesnya juga telah memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja terutama tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, total tenaga kerja lokal yang terserap, mencapai 3,247 orang. (Dwitri/ef)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author