SSIA Terima Dana Sekitar Rp 2 Triliun

SSIA Terima Dana Sekitar Rp 2 Triliun

Posted by Written on 12 January 2018


Kas PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) di kuartal pertama tahun ini bakal menebal. Sebab, ada dana lebih dari Rp 2 triliun masuk ke kantong emiten ini.

Berdasarkan informasi yang diterima Kontan.co.id, SSIA akan menerima sisa pembayaran atas divestasi hak atas kepemilikannya di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol Cikopo-Palimanan. 

    Pembayarannya akan dilakukan pada pekan depan. "Sisa sebesar 85% dari total transaksi akan dibayar," ungkap Erlin Budiman, Head of Investor Relation SSIA saat dimintai konfirmasi, Rabu (10/1) lalu.

    Proses divestasi atas hak kepemilikan pengelola tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ini berlangsung pada tahun lalu, dengan nilai total Rp 2,56 triliun. Pembelinya adalah PT Astratel Nusantara, anak usaha Grup Astra.

    Erlin menyebutkan, sebesar 15% pembayaran, atau Rp 384 miliar, sudah diterima pada Mei 2017. Sisa pembayaran sebesar 85% atau Rp 2,18 triliun baru akan dilakukan pekan depan. Namun, dia belum bersedia menyebut kapan tepatnya pembayaran diterima.

    Meski ada pembayaran baru yang masuk pekan depan, laporan keuangan SSIA pada kuartal pertama tahun ini sepertinya tidak akan mengalami perubahan signifikan. Sebab, transaksi pengalihan kepemilikan sudah lebih dulu dilakukan di kuartal II-2017. 

    Sehingga, keuntungan dari penjualan itu sudah tercatat dalam pembukuan periode tersebut. "Jadi, kuartal I-2018 nanti yang terlihat berubah hanya di posisi kas. Untuk posisi laba rugi seharusnya sudah tidak ada perubahan," jelas Erlin.

    Tapi, ini hanya masalah pencatatan. Sejatinya, SSIA justru bakal memiliki dana secara riil lebih dari Rp 2 triliun pada pekan depan. Manajemen bakal menggunakan dana tersebut untuk menopang sejumlah ekspansi, juga melunasi utang.

    Erlin menjelaskan, dari pembayaran tadi, SSIA bakal memperoleh net cash sebesar Rp 1,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 550 miliar akan digunakan untuk melunasi utang obligasi 2012 sebesar Rp 550 miliar. "Kemudian Rp 1 triliun untuk pengembangan kawasan Subang. Sisanya untuk belanja modal," imbuh dia.

    Selain itu, SSIA berencana mengembangkan kawasan industri Subang, Jawa Barat sebagai sumber pemasukan baru. SSIA setidaknya membutuhkan dana Rp 4 triliun untuk pembebasan lahan maupun pengembangan kawasan industri selama tiga tahun ke depan.

    Untuk tahun ini, SSIA akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 800 miliar. Sebesar Rp 600 miliar akan digunakan untuk pembebasan lahan hingga 400 hektare (ha).



    comments

    logo-senokuncoro

    Seno Kuncoro

    author