Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Global-Regional Melesat, IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 05 January 2018


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (5/1) bursa saham Asia dibuka melaju, melanjutka tren pergerakan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa yang ditutup menguat, diwarnai perbaikan data ekonomi sejumlah negara dan harga minyak dunia.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, ditopang kenaikan harga saham sektor telekomunikasi, pertambangan emas dan sumber daya mineral. 

Penguatan indeks berlanjut, melaju 0,58% (35,30 poin) menjadi 6.112,40 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,41% (96,04 poin) ke posisi 23.602,37, setelah dibuka melaju 0,61%, melanjutkan kenaikan lebih dari 3% pada sesi perdagangan kemarin, menyentuh rekor tertinggi 26 tahun, dimotori kenaikaan harga saham otomotif dan keuangan. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,46% dan berlanjut naik 0,47% ke level 2.477,94.

Lanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,59% ke level 30.822,77 pada pukul 8:35 WIB, namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,12% di posisi 3.381,55.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penguataan indeks di bursa saham global dan regionaal, setelah berhasil menyingkirkan ancaman momentum bullish pada penutupan sesi perdagangan kemarin, dan berakhir menguat signifikan 0,65% di level 6.292,321.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada di rentang konsolidasi, namun berpotensi melanjutkan penguatan ke atas level 6.300. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham, meski tekanan bearish masihcukup kuat di level jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjut menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, batubara, nikel, serta positifnya indeks bursa global dan regional diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. Tambahan sentimen positif juga datang dari trend penguatan rupiah yang sudah berlangsung sejak awal tahun. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6.255 dan resistance di 6.325.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI (Spec Buy, Support: Rp7.700, Resist: Rp7.925), UNTR (Spec Buy, Support: Rp33.500, Resist: Rp34.500), MAPI (Spec Buy, Support: Rp6.175, Resist: Rp6.400), HMSP (Spec Buy, Support: Rp4.780, Resist: Rp4.620).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat dengan mencatatkan rekor baru pada ketiga indeks saham acuan. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat ke atas level 25.000, didukungdata perekrutan sektor swasta yang kuat. Harga saham-saham blue-chip langsung melejit dalam beberapa menit setelah bel pembukaan. Rilis data ADP dan Moody's Analytics menunjukkan kenaikan pekerjaan di perusahaan swasta pada Desember lalu menjadi 250.000 orang, jauh di atas prediksi sejumlah analis sebanyak 190.000 pekerja. Indeks PMI IHS Markit yang menunjukkan kenaikan di banyak negara juga mendukung kenaikan pasar global. Namun harga saham perusahaan ritel cenderung tertekan, menyusul update kinerja musim belanja liburan yang menunjukkan kenaikan penjualan yang lebih kecil dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,61% (152,45 poin) ke level 25.075,13.

Standard&Poor's 500 naik 0,40% (10,93 poin) menjadi 2.723,99.

Nasdaq Composite bertambah 0,18% (12,38 poin) ke posisi 7.077,91.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,95% menjadi USD28,64.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat didukung rilis data PMI zona euro yang mendekati pertumbuhan terbaiknya dalam tujuh tahun, dan kenaikan harga minyak yang melesat ke level tertinggi dua setengah tahun. Indeks European Stoxx 600 melesat 0,89% menjadi 393,68 dipimpin lonjakan harga saham otomotif sebesar 1,9% ditopang data penjualan mobil AS yang lebih baik dari perkiraan. Indeks DAX 30 Jerman melesat, didukung rilis angka pengangguran periode Desember yang mencapai rekor terendah, dan indeks FTSE 100 Inggris sempat mencatatkan rekor tertinggi 7.701,93 sebelum ditutup di level 7.695,88.

FTSE 100 London naik 0,32% (24,77 poin) menjadi 7.695,88.

DAX 30 Fraknfurt melonjak 1,46% (189,68 poin) ke level 13.167,89.

CAC 40 Paris melambung 1,55% (82,41 poin) ke posisi 5.413,69.



Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York tadi malam berakhir turun, gagal mempertahankan penguatan kendati didukung data ekonomi AS yang optimistis. Euro kembali mencetak reli yang mendekati level tertinggi dalam tiga tahun. Rilis data pekerjaan sektor swasta AS yang lebih kuat dari perkiraan, meredam pelemahan dolar AS terhadap euro dan memperpanjang kenaikan terhadap yen. Investor menunggu data laporan penggajian non-pertanian yang akan dirilis pemerintah, Jumat besok. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadapenam mata uang negara maju 0,34% menjadi 91,853.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange%ChangeTime(ET)
Euro (EUR-USD)1.20700.0002+0.02%6:13 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.35510.000.00%6:13 PM
Yen (USD-JPY)112.780.03+0.03%6:13 PM
Yuan (USD-CNY)6.4935-0.0095-0.15%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,421.50-53.00-0.39%3:59 AM


Sumber : Bloomberg.com, 4/1/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, mencatatkan harga penutupan terbaik sejak Desember 2014 dan menyentuh tingkat intraday tertinggi sejak Mei 2015. Kenaikan harga minyak didukung rilis data persediaan minyak AS yang menyusut 7,4 juta barel hingga akhir Desember lalu, lebih besar dari perkiraan sebesar 5,7 juta barel. Namun persediaan produk sulingan dan bensin AS meningkat di tengah cuaca dingin yang melanda sebagian besar AS. Protes anti-pemerintah sejak pekan lalu di Iran - produsen terbesar ketiga OPEC - menambah risiko geopolitik terhadap harga minyak, meskipun produksi dan ekspor negara itu belum terpengaruh.

Harga minyak WTI di bursa berjangka New York naik 38 sen menjadi USD62,01 per barel.

Harga minyak Brent di bursa berjangka London naik 23 sen menjadi USD68,07 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berhasil bertahan di kisaran level tertinggi tiga setengah bulan, sebesar USD1.321,33 per ounce pada perdagangan Rabu, didukung pelemahan indeks dolar AS. Rilis risalah rapat Desember Federal Reserve, Rabu lalu, menimbulkan keraguan investor terhadap kemampuan perubahan pajak AS untuk mendorong inflasi, dan kemungkinan kenaikan suku bunga sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.319,27 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik 0,24% menjadi USD1.321,6 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author