Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Momentum Bearish Membayangi IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, Momentum Bearish Membayangi IHSG

Posted by Written on 04 January 2018


Ipotnews - Bursa sahan Asia pagi ini, Kamis (4/1), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wall Street di tengah rilis data ekonomi AS yang positif dan diwarnai penguatan indeks dolar dan harga minyak global.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,25% ditopang oleh kenaikan harga saham di sektor energi. Penguatan indeks berlanjut 0,20% (12,10 poin) menjadi 6.082,50 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melesat 2,03% (462,04 poin) ke level 23.226,98, setelah dibuka melambung 2,04% pada awal sesi perdagangan pasca libur panjang Tahun Baru, didorong kenaikan harga saham di sektor keuagan, teknologi dan otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka naik 0,24%, didukung sektor elektronika dan perkapalan, namun berlanjut melemah tipis 0,01% di posisi 2.486,08.

Tren penguatan indeks berlanjut, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,43% ke level 3.0691,71 pada pukul 8:35 WIB, dan indeks Shanghai Composite, China dibuka menguat 0,06% di posisi 3.371,00.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah terpuruk di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,38% ke level 6.251,479. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berusaha bertahan dan berpeluang berbalik menguat setelah mengalami konsolidasi pasca pencatatan rekor tertinggi. Namun secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area jenuh beli, dengan momentum bearish.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan indeks bursa global dan regional serta harga komoditas seperti minyak mentah, batubara dan CPO diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks. Sementara itu penguatan rupiah yang sudah berlangsung sejak awal tahun akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan supportdi level 6.210 dan resistancedi 6.285.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INDF (Buy, Support: Rp7.575, Resist: Rp7.725), JSMR (Spec Buy, Support: Rp6.275, Resist: Rp6.425), WSBP (Buy on Weakness, Support: Rp394, Resist: Rp406), SIDO (Spec Buy, Support: Rp540, Resist: Rp560).


Amerika Serikat dan Eropa

Bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir gemilang dengan mencatatkan rekor baru pada semua indeks saham acuan didorong oleh rilis data manufaktur AS yang kuat, kenaikan harga minyak dan berlanjutnya kenaikan harga saham teknologi. Investor bersikap bullish di tengah membaiknya data dan ekspektasi bahwa pemotongan pajak akan meningkatkan pendapatan perusahaan. Indeks PMI manufaktur AS periode Desember versi Institute for Supply Management mencapai 59,7, level tertinggi kedua dalam tujuh tahun terakhir. Harga saham terkait minyak naik tajam dipicu pergolakan di Iran dan cuaca dingin di AS. Harga saham-saha raksasa teknologi menguat lebih dari 1%.

Dow Jones Industrial naik 0,4% (98,67 poin) menjadi 24.922,68.

Standard&Poor's 500 melaju 0,64% (17,25 poin) ke level 2.713,06.

Nasdaq Composite melesat 0,84% (58,63 poin) ke posisi 7.065,53.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,63% menjadi USD28,37.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat setelah investor bereaksi terhadap pengumuman reformasi untuk sektor keuangan di kawasan tersebut. Indeks European Stoxx 600 naik 0,48% menjadi 390,22 didukung kenaikan harga saham teknologi, otomotif, minyak dan industri lainnya. Perdagangan cenderung berhati-hati di tengah diperkenalkannya versi anyar dari Markets in Financial Instruments Directive Eropa (Mifid II), yang mulai berlaku pada 3 Januari dan akan mempengaruhi sistem jasa keuangan di kawasan tersebut
FTSE 100 London menguat 0,30% (23,01 poin) menjadi 7.671,11.

DAX 30 Frankfurt melejit 0,83% (106,82 poin) ke level 12.978,21.

CAC 40 Paris melesat 0,81% (42,68 poin) ke posisi 5.331,28.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, ditopang oleh rilis data manufaktur dan konstruksi AS yang optimistis. Mengakhiri kejatuhan tiga pekan berturut-turut, dolar AS menyentuh level tertinggi terhadap euro dan yen setelah rilis risalah pertemuan The Fed pada 12-13 Desember , yang mempertahankan rencana kenaikan suku bunga selama beberapa kali pada tahun ini. 

Risalah The Fed mengakui peningkatan pasar tenaga kerja Amerika dan perbaikan aktivitas ekonomi, bahkan saat mereka mengkhawatiran inflasi yang terus-menerus rendah. Belanja konstruksi AS periode November naik 0,8% ke level tertinggi sepanjang masa menjadi USD1,257 triliun. Indeks manufaktur Desember AS versi ISM naik menjadi 59,7 mengalahkan ekspektasi pasar. Indeks Dolar AS naik 0,32% menjadi 92,162


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.2011-0.0004-0.03%6:12 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3514-0.0002-0.01%6:12 PM
Yen (USD-JPY)112.56000.0500+0.04%6:12 PM
Yuan (USD-CNY)6.50300.0100+0.15%10:27 AM
Rupiah (USD-IDR)13,474.50-39.50-0.29%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/1/2018 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, dan ditutup di level tertinggi dalam dua setengah tahun. Kerusuhan di Iran dan rilis data ekonomi AS dan Jerman yang kuat memacu pembelian. Tingkat pengangguran Jerman mencapai rekor terendah di Desember, dan aktivitas pabrik Amerika meningkat lebih dari perkiraan sepanjang Desember. Meski ada kekhawatiran terhadap dampak demonstrasi di Iran para analis mengatakan pasokan negara tersebut tidak menghadapi risiko dalam waktu dekat, kecuali jika diikuti aksi mogok para pekerja minyak.

Harga minyak berjangka WTI naik USD1,26 (2,1%) menjadi USD61,63 per barel.

Harga minyak berjangka Brent naik USD1,27 (1,9%) menjadi USD67,84 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah,jatuh dari level tertinggi tiga setengah bulan di tengah kenaikan indeks dolar AS. Investor masih menunggu data manufaktur dan risalah pertemuan Federal Reserve akhir Desember lalu, saat pasar ditutup.

Harga emas di pasar spot turun 0,19% menjadi USD1.316,29 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik 0,11% menjadi USD1.317,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author