Bursa Pagi: Asia Mixed, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Bursa Pagi: Asia Mixed, IHSG Variatif Cenderung Menguat

Posted by Written on 27 December 2017


Ipotnews - Pasar saham Asia dibuka beragam pagi ini, Rabu (27/12), dengan sebagian mengabaikan pelemahan saham di Wall Street. Para investor masih menanti rilis data laba industri di China.

Indeks Jepang Nikkei 225 mencetak kenaikan marjinal sebesar 0,07 persen setelah sedikit mendapat tekanan di sesi sebelumnya. Emiten perdagangan dan bank menikmati kenaikan, sedangkan eksportir utama mengalami mixed, seperti saham Toyota yang menguat 0,06 persen. Sementara, sebagian besar yang terkait energi mencatat kenaikan yang solid setelah harga minyak menyentuh level tertinggi dalam dua tahun pada hari Selasa. Inpex naik 1,88 persen dan Japan Petroleum Exploration naik 2,45 persen.

Menyeberang ke Semenanjung Korea, Kospi turun 0,41 persen. Saham blue-chip teknologi, yang diterpa aksi jual pada sesi terakhir merupakan titik kilau bursa, meskipun kenaikan tersebut diimbangi oleh kerugian pada produsen mobil, manufaktur, dan keuangan. Samsung Electronics naik 2,03 persen pada awal perdagangan sementara Hyundai Motor turun 1,95 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,13 persen dengan saham tambang emas memimpin kenaikan. Sub-indeks S&P/ASX All Ordinaries Gold naik 1,6 persen pada perdagangan pagi. Emiten yang terkait energi juga naik, dengan Santos melejit 1,13 persen.

Sejumlah analis, dalam email yang diterima Ipotnews, berkesimpulan pasar saham pagi ini akan tetap bullish dan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akan melanjutkan reli, setelah pada penutupan transaksi terakhir menjelang libur Natal pekan lalu bertahan di teritori positif, dengan kenaikan 0,61 persen di posisi 6.221.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diyakini stabil di kisaran Rp13.500 diperkirakan akan menopang pergerakan IHSG untuk melanjutkan penguatan hingga akhir transaksi di 2017.

Terkait perkembangan di bursa gobal, kenaikan harga minyak, dan sejumlah sentimen lain, Tim Riset Indo Premier Securities memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6.185 dan resistance di 6.240. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI (Buy, Support: Rp3.430, Resist: Rp3.490) MEDC (Spec Buy, Support: Rp875, Resist: Rp915) ASII (Spec Buy, Support: Rp8.100, Resist: Rp8.300) CPIN (Spec Buy, Support: Rp3.130, Resist: Rp3.230).


Amerika Serikat dan Eropa

Bursa Wal Street ditutup menguat, Selasa (26/12, Rabu pagi WIB) dengan volume perdagangan tipis karena masih dalam suasana libur Natal. Perdagangan diwarnai kejatuhan saham Apple, mengimbangi kenaikan saham energi seiring cerahnya harga minyak yang mencapai level tertinggi lebih dari dua tahun.

Saham Apple ditutup lebih rendah 2,5 persen, kejatuhan harian terbesar sejak Agustus, menyusul laporan harian Taiwan, Economy Daily yang mengutip sumber yang tak disebutkan identitasnya, bahwa Apple akan memangkas perkiraan penjualan untuk iPhone X sebesar 40 persen pada kuartal terakhir menjadi 30 juta unit. Alhasil, saham suplier Apple seperti Skyworks Solution dan Micron anjlok masing-masing 1,9 persen dan 4,2 persen.

Dow Jones Industrial Average turun 0,03 persen (-7,85 poin) ke level 24.746,21.

Standard&Poor's 500 melemah 0,11 persen (-2,84,32 poin) ke posisi 2.680,50.

Nasdaq Composite merosot 0,34 persen (-23,71 poin) menjadi 6.936,25.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, pasar Eropa membukukan penurunan pada perdagangan Jumat (22/12), karena investor mencerna sejumlah berita politik dan ekonomi terbaru, sebelum pasar ditutup menjelang libur Natal. Pasar saham tertarik ke bawah setelah hasil pemilu lokal di Catalonia, Kamis, menunjukkan kelompok separatis akan kembali memegang kekuasaan di wilayah Spanyol tersebut.

Investor juga menimbang kabar seputar reformasi pajak di Amerika Serikat, setelah Kongres mengumumkan telah menyetujui pemulihan kode pajak yang tampaknya akan memangkas pajak perusahaan. Menyusul voting di Kongres itu, sejumlah perusahaan AS menjanjikan akan membelanjakan cadangan modal untuk kenaikan gaji dan ekspansi, yang mendorong sentimen positif bagi Wall Street dan pasar Asia.

FTSE London merosot -0,15 persen (-11,32 poin) menjadi 7592,66

DAX 30 Frankfurt turun -0,28 persen (-36,95 poin) menjadi 13072,79

CAC Paris turun -0,40 persen (-21,25 poin) menjadi 5364,72


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York hanya sedikit berubah tadi pagi. Para pedagang menganggap sepi data inflasi Jepang yang menggembirakan dan risalah dari Bank of Japan yang memberi sinyal ke arah kebijakan moneter yang longgar.

Volume perdagangan yang ringan dikarenakan banyak pusat keuangan utama seperti London tetap tutup setelah liburan Natal. "Pasar akan sepi untuk keseimbangan minggu ini," kata Jason Leinwand, chief executive officer FirstLine FX Currency Strategy di Randolph, New Jersey.

Greenback diperkirakan akan melaju pada awal 2018 setelah perombakan besar kode pajak AS dalam 30 tahun dan menjadi undang-undang pekan lalu. Konsensus di antara analis, penurunan tarif pajak perusahaan akan memacu investasi bisnis, memperkuat ekonomi AS dan dolar, meskipun rencana pajak akan menambah $ 1,5 triliun utang AS bertambah USD1,5 triliun dalam 10 tahun ke depan. "Dolar memiliki ruang untuk menguat pada paruh pertama 2018," tambah Leinwand.

Namun, sejumlah trader menyatakan, terlalu awal untuk menduga apakah korporasi AS akan membelanjakan modal lebih banyak ke peralatan dan menambah tenaga kerja, setelah skema pajak yang lebih rendah dalam beberapa bulan ke depan.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange%ChangeTime(ET)
Euro (EUR-USD)1,18580,00000,00%5:47 PM
Poundsterling (GBP-USD)1,33750,0001+0,01%5:47 PM
Yen (USD-JPY)113,200,0300-0,03%5:47 PM
Yuan (USD-CNY)6,54500,0052+0,08%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13.554,00+9,00+0,07%3:48 AM


Sumber : Bloomberg.com, 27/12/2017 (ET)


Komoditas

Harga minyak melonjak ke posisi tertinggi dua setengah tahun di tengah volume perdagangan yang terbatas pada pagi tadi, dipicu kabar terjadinya ledakan pipa minyak di Libya, juga pemangkasan produksi sukarela yang dilakukan OPEC .

Harga berjangka Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat ditutup menguat USD1,50 atau 2,6 persen menjadi USD59,97 per barel. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 24 Juni 2015. Harga sebelumnya bahkan sempat menyentuh USD60 per barel untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun.

Adapun harga berjangka untuk minyak mentah Brent, yang merupakan acuan internasional harga minyak, naik USD1,80 atau 2,8 persen menjadi USD67,05 per barel pada pukul 19.29 GMT (02.29WIB), setelah pada penutupan sesi pertama mencapai USD67,10 per barel, tertinggi sejak Mei 2015.

Untuk emas, harga hingga dinihari tadi masih di posisi tertinggi lebih dari tiga pekan, didukung pelemahan dolar AS, sementara paladium menyentuh level tertinggi sejak Februari 2001 karena kekhawatiran suplai.

Setelah pasar tutup pada Senin, para investor mengerubuti komoditas logam mulia seiring pelemahan di Wall Street. Alhasil, harga spot emas naik 0,69 persen menjadi USD1.283,68 per ounce, setelah sempat mencapai titik tertinggi sejak 1 Desember di posisi USD1.283,72 per ounce.

Harga untuk pengiriman Februari di AS mantap naik USD8,70 atau 0,68 persen menjadi USD1.287,50 per ounce.

(CNBC , Bloomberg)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author