Bursa Pagi: Global-Regional Merah Total, Koreksi IHSG Bakal Berlanjut

Bursa Pagi: Global-Regional Merah Total, Koreksi IHSG Bakal Berlanjut

Posted by Written on 21 December 2017


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (21/12) dibuka memerah, melanjutkan penurunan tekanan penurunan indeks saham acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah Kongres AS menyetujui RUU reformasi pajak, di tengah penguatan harga minyak.

Perdagangan saham hari ini diawali dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,26%, tertekan oleh kejatuhan harga saham sektor perbankan, telekomunikasi dan real estate. Tekanan indeks sedikit mereda, melemah 0,18% (-11,00 poin) di level 6.064,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,59% (-135,17 poin) ke posisi 22.756,55, setelah dibuka turun 0,34% di tengah pelemahandolar AS, jelang keputusan kebijakan suku bunga Bank of Japan. Indeks Kospi, Korea Selataan dibuka terperosok 0,76% dan berlanjut menyusut 0,74% ke level 2.454,08.

Lanjutkan tekanan penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,08% di posisi 29.209,64 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,20% ke level 3.281,12.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi inidihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan turun tajam 0,94% ke evel 6.109,482 digempur profit taking, di tengah aliran masuk modal asing.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berada di jalur uptrend jangka pendek-menengah-maupun panjang, disertai capital inflow yang diharapkan akan berlangsung hingga akhir tahun. 

Namun secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan indeks sehingga berpotensi melemah terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya bursa global dan bursa regional diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Di sisi lain dinaikannya peringkat hutang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan outlook stable akan menjadi sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 6.060 dan resistancedi 6.150.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR ( SELL , Support: Rp52.000, Resist: Rp54.000), SILO (Spec Buy, Support: Rp9.800, Resist: Rp10.400), MEDC (Spec Buy, Support: Rp825, Resist: Rp905), PTBA (SoS, Support: Rp2.400, Resist: Rp2.540).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, setelah Kongres AS menyetujui pemotongan pajak, dan mengirim RUU reformasi perpajakan AS ke Presiden Donald Trump. Sejumah pihak menilai, pemangkasan pajak tersebut akan dapat mendongkrak pendapatan perusahaan, namun sebagian besar manfaatnya akan dinikmati orang kaya dan akan mendorong defisit. Tidak ada satu pun anggota Partai Demokrat yang mendukung RUU tersebut. Saham terkait minyak menguat merespons laporan persediaan Amerika menunjukkan stok minyak mentah yang lebih rendah, mengimbangi kejatuhan harga saham sektor utilitas dan real estate.

Dow Jones Industrial Average turun 0,11% (-28,10 poin) di level 24.726,65.

Standard&Poor's 500 menyusut 0,08% (-2,22 poin) di posisi 2.679,25.

Nasdaq Composite berkurang 0,04% (-2,89 poin) menjadi 6.960,96.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,92% menjadi USD27,06.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, setelah perombakan sistem perpajakan disetujui Kongres AS. Indeks European Stoxx 600 melorot 0,68% menjadi 388,377 dipimpin kejatuhan harga saham sektor barang keperluan rumah tangga. Sektor bahan kimia, perawatan kesehatan, barang-barang rumah tangga dan teknologi semuanya turun lebih dari satu persen. Sektor pertambangan dasar mencatatkan kenaikan.

FTSE 100 London turun 0,25% (-18,187 poin) menjadi 7.525,22.

DAX 30 Frankfurt anjlok 1,11% (-146,62 poin) ke levell 3.069,17.

CAC 40 Prancis melorot 0,56% (-30,14 poin) ke posisi 5.352,77.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah setelah parlemen AS meloloskan RUU Partai Republik untuk pemotongan pajak senilai USD1,5 triliun yang akan berdampak terhadap hampir setiap bagian ekonomi AS. Rilis data penjualan rumah AS periode November, melonjak untuk bulan ketiga berturut-turut, tertinggi selama hampir sebelas tahun. Total penjualan rumah Amerika naik 5,6%, sebesar 5,81 juta pada periode November dari 5,50 juta pada bulan sebelumnya. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,11% menjadi 93,340.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange%ChangeTime(ET)
Euro (EUR-USD)1.18740.0003+0.03%6:03 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3373-0.0003-0.02%6:03 PM
Yen (USD-JPY)113.35-0.05-0.04%6:03 PM
Yuan (USD-CNY)6.5785-0.0262-0.40%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,578.503.00+0.02%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/12/2017 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Rilis Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan penurunan stok minyak mentah sebesar 6,5 juta barel, menjadi 436,5 juta barel pekan lalu, terendah sejak Oktober 2015., sedangkan ekspor minyak mentah melonjak 772.000 barel per hari. Kenaikan harga minyak juga didukung oleh berlanjutnya penutupan sistem pipa Forties di North Sea.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari naik 53 sen menjadi USD58,09 per barel.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari naik 76 sen menjadi USD64,56 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir menguat, memasuki sesi keempat berturut-turut mencapai level tertinggi dua pekan, didukung pelemahan indeks dolar AS ke posisi terendah pekan. Laju penguatan emas tertahan oleh kenaikan imbal hasil US Treasury ke level tertinggi sembilan bulan setelah Kongres menyetujui perombakan pajak AS. Harga emas yang rendah pekan lalu, mendorong permintaan emas fisik di China. Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan turun lebih lanjut, mencapai USD1.200 per ounce pada pertengahan 2018.

Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.265,26 per ounce.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik 0,4% menjadi USD1.269,60 per ounce.

(AFP, CNBC ,Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author