Mengenal Istilah Perbankan : Kategori BUKU

Mengenal Istilah Perbankan : Kategori BUKU

Posted by Written on 06 October 2017


Dalam industri perbankan, ada sebuah istilah yang dikenal dengan nama BUKU. BUKU ini adalah singkatan dari Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha. Artikel kali ini akan menjelaskan mengenai apa itu BUKU, dan apa pengaruhnya terhadap harga saham nya.

Perlu untuk diketahui, setiap Bank (dalam hal ini Bank Umum dan Bank Syariah) dalam operasionalnya harus memiliki modal yang disebut dengan Modal Inti. Modal Inti ini terdiri dari modal yang disetor ditambah keuntungan yang diperoleh Bank dari hasil usaha setelah dipotong pajak.

Mengapa Modal Inti ini penting? Modal inti ini penting karena menyangkut tingkat keamanan dan kekuatan bank dalam menghadapi resiko operasional. Dengan kata lain, semakin besar Modal Inti maka semakin aman dana nasabah yang disimpan di dalam Bank. Sejak 2012, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank. Peraturan ini mengelompokkan Bank ke dalam 4 kategori BUKU. Saat ini Bank terbagi ke dalam 4 (empat) kategori BUKU, yaitu :

  • BUKU 1 adalah Bank dengan Modal Inti < Rp 1 triliun.
  • BUKU 2 adalah Bank dengan Modal Inti antara Rp 1 triliun – < Rp 5 triliun.
  • BUKU 3 adalah Bank dengan Modal Inti antara Rp 5 triliun – < Rp 30 triliun.
  • BUKU 4 adalah Bank dengan Modal Inti >= Rp 30 triliun.

Sebagai contoh, Bank dengan modal inti Rp 35.0 Triliun dikategorikan sebagai Bank BUKU 4, dan Bank dengan modal inti Rp 4.5 Triliun dikategorikan sebagai Bank BUKU 2. Khusus untuk unit usaha Syariah, pengelompokan BUKU akan didasarkan pada modal inti yang dimiliki oleh Bank umum konvensional yang menjadi induknya.

Saat ini (per 1H17), ada 43 emiten Bank yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia. Sebagai gambaran, dari 43 emiten Bank tersebut, Bank dengan modal inti terbesar adalah Bank Mandiri (Rp 154 triliun) dan Bank dengan modal inti terkecil adalah Bank Artos (Rp 142 miliar). Coba Anda bayangkan, apabila terjadi force majeure yang menyebabkan kondisi ekonomi terganggu, kira-kira Bank mana yang lebih aman? Pastinya Bank dengan modal inti yang lebih besar. Oleh karena itu bisa kita katakan, bank dengan Modal Inti yang lebih besar relatif lebih aman dibandingkan dengan Bank dengan Modal Inti yang lebih kecil.

Cakupan produk dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh masing-masing kategori BUKU juga berbeda :

  • Bank BUKU 1 hanya dapat melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana yang merupakan produk atau aktivitas dasar dalam Rupiah, kegiatan pembiayaan perdagangan, kegiatan system pembayaran dan e-banking secara terbatas, serta kegiatan valuta asing terbatas sebagai pedagang valuta asing.
  • Bank BUKU 2 bisa melakukan seluruh kegiatan produk atau aktivitas Bank BUKU 1 PLUS kegiatan treasury terbatas mencakup spot dan derivatif serta melakukan penyertaan 15% pada lembaga keuangan dalam negeri.
  • Bank BUKU 3 bisa melakukan seluruh kegiatan produk atau aktivitas Bank BUKU 2 PLUS penyertaan 25% pada lembaga keuangan di dalam dan luar negeri terbatas di kawasan Asia.
  • Bank BUKU 4 bisa melakukan seluruh kegiatan produk atau aktivitas Bank BUKU 3 PLUS penyertaan sebesar 35% pada lembaga keuangan di dalam dan luar negeri dengan cakupan wilayah international worldwide.

Selain cakupan produk dan aktivitas, masing-masing kategori BUKU juga dibedakan dari target penyaluran kredit atau pembiayaan produktif kepada UMKM dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Bank BUKU 1 paling rendah 55% dari total kredit atau pembiayaan
  • Bank BUKU 2 paling rendah 60% dari total kredit atau pembiayaan
  • Bank BUKU 3 paling rendah 65% dari total kredit atau pembiayaan
  • Bank BUKU 4 paling rendah 70% dari total kredit atau pembiayaan

Sebenarnya masih banyak lagi perbedaan antara Bank BUKU 1, Bank BUKU 2, Bank BUKU 3, Bank BUKU 4, yang bisa Anda pelajari selengkapnya di Website Bank Indonesia. Berikut ini adalah link nya : http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbankan/Pages/pbi_142612.aspx

Dan berikut ini adalah list Kategori Bank berdasarkan Kategori Buku Bank :

  1. Bank BUKU 4 (Modal Inti >= Rp 30 Triliun) : BBNI (Bank Negara Indonesia), BMRI (Bank Mandiri), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), BBCA (Bank Central Asia), BNGA (Bank CIMB Niaga Tbk – per 25 April 2017)
  2. Bank BUKU 3 (Modal Inti Rp 5 – < 30 Triliun) : BBKP (Bank Bukopin Tbk), BDMN (Bank Danamon Indonesia Tbk), BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional), BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat), BJTM (Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur), BNII (Bank Maybank Indonesia Tbk), BBTN (Bank Tabungan Negara), BNLI (Bank Permata), BAEK (Bank Ekonomi Raharja), NISP (Bank OCBC NISP), MEGA (Bank Mega), MAYA (Bank Mayapada International – per 2 Juni 2017), PNBN (Bank Pan Indonesia)
  3. Bank BUKU 2 (Modal Inti Rp 1 – < 5 Triliun) : AGRO (BRI Agro Niaga), BSIM (Bank Sinar Mas), BVIC (Bank Victoria), BKSW (Bank QNB Indonesia), BNBA (Bank Bumi Arta), BABP (Bank MNC Internasional), BMAS (Bank Maspion Indonesia), BINA (Bank Ina Perdana), MCOR (Bank China Construction), BACA (Bank Capital Indonesia), BGTG (Bank Ganesha), BBNP (Bank Nusantara Parahyangan Tbk), NOBU (Bank Nobu), SDRA(Bank Woori Saudara Indonesia)
  4. Bank BUKU 1 (Modal Inti < Rp 1 Triliun) : AGRS (Bank Agris Tbk), BEKS (Bank Pembangunan Daerah Banten), BBYB (Bank Yudha Bhakti), BBHI (Bank Harda Internasional), BSWD (Bank Of India Indonesia), ARTO (Bank Artos)

Jika selama ini kita mengenal rasio-rasio fundamental saham perbankan seperti CAR (Capital Adequacy Ratio), NIM (Net Interest Margin), dan NPL (Non Performing Loan), maka dengan mengetahui Kategori BUKU ini, sekarang Anda memiliki satu hal lagi untuk dipertimbangkan, apabila Anda ingin berinvestasi di saham perbankan.

Info :

  • Dapatkan ringkasan Laporan Keuangan dari 500+ perusahaan di BEI serta kalkulator untuk mengetahui harga wajar sebuah saham dengan berlangganan Cheat Sheet. Untuk info lebih lanjut, silakan klik di sini.
  • Monthly Investing Plan Oktober 2017 akan segera terbit, Anda bisa berlangganan di sini.
  • Jadwal Workshop Value Investing Roadshow, info selanjutnya dapat dilihat di sini :
    • 28 Oktober 2017 : Bandung
    • 11 November 2017 : Jakarta
    • 25 November 2017 : Surabaya

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut :

SMS / WA : 0896-3045-2810 (Johan) 

atau

Email : rivan.investing@gmail.com



comments

logo-rivankurniawan

Rivan Kurniawan

author