Net Interest Margin

Net Interest Margin

Posted by Written on 22 February 2016


Selamat pagi…

Pada perdagangan hari Jumat, mengalami penurunan yang cukup tajam sebagai reaksi pasar atas rencana Pemerintah untuk meminta perbankan melakukan penurunan Net Interest Margin.  Meski penurunan Net Interest Margin ini sebenarnya positif untuk perekonomian karena pengusaha bisa berhutang dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah, penurunan Net Interest Margin yang cukup drastis, dari rata-rata saat ini sebesar 5,39 persen menuju target Pemerintah di level 3 persen – 4 persen, akan membuat perbankan mengalami penurunan laba bersih yang cukup tajam.  Penurunan laba bersih akan berakibat pada penurunan valuasi pada sebuah perseroan.

Terkait dengan masalah tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pagi ini telah memberikan pernyataan bahwa OJK tidak akan mengeluarkan aturan pembatasan margin bank.

Dari bursa regional, sentimen sebenarnya terlihat cukup netral setelah koreksi tipis 21,44 poin (-0,13 persen) pada indeks Dow Jones Industrial tidak membuat indeks dari bursa di kawasan regional Asia terkoreksi.  Indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini masih cenderung bergerak naik.

Pada hari ini, pasar bakal memberikan reaksi yang lebih rasional terhadap berita terkait pembatasan NIM perbankan ini.  Tekanan mungkin masih akan terlihat pada saham-saham perbankan.  Akan tetapi, aturan tersebut sebenarnya bisa memberikan sentiment positif, terutama pada emiten yang mengandalkan penjualannya secara kredit seperti sektor otomotif dan property (hanya saja, properti masih ada sentiment negatif dari pembatasan harga properti).  Emiten sektor konstruksi juga bisa memperoleh pendanaan yang lebih murah. 



comments

logo-UniversalBroker

UniversalBroker

author