Selamat Tinggal Ayam 2005 dan Selamat Datang Anjing 2006 (II)

Selamat Tinggal Ayam 2005 dan Selamat Datang Anjing 2006 (II)

Posted by Written on 13 December 2005


Bank-Bank Setral dan Politikus Semakin Tidak Transparan

Imam Semar
Pengamat Ekonomi dan Pelaku Pasar, KlubSaham.Com


Tahun ayam 2005 diwarnai oleh inflasi dunia yang melonjak tinggi. Gejalanya muncul dimana-mana di dunia. Harga minyak menembus all-time high, emas menari di 23 tahun tertinggi, tembaga juga rally, platina menari di 23 tahun tertinggi, dan banyak lagi. Di Indonesia harga barang dan jasa naik rata-rata 30%. Dan yang tertinggi mungkin bahan bakar minyak. Hutang dan budget defisit US membengkak. Kalau anda membaca majalah the Economist dan lihat angka-angka pertumbuhan peredaran uang M3 yang ada di halaman 95-110, dan membandingkannya dengan angka inflasi , anda akan heran. Yang saya maksud dengan angka inflasi adalah definisi inflasi versi pemerintah yaitu CPI (Consumer Price Index), kalau di Indonesia mungkin indeks harga 9 bahan pokok. Saya tidak tahu apa yang digunakan sebagai tolok ukur inflasi. They – CPI, Inflation Index, GDP Growth, don’t matter. I don’t care,.....because I have my own!!

comments

logo-Imam_semar

Imam_semar

author