Awan Kelabu Di Atas Bumi Pertiwi (Opini Politik-Ekonomi - Imam Semar)

Awan Kelabu Di Atas Bumi Pertiwi (Opini Politik-Ekonomi - Imam Semar)

Posted by Written on 05 May 2004


Indonesia baru saja selesai memilih anggota-anggota parlemennya. Sekarang sedang bersiap-siap untuk memilih presidennya. Semuanya dipilih secara lebih demokratis dibanding dulu. Harapannya tentu saja negara bisa lebih makmur. Kasihan rakyat Indonesia, harapannya tidak akan bisa terpenuhi sampai pemilu yang akan datang. Saya katakan hal ini sebelum hasil pemilu presiden keluar dan tanpa tahu siapa presiden Indonesia yang akan datang. Kasihan. Impian kosong. Kasihan deh, kok pemikiran dangkal.

Kemarin istri saya memutar CD dokumentasi masa pergolakan reformasi tahun 1998. Walaupun saya tidak menyimak hanya melihat sambil lalu. Wiranto, Prabowo, Suharto dihunjat. Saya tidak tahu apa yang ada dibenak para demonstran. Mungkin seperti apa yang ada di benak para aktivis buruh yang berdemo menolak Mega, Wiranto dan Yudhono menjadi presiden pada hari buruh 1 Mei 2004 yang lalu, yaitu perbaikan nasib. Mahasiswa ataupun siapa saja tahun 1998 lalu berpikir bahwa dengan reformasi (entah apa artinya saya tidak tahu, mungkin mereka juga tidak tahu), kehidupan mereka akan menjadi lebih baik.

comments

logo-Imam_semar

Imam_semar

author